Apple disebut sedang menyiapkan ponsel lipat pertamanya yang kerap dirumorkan bernama iPhone Ultra. Jika bocoran terbaru akurat, perangkat ini bisa langsung unggul atas seluruh lini ponsel lipat Samsung dalam satu aspek penting, yakni kapasitas baterai.
Informasi itu menarik perhatian karena Samsung selama ini menjadi pemain paling mapan di pasar foldable. Namun, laporan terbaru menyebut iPhone Ultra justru berpotensi hadir dengan baterai lebih besar dibanding Galaxy Z Fold maupun model lipat tiga Samsung.
Baterai Jadi Nilai Jual Utama
Menurut bocoran yang dibagikan kanal Front Page Tech, iPhone Ultra diperkirakan membawa baterai sekitar 5.800 mAh. Angka itu berada di atas kapasitas baterai yang disebut akan dipakai Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Wide, dan Galaxy Z TriFold, yang masing-masing dirumorkan ada di kisaran 5.000 mAh.
Selisih sekitar 800 mAh menjadi sorotan utama karena baterai adalah salah satu tantangan terbesar ponsel lipat. Desain tipis, engsel kompleks, dan ruang internal yang terbatas biasanya membuat produsen sulit meningkatkan kapasitas tanpa mengorbankan dimensi perangkat.
Jika bocoran ini benar, Apple bisa memulai debut foldable-nya dengan pendekatan yang langsung menargetkan keluhan paling umum pengguna. Daya tahan baterai selama ini memang sering menjadi titik kompromi pada perangkat lipat premium.
Perbandingan Bocoran Kapasitas Baterai
Berikut ringkasan data yang beredar dari laporan referensi dan bocoran terkait:
| Perangkat | Kapasitas baterai yang dirumorkan |
|---|---|
| iPhone Ultra | sekitar 5.800 mAh |
| Galaxy Z TriFold | 5.000 mAh |
| Galaxy Z Fold 8 | 5.000 mAh |
| Galaxy Z Fold 8 Wide | 5.000 mAh |
Data tersebut masih bersifat rumor dan belum dikonfirmasi resmi oleh Apple maupun Samsung. Meski begitu, angka itu memberi gambaran bahwa persaingan foldable tidak lagi hanya soal desain tipis atau kualitas layar.
Bukan Hanya Besar, Tapi Juga Tipis
Front Page Tech juga menyebut iPhone Ultra akan memiliki ketebalan sekitar 9,5 mm saat dilipat. Saat dibuka, perangkat ini disebut setipis 4,5 mm.
Kombinasi bodi tipis dan baterai besar menjadi hal yang cukup menonjol di kelas foldable. Dalam laporan yang sama, Jon Prosser dari Front Page Tech menyatakan hal itu dimungkinkan berkat penggunaan display driver yang lebih kecil.
Jika informasi tersebut akurat, maka Apple tidak hanya mengejar kapasitas baterai semata. Perusahaan juga dinilai berupaya menjaga profil perangkat tetap kompetitif di tengah tren ponsel lipat yang semakin ramping.
Layar dan Engsel Juga Jadi Sorotan
Bocoran yang sama menyebut lipatan layar atau crease pada iPhone Ultra hanya sekitar 0,15 mm. Detail ini sebelumnya juga sempat muncul dalam rumor lain, dan disebut bisa dicapai berkat teknologi panel Samsung yang juga dikabarkan akan dipakai pada Galaxy Z Fold 8.
Selain panel, Apple disebut menggunakan desain engsel berbahan liquid metal dengan komponen cetak 3D. Pendekatan itu diyakini membantu meminimalkan lipatan layar sekaligus menjaga durabilitas struktur perangkat.
Artinya, keunggulan potensial iPhone Ultra tidak berhenti pada baterai. Apple disebut mencoba masuk ke pasar foldable dengan spesifikasi yang langsung menargetkan dua titik sensitif konsumen, yaitu daya tahan dan kualitas lipatan layar.
Spesifikasi Lain yang Muncul dalam Rumor
Beberapa detail lain juga ikut beredar dari sumber yang sama. iPhone Ultra disebut akan dibekali RAM 12 GB, chip A20 Pro, dan modem C2.
Untuk kamera, render yang ditampilkan Front Page Tech memperlihatkan pulau kamera bergaya mirip Pixel. Susunannya disebut memuat kamera utama 48 MP dan kamera ultra-wide 48 MP.
Di sisi dalam, Apple disebut memiliki versi prototipe dengan kamera bawah layar. Namun, belum jelas apakah teknologi itu akan dipakai pada produk final yang nantinya dirilis ke pasar.
Laporan itu juga menyebut Apple tidak akan memakai Face ID pada kamera selfie perangkat ini. Sebagai gantinya, perusahaan dikabarkan memilih Touch ID untuk sistem autentikasi biometrik.
Mengapa Samsung Tetap Relevan dalam Perbandingan
Samsung tetap menjadi patokan utama karena perusahaan ini paling konsisten mengembangkan ponsel lipat komersial. Keunggulan pengalaman, rantai pasok, dan penyempurnaan desain selama beberapa generasi membuat perangkat Galaxy Z masih menjadi acuan industri.
Di sisi lain, jika Apple benar-benar masuk dengan baterai lebih besar, tekanan kompetitif terhadap Samsung bisa meningkat. Konsumen premium biasanya tidak hanya melihat merek, tetapi juga kombinasi praktis antara performa, desain, kamera, dan daya tahan harian.
Dalam konteks itu, baterai 5.800 mAh akan menjadi pesan pemasaran yang kuat. Apalagi jika Apple mampu mempertahankan efisiensi daya khas iPhone melalui integrasi chip, modem, dan optimasi sistem.
Hingga kini, seluruh detail tersebut masih berada pada level bocoran dan spekulasi industri. Namun, satu hal yang sudah terlihat jelas adalah bahwa iPhone Ultra, bila benar hadir, berpotensi menantang Samsung foldable lewat sektor yang sangat mudah dipahami pengguna sehari-hari: baterai yang lebih besar dalam bodi yang tetap tipis.
Source: www.notebookcheck.net