Razer merilis dua earbuds gaming yang sekilas tampak identik, yaitu Hammerhead V3 HyperSpeed dan Hammerhead V3 X HyperSpeed. Namun, perbedaan spesifikasi keduanya cukup besar dan akan memengaruhi cara pakai, fitur yang didapat, serta nilai beli untuk calon pengguna.
Berdasarkan data spesifikasi yang dipublikasikan Notebookcheck dan informasi produk Razer, model Hammerhead V3 HyperSpeed berada di kelas yang lebih tinggi. Sementara itu, Hammerhead V3 X HyperSpeed hadir sebagai opsi yang lebih terjangkau dengan sejumlah pemangkasan fitur penting.
Perbedaan utama yang paling menentukan
Perbedaan paling jelas ada pada konektivitas, sistem peredam bising, desain mode 2.4GHz latensi rendah, dan daya tahan baterai. Empat aspek ini menjadi faktor utama yang paling relevan bagi pengguna mobile gamer maupun pemilik konsol portabel.
Hammerhead V3 HyperSpeed memakai Bluetooth 6.0. Di sisi lain, Hammerhead V3 X HyperSpeed masih menggunakan Bluetooth 5.3.
Untuk koneksi latensi rendah 2.4GHz, keduanya sama-sama mendukung mode HyperSpeed. Namun implementasinya tidak sama dan ini menjadi pembeda yang cukup penting dalam penggunaan harian.
Pada Hammerhead V3 HyperSpeed, Razer menyematkan dongle USB-C 2.4GHz yang bisa dilepas. Dongle ini disimpan di dalam case HyperSpeed, tetapi juga bisa dicabut lalu langsung dipasang ke perangkat yang kompatibel.
Pendekatan itu memberi fleksibilitas lebih tinggi. Pengguna tidak harus selalu membawa case dan kabel hanya untuk mengaktifkan koneksi 2.4GHz saat bermain di perangkat tertentu.
Sebaliknya, Hammerhead V3 X HyperSpeed juga mendukung 2.4GHz low-latency, tetapi tanpa dongle lepas-pasang seperti model yang lebih mahal. Receiver-nya terintegrasi pada case HyperSpeed, sehingga skenario penggunaannya lebih bergantung pada case.
Fitur yang hanya ada di Hammerhead V3 HyperSpeed
Salah satu keunggulan terbesar Hammerhead V3 HyperSpeed adalah Hybrid Active Noise Cancellation. Fitur ini tidak tersedia pada Hammerhead V3 X HyperSpeed, yang berarti model lebih murah tidak memiliki noise cancellation aktif.
Bagi pengguna yang sering bermain atau mendengarkan audio di tempat ramai, absennya ANC bisa menjadi kekurangan yang terasa. Sebaliknya, model HyperSpeed standar menawarkan isolasi yang lebih baik untuk fokus pada game, musik, atau panggilan suara.
Dari sisi audio, Hammerhead V3 HyperSpeed juga punya sensitivitas headphone 105 dB. Hammerhead V3 X HyperSpeed berada di 102 dB.
Pada sektor mikrofon, model V3 HyperSpeed menawarkan microphone signal-to-noise ratio 70 dB. Model V3 X HyperSpeed tercatat di 65 dB.
Sensitivitas mikrofon juga berbeda. Hammerhead V3 HyperSpeed berada di -40 dB pada 1 kHz, sedangkan Hammerhead V3 X HyperSpeed ada di -35 dB.
Walau angka di atas tidak selalu menggambarkan seluruh kualitas suara di dunia nyata, spesifikasi itu menunjukkan bahwa model lebih mahal memang diposisikan untuk performa audio dan komunikasi yang lebih baik. Ini penting untuk pemain game kompetitif yang mengandalkan chat suara secara konsisten.
Bobot, baterai, dan harga
Model Hammerhead V3 HyperSpeed sedikit lebih berat. Bobotnya 5,6 gram per earbud dan 63 gram bersama case, sementara Hammerhead V3 X HyperSpeed berbobot 5,1 gram per earbud dan 51 gram dengan case.
Untuk baterai, Hammerhead V3 HyperSpeed menawarkan total hingga 40 jam. Rinciannya adalah 10 jam dari earbuds dan tambahan 30 jam dari charging case.
Hammerhead V3 X HyperSpeed memiliki total daya tahan hingga 35 jam. Rinciannya sama-sama 10 jam di earbuds, tetapi hanya mendapat tambahan 25 jam dari case.
Perbedaan harga juga cukup jelas. Hammerhead V3 HyperSpeed dijual seharga $129.99, sedangkan Hammerhead V3 X HyperSpeed dibanderol $99.99.
Fitur yang tetap sama di kedua model
Meski ada beberapa pemangkasan, Razer tetap mempertahankan sejumlah fitur inti pada kedua earbuds ini. Keduanya sama-sama mendukung THX Spatial Audio dan rating ketahanan IPX4 untuk percikan air.
Daftar perangkat kompatibelnya juga identik. Kedua model dapat dipakai dengan PC, smartphone, tablet, PS5, Steam Deck, dan Nintendo Switch.
Razer juga membekali keduanya dengan LED indicator pada case. Selain itu, kontrol sentuh bisa dikustomisasi lewat aplikasi pendamping.
Fitur Razer SmartSwitch juga tersedia di dua model ini. Fitur tersebut memungkinkan perpindahan antar sumber audio serta pergantian antara perangkat Bluetooth dan koneksi 2.4GHz dengan lebih praktis.
Ringkasan perbedaan spesifikasi
- Bluetooth: V3 HyperSpeed memakai Bluetooth 6.0, V3 X HyperSpeed memakai Bluetooth 5.3.
- ANC: V3 HyperSpeed punya Hybrid ANC, V3 X HyperSpeed tidak punya ANC.
- Mode 2.4GHz: V3 HyperSpeed memakai dongle USB-C yang bisa dilepas, V3 X HyperSpeed tidak.
- Baterai total: V3 HyperSpeed hingga 40 jam, V3 X HyperSpeed hingga 35 jam.
- Berat: V3 HyperSpeed lebih berat dari V3 X HyperSpeed.
- Harga: V3 HyperSpeed $129.99, V3 X HyperSpeed $99.99.
Dalam konteks pemakaian, Hammerhead V3 HyperSpeed lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan fleksibilitas koneksi, ANC, dan spesifikasi audio yang lebih tinggi. Adapun Hammerhead V3 X HyperSpeed lebih pas untuk pengguna yang tetap ingin earbuds gaming Razer dengan THX Spatial Audio dan 2.4GHz low-latency, tetapi dengan harga yang lebih rendah.
Source: www.notebookcheck.net