
OpenAI menghapus batas penggunaan Codex setelah layanan itu mencapai 3 juta pengguna mingguan. Langkah ini diumumkan langsung oleh CEO OpenAI Sam Altman di X, di tengah persaingan yang makin ketat dengan Anthropic yang baru memperkenalkan pembaruan Claude Mythos.
Perkembangan ini menarik perhatian karena terjadi bersamaan dengan klaim Anthropic soal kemampuan AI barunya yang sangat agresif dalam menemukan celah keamanan. Di sisi lain, OpenAI justru menonjolkan pertumbuhan pengguna Codex, produk agen coding yang kini menjadi salah satu fokus utama perusahaan.
Altman menulis, “To celebrate 3 million weekly codex users, we are resetting usage limits.” Ia juga menyatakan kebijakan serupa akan diterapkan setiap kali Codex menambah 1 juta pengguna baru hingga menyentuh 10 juta pengguna.
Reset batas penggunaan itu pada praktiknya memberi akses penuh kembali kepada pengguna untuk sisa periode pemakaian. Jika sebelumnya sebagian kuota bulanan sudah terpakai, sistem akan mengembalikan hitungan ke titik awal.
Claude Mythos disebut “menyeramkan”
Di kubu Anthropic, perhatian tertuju pada Claude Mythos yang disebut sangat kuat oleh Boris Cherny, kreator Claude Code. Dalam unggahannya di X, Cherny menyatakan, “Mythos is very powerful, and should feel terrifying.”
Pernyataan itu memicu diskusi luas karena Anthropic mengklaim Mythos mampu meretas hampir semua browser web besar atau perangkat lunak tertentu dalam konteks pengujian keamanan. Model ini awalnya disebut dirancang sebagai alat coding, dan diduga menjadi evolusi berikutnya dari Claude Code.
Anthropic menyebut Mythos berhasil menemukan ribuan kerentanan di berbagai perangkat lunak yang sebelumnya luput dari pemeriksaan manusia. Namun perusahaan menegaskan model tersebut tidak akan dibuka untuk publik.
Sebagai gantinya, Anthropic bekerja sama dengan perusahaan seperti Google dan Microsoft untuk membantu memperbaiki celah keamanan yang ditemukan Mythos. Kerja sama itu dijalankan melalui inisiatif yang disebut Project Glasswing.
Langkah menahan akses publik ini menunjukkan bahwa Anthropic melihat risiko penyalahgunaan sebagai isu utama. Dalam konteks AI keamanan siber, kemampuan ofensif yang terlalu kuat tanpa pembatasan bisa menimbulkan konsekuensi serius.
OpenAI dorong Codex untuk pasar enterprise
Sementara itu, OpenAI terus memperluas adopsi Codex sebagai agen coding. Kepala Codex, Thibault Sottiaux, mengatakan 1 juta pengguna baru berhasil diraih dalam waktu kurang dari satu bulan.
Ia menulis di X, “Three million people are now using Codex weekly – up from two million a little under a month ago. Incredible to see the growth.” Angka ini memperlihatkan laju pertumbuhan yang cepat di segmen alat bantu pemrograman berbasis AI.
Codex juga menjadi bagian dari pergeseran fokus OpenAI ke produk enterprise. Tren ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap alat yang bisa membantu menulis kode, mengulas bug, mempercepat deployment, dan mengotomatisasi tugas teknis.
Sebelumnya, Sottiaux juga pernah mereset limit Codex setelah melihat makin banyak pengguna yang menabrak batas pemakaian. Saat itu, ia menyebut ada “increased rate of users hitting rate limits,” yang menandakan tekanan penggunaan makin tinggi.
Persaingan OpenAI dan Anthropic makin tajam
Munculnya Claude Mythos dan pertumbuhan Codex memperlihatkan dua strategi berbeda dalam perlombaan AI. Anthropic menekankan kemampuan teknis ekstrem di bidang keamanan, sedangkan OpenAI menyoroti skala penggunaan dan penetrasi pasar.
Data bisnis kedua perusahaan juga menunjukkan tekanan kompetitif yang nyata. Anthropic disebut telah mencapai run-rate revenue sebesar $30 billion, naik dari $9 billion pada akhir 2025.
Di sisi lain, OpenAI dilaporkan memiliki run-rate revenue sebesar $25 billion per March 2026. Meski begitu, valuasi OpenAI masih jauh lebih besar, yakni $852 billion, dibandingkan valuasi Anthropic sebesar $380 billion.
Perbandingan ini penting karena pasar kini tidak hanya menilai kecanggihan model, tetapi juga kapasitas monetisasi, adopsi produk, dan kepercayaan perusahaan besar. Produk coding agent menjadi salah satu arena paling strategis karena berada dekat dengan kebutuhan pengembang dan pelanggan enterprise.
Poin utama yang perlu dicermati
- OpenAI mereset batas pemakaian Codex setelah mencapai 3 juta pengguna mingguan.
- Reset limit akan kembali dilakukan setiap penambahan 1 juta pengguna hingga 10 juta pengguna.
- Anthropic memperkenalkan Claude Mythos yang diklaim mampu menemukan ribuan celah keamanan.
- Boris Cherny menyebut Mythos sangat kuat dan “should feel terrifying.”
- Anthropic tidak membuka akses publik untuk Mythos dan memilih bekerja sama dengan Google serta Microsoft.
Di saat pengguna Claude sempat mengeluhkan batas penggunaan terasa lebih cepat habis, Anthropic mengatakan hasil investigasi internal tidak menemukan adanya penagihan yang tidak adil. Situasi itu menunjukkan bahwa saat basis pengguna AI tumbuh cepat, persoalan limit, akses, dan keamanan akan menjadi isu yang terus menentukan arah persaingan antara OpenAI dan Anthropic.
Source: www.indiatoday.in








