
Netflix akan menayangkan siaran langsung momen lintas Bulan misi Artemis II milik NASA. Penonton yang ingin melihat bagaimana wahana Orion melintas di dekat Bulan dapat menyaksikannya lewat layanan streaming ini, selain melalui kanal resmi NASA dan sejumlah platform lain.
Bagi banyak orang, pertanyaan utamanya bukan hanya kapan siaran dimulai, tetapi juga bagaimana gambar dari luar angkasa bisa dikirim ke Bumi secara langsung. NASA menjelaskan bahwa misi ini memakai sistem komunikasi laser baru yang memungkinkan pengiriman video berkualitas tinggi dari jarak sangat jauh.
Jadwal siaran langsung Artemis II di Netflix
Siaran langsung Artemis II dijadwalkan mulai pukul 1 PM ET pada 7 April. Dalam referensi artikel, waktu itu juga dikonversi menjadi 10.30 AM IST pada tanggal yang sama.
Minat publik terhadap misi ini terbilang sangat tinggi karena Artemis II menjadi misi berawak NASA ke sekitar Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun. Artikel referensi menyebut lebih dari 400.000 orang diperkirakan hadir saat peluncuran di Kennedy Space Center, sementara siaran di YouTube ditonton sekitar 17 juta kali.
Selain Netflix, penonton juga disebut bisa mengikuti siaran melalui beberapa platform lain. Daftarnya mencakup YouTube, HBO Max, Amazon Prime Video, Peacock, dan NASA Plus.
Cara menonton Artemis II Moon flyby
Berikut opsi yang dapat dipakai penonton untuk menyaksikan siaran langsung misi ini:
- Buka aplikasi atau situs Netflix saat siaran dimulai.
- Cari tayangan terkait NASA atau Artemis II di halaman beranda atau kolom pencarian.
- Jika tidak tersedia di wilayah tertentu, gunakan alternatif resmi seperti NASA Plus atau YouTube.
- Pastikan koneksi internet stabil karena siaran berpotensi menampilkan video resolusi tinggi.
Netflix sendiri telah menjalin kerja sama dengan NASA untuk menghadirkan konten NASA Plus di platformnya. Namun, menurut artikel referensi, layanan ini sebelumnya baru menayangkan satu acara pada 31 Juli tahun lalu.
Bagaimana NASA menyiarkan dari luar angkasa
NASA memakai teknologi komunikasi laser untuk mendukung siaran dari Artemis II. Sistem ini menggunakan cahaya inframerah, bukan gelombang radio tradisional, untuk mengirim data dari wahana ke Bumi.
Nama sistem tersebut adalah Orion Artemis II Optical Communications System atau O2O. Teknologi ini dinilai penting karena mampu mengirim lebih banyak data dibanding komunikasi radio konvensional.
Menurut data dalam artikel referensi, O2O dapat mengirimkan video 4K, gambar beresolusi tinggi, dan data lain dengan kecepatan hingga 260 megabit per detik. Kecepatan ini menjadi faktor kunci agar publik bisa menyaksikan tayangan misi secara lebih jelas dan nyaris real time.
Sinyal laser dari wahana diterima di salah satu dari dua stasiun bumi milik NASA. Lokasinya berada di Las Cruces, New Mexico, atau Table Mountain, California, tergantung kondisi tutupan awan.
Kenapa bisa terjadi jeda komunikasi
Meski teknologi komunikasi misi ini sangat maju, kontak dengan pusat kendali tidak akan selalu aktif. Saat wahana bergerak di belakang Bulan, hubungan komunikasi diperkirakan terputus sementara.
Artikel referensi mencatat blackout komunikasi diperkirakan terjadi pada 23:47 BST pada Senin, 6 April. Pada fase ini, kru untuk sementara tidak dapat terhubung dengan mission control di Houston, Texas.
Dalam misi antariksa jarak jauh, komunikasi dengan pusat kendali menjadi jalur utama antara astronot dan Bumi. Karena itu, jeda semacam ini merupakan bagian penting yang selalu dipantau publik dan tim teknis.
Perjalanan Artemis II menuju Bulan
Roket Space Launch System atau SLS yang membawa Artemis II lepas landas dari Kennedy Space Center pada 1 April pukul 6:35 p.m. EDT. Kru kemudian melanjutkan perjalanan ke Bulan pada 3 April setelah menyelesaikan manuver penyalaan mesin penting sekitar 42 jam setelah peluncuran.
Artemis II membawa empat astronot. Mereka adalah Komandan NASA Reid Wiseman, Pilot NASA Victor Glover, Spesialis Misi NASA Christina Koch, dan Spesialis Misi Badan Antariksa Kanada Jeremy Hansen.
Misi ini merupakan penerbangan lintas Bulan, bukan pendaratan. Namun, penerbangan ini tetap dipandang sebagai langkah besar untuk program Artemis karena menguji sistem pesawat ruang angkasa dan operasi manusia di jalur menuju misi pendaratan berikutnya.
Kendala teknis kecil selama misi
Di tengah perjalanan yang disebut berlangsung aman, kru sempat menghadapi kendala teknis minor. Komandan Reid Wiseman melaporkan dua kali gangguan saat mencoba menggunakan Microsoft Outlook pada perangkat komputasi pribadi di wahana.
Masalah itu kemudian diteruskan ke pusat kendali untuk bantuan jarak jauh. Gangguan ini tidak dilaporkan sebagai ancaman terhadap keselamatan misi, tetapi tetap menarik perhatian karena menunjukkan bahwa operasi manusia di luar angkasa juga bergantung pada sistem perangkat lunak sehari-hari.
Bagi penonton, siaran langsung Artemis II di Netflix menjadi kesempatan langka untuk melihat bagaimana NASA menggabungkan eksplorasi antariksa, teknologi komunikasi laser, dan distribusi digital modern dalam satu peristiwa besar. Jika kondisi teknis mendukung, tayangan ini juga memberi gambaran baru tentang bagaimana misi berawak ke ruang angkasa dalam dapat diikuti publik secara lebih dekat dari Bumi.
Source: www.indiatoday.in








