Fitbit Perluas Pelatih Kesehatan AI ke 37 Negara, Lebih Cerdas tapi Masih Belum Lengkap

Fitur pelatih kesehatan berbasis AI milik Fitbit kini tersedia untuk jauh lebih banyak pengguna. Google mengumumkan perluasan besar untuk Fitbit personal health coach ke 37 negara, termasuk Indonesia, sehingga akses ke rekomendasi kebugaran dan kesehatan yang lebih personal menjadi semakin luas.

Ekspansi ini penting karena sebelumnya fitur tersebut hanya diuji terbatas untuk pelanggan Fitbit Premium di Amerika Serikat. Setelah sempat diperluas ke beberapa pasar internasional, kini Google membawa layanan itu ke gelombang negara yang jauh lebih besar dengan dukungan bahasa yang juga lebih luas.

Jangkauan fitur kini makin luas

Berdasarkan pengumuman Google, Fitbit personal health coach kini hadir di 37 negara. Daftar negara baru itu mencakup Austria, Belgia, Brasil, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Hungaria, India, Indonesia, Irlandia, Italia, Jepang, Latvia, Lithuania, Malaysia, Meksiko, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Slovakia, Slovenia, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Taiwan.

Google juga menyebut fitur ini kini mendukung 32 bahasa. Dukungan bahasa tersebut mencakup antara lain bahasa Jerman, Hindi, Polandia, Swedia, Spanyol, dan Mandarin, yang menunjukkan upaya perusahaan untuk menjangkau pengguna global secara lebih serius.

Untuk pengguna di negara baru, distribusi fitur dilakukan lewat pembaruan aplikasi Fitbit dalam beberapa minggu ke depan. Laporan dari pasar seperti India menunjukkan akses mulai muncul relatif cepat, menandakan peluncuran dilakukan bertahap tetapi agresif.

Cara kerja Fitbit personal health coach

Fitur ini memakai AI untuk membantu pengguna menyusun rencana kesehatan yang lebih sesuai dengan datanya. Sistem dapat membantu membuat rutinitas, menetapkan target kebugaran, memantau progres, menyusun latihan, serta memberi analisis tidur dan rekomendasi yang dipersonalisasi.

Pendekatan ini sejalan dengan arah industri wearable yang makin menekankan pemaknaan data, bukan hanya pengumpulan data. Perangkat kebugaran kini tidak cukup hanya menghitung langkah atau detak jantung, tetapi juga perlu membantu pengguna memahami apa arti data itu bagi kebiasaan harian mereka.

Google juga menambahkan tampilan VO2 Max ke dalam personal health coach. Metrik ini sebelumnya dikenal sebagai Cardio Fitness Score, dan kini disertai insight berbasis AI untuk membantu pengguna memahami kondisi kebugaran kardiorespirasi mereka secara lebih jelas.

Syarat untuk mencoba fitur ini

Akses belum dibuka otomatis untuk semua pengguna Fitbit. Pengguna perlu bergabung ke program public preview, dan prompt untuk pendaftaran akan muncul langsung di dalam aplikasi Fitbit.

Langkah dasarnya sebagai berikut:

  1. Perbarui aplikasi Fitbit ke versi terbaru.
  2. Cek apakah muncul undangan public preview di aplikasi.
  3. Daftar ke program pratinjau publik.
  4. Tunggu aktivasi fitur di akun secara bertahap.

Model peluncuran seperti ini umum dipakai untuk fitur AI baru. Google dapat menguji stabilitas, kualitas respons, dan pengalaman pengguna sebelum merilisnya lebih luas sebagai fitur standar.

Fitur yang belum tersedia di versi preview

Meski menjadi pembaruan besar, versi preview ini belum sepenuhnya lengkap. Google dan laporan media teknologi menyebut masih ada beberapa fungsi reguler aplikasi Fitbit yang belum masuk ke pengalaman personal health coach.

Beberapa keterbatasannya antara lain:

  1. Belum mendukung pencatatan dan pelacakan glukosa darah.
  2. Belum mendukung pencatatan suhu tubuh.
  3. Sesi tidur dan data tidur yang sudah terekam belum bisa diedit.
  4. Pengguna Pixel Watch 3 dan Pixel Watch 4 belum mendapat metrik lari tingkat lanjut di versi preview.

Keterbatasan ini penting dicatat karena dapat memengaruhi pengguna yang sudah terbiasa dengan fitur Fitbit versi reguler. Jadi, nilai tambah AI perlu ditimbang dengan pengurangan beberapa fungsi yang bagi sebagian pengguna justru cukup penting.

Nilai tambah di balik desain aplikasi baru

Meski ada fitur yang belum lengkap, versi preview ini tetap menarik karena hadir dengan antarmuka aplikasi Fitbit yang diperbarui. Pengalaman penggunaan yang lebih modern dan fokus pada insight dinilai menjadi salah satu alasan utama program ini patut dicoba.

Salah satu pembaruan penting lainnya adalah integrasi data dari aplikasi pihak ketiga melalui Health Connect. Dengan dukungan ini, aplikasi dapat menarik lebih banyak data kesehatan lintas layanan, sehingga rekomendasi AI berpotensi jadi lebih relevan dan lebih mendalam.

Bagi pengguna di Indonesia, kehadiran Fitbit personal health coach menandai langkah baru Google dalam membawa fitur kesehatan berbasis AI ke pasar yang lebih luas. Jika peluncuran berjalan lancar, pengguna Fitbit tidak hanya akan melihat angka dan grafik, tetapi juga mendapat panduan yang lebih kontekstual berdasarkan pola tidur, aktivitas, kebugaran, dan data kesehatan lain yang terhubung di ekosistem mereka.

Source: www.androidpolice.com

Berita Terkait

Back to top button