14,9 Juta Serangan Siber Mengguncang Indonesia, 20% Perusahaan Sudah Jadi Target Supply Chain

Ancaman siber di Indonesia terus naik dan kini menekan pengguna, perusahaan, hingga sektor yang menyimpan data penting. Data Kaspersky menunjukkan ada 14.909.665 serangan berbasis web yang terdeteksi dan diblokir di Indonesia sepanjang tahun lalu, ditambah 39.718.903 ancaman pada perangkat yang juga berhasil dihentikan.

Lonjakan ini menunjukkan serangan tidak hanya makin sering, tetapi juga makin sulit dikenali dengan metode keamanan lama. Di sisi lain, pelaku justru memanfaatkan teknik yang semakin rapi, cepat, dan berlapis untuk masuk ke sistem target.

Serangan Tidak Lagi Sekadar Spam atau Malware Biasa

Kaspersky menyebut lanskap ancaman siber di Indonesia kini berkembang dari sisi jumlah dan kompleksitas. Serangan yang muncul tidak lagi berdiri sendiri, melainkan sering disusun untuk mengecoh pertahanan awal, mencuri kredensial, lalu bergerak lebih jauh di dalam jaringan.

Situasi ini membuat perusahaan harus memahami bahwa satu insiden kecil bisa menjadi pintu masuk bagi gangguan yang lebih besar. Pada banyak kasus, dampaknya tidak berhenti pada sistem yang terinfeksi, tetapi juga meluas ke operasional bisnis, proses layanan, dan kepercayaan pelanggan.

Supply Chain Attack Jadi Peringatan Serius

Salah satu temuan yang paling mengkhawatirkan adalah 20% perusahaan di Indonesia mengalami serangan rantai pasokan pada tahun yang sama. Serangan jenis ini berbahaya karena penyerang masuk lewat pihak ketiga yang terhubung ke sistem utama, sehingga korban sering kali tidak menyadari ancaman datang dari jalur tidak langsung.

Defi Nofitra, Country Manager untuk Indonesia di Kaspersky, menegaskan bahwa organisasi tidak bisa lagi mengandalkan sistem keamanan yang terpisah-pisah. Ia menilai kenaikan ancaman dari sisi volume dan kompleksitas menuntut pendekatan yang lebih terpadu dan responsif.

Risiko dari supply chain attack juga tidak ringan, karena efeknya bisa memicu kebocoran data, menghentikan layanan, dan menimbulkan kerugian finansial. Dalam sejumlah kasus, reputasi perusahaan ikut terdampak karena pelanggan menuntut transparansi dan perlindungan data yang lebih kuat.

Jenis Ancaman yang Makin Sulit Dideteksi

Perubahan pola serangan membuat sektor bisnis harus waspada pada beberapa ancaman berikut.

  1. Advanced Persistent Threats (APT), yang dirancang untuk bertahan lama di dalam sistem target.
  2. Serangan berbasis AI, yang dapat membantu pelaku mempercepat eksploitasi dan menghindari deteksi.
  3. Eksploitasi perangkat seluler, yang memanfaatkan kebiasaan kerja mobile dan akses jarak jauh.

Ketiga jenis ancaman tersebut menunjukkan bahwa keamanan siber tidak cukup dijaga dengan alat yang berdiri sendiri. Perusahaan perlu memantau lalu lintas data, akses pengguna, dan anomali sistem secara serentak agar serangan bisa terdeteksi lebih cepat.

SOC dan AI Mulai Jadi Andalan Perusahaan

Di tengah risiko yang meningkat, banyak organisasi kini mengarah ke Security Operations Center atau SOC. Pusat kendali ini berfungsi memantau, menganalisis, dan merespons ancaman secara real-time agar serangan tidak berkembang menjadi insiden besar.

Penelitian Kaspersky menunjukkan lebih dari separuh, atau 58%, pemimpin dan pengambil keputusan TI di Indonesia percaya SOC dapat memperkuat postur keamanan siber organisasi. Selain itu, 65% perusahaan berencana meningkatkan kemampuan SOC dengan AI, dan 53% di antaranya menilai peningkatan efektivitas deteksi ancaman sebagai alasan utama.

Mengapa Perubahan Ini Penting bagi Indonesia

Tingginya angka serangan menandakan bahwa pelaku siber melihat Indonesia sebagai pasar yang aktif dan bernilai tinggi. Saat aktivitas digital tumbuh pesat, permukaan serangan juga ikut melebar karena lebih banyak perangkat, akun, aplikasi, dan mitra yang terhubung ke satu ekosistem.

Dalam kondisi seperti ini, perusahaan perlu memperkuat kontrol akses, pelatihan karyawan, pemantauan ancaman, dan tata kelola vendor. Pendekatan proaktif menjadi penting karena serangan modern sering bergerak cepat, senyap, dan memanfaatkan satu celah kecil untuk menghasilkan dampak yang besar.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version