Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) resmi membuka pendaftaran Program Bug Bounty 2026 melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin). Program ini masuk tahun kelima penyelenggaraan dan hadir untuk memperkuat keamanan sistem digital pendidikan nasional lewat partisipasi pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen.
Ajang ini mengusung tema “Build Cyber Resilience” dan berjalan dalam lingkungan aman atau sandbox agar pengujian tidak mengganggu layanan utama Kemdikdasmen. Kepala Pusdatin, Wibowo Mukti, menyebut program ini sebagai ruang aman bagi peserta untuk menyalurkan minat di bidang keamanan siber menjadi prestasi yang nyata.
Apa itu Bug Bounty 2026
Bug Bounty 2026 adalah kompetisi pencarian celah keamanan pada sistem yang disiapkan Kemdikdasmen. Peserta diminta menemukan kelemahan teknis, menyusun laporan, lalu mengikuti proses penilaian yang sudah ditentukan panitia.
Program ini juga mendukung penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi atau SMKI dalam kerangka Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Dengan pendekatan ini, kompetisi tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga bagian dari penguatan ekosistem keamanan digital di sektor pendidikan.
Jadwal penting pendaftaran dan lomba
Pendaftaran dibuka pada 1 sampai 30 April 2026. Setelah itu, tahap bug hunting dan penjurian berlangsung pada 1 sampai 22 Mei 2026, sedangkan pengumuman pemenang dijadwalkan pada 19 Juni 2026.
Berikut ringkasan jadwalnya:
- Pendaftaran: 1–30 April 2026
- Bug hunting dan penjurian: 1–22 Mei 2026
- Pengumuman pemenang: 19 Juni 2026
Jadwal ini penting dicatat karena peserta hanya bisa mengikuti proses pengujian setelah lolos seleksi administrasi. Setelah terverifikasi, peserta akan mendapat akses ke platform Bug Bounty dan diminta mengunggah perjanjian kesepakatan sebelum tahap pengujian dimulai.
Siapa yang bisa mendaftar
Kompetisi ini membuka empat kategori peserta, yaitu siswa SMA/SMK/MA, mahasiswa, guru, dan dosen. Untuk siswa SMA/SMK/MA, panitia menetapkan batas usia minimal 17 tahun saat mendaftar.
Syarat ini menunjukkan bahwa program ditujukan kepada peserta didik dan pendidik aktif yang punya minat pada keamanan siber. Panitia juga menegaskan bahwa peserta mengikuti kompetisi secara individu, bukan mewakili institusi.
Syarat lengkap peserta
Agar tidak keliru saat mendaftar, peserta perlu memenuhi beberapa ketentuan administratif yang sudah diumumkan Kemdikdasmen. Syarat ini menjadi dasar seleksi awal sebelum peserta bisa masuk ke tahap pengujian.
Daftar syaratnya adalah sebagai berikut:
- Warga Negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia
- Mengikuti kompetisi secara individu
- Bukan pegawai Kemdikdasmen atau keluarga pegawai terkait
- Berusia minimal 17 tahun saat pendaftaran
- Terdaftar sebagai peserta didik atau pendidik aktif di Dapodik atau PDDikti tahun 2026
- Bukan pengembang atau pengelola aplikasi target Bug Bounty
- Bukan pemenang Bug Bounty tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025
Ketentuan ini dibuat untuk menjaga objektivitas lomba dan mencegah konflik kepentingan. Selain itu, syarat administrasi memastikan peserta benar-benar berasal dari lingkungan pendidikan yang menjadi sasaran program.
Cara daftar Bug Bounty 2026
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi yang telah disiapkan panitia. Peserta perlu menyiapkan identitas diri dan data aktif sebelum mengisi formulir.
Langkah pendaftarannya sebagai berikut:
- Buka laman amanbersama.kemdikdasmen.go.id
- Klik tombol “Register”
- Pilih kategori peserta: siswa, mahasiswa, guru, atau dosen
- Isi data identitas seperti NISN, NIM, NIDN, atau NUPTK, serta tanggal lahir
- Masukkan alamat email dan nomor telepon aktif
- Selesaikan pendaftaran sampai muncul notifikasi berhasil
- Tunggu email konfirmasi dari panitia
- Setelah lolos administrasi, akses platform Bug Bounty akan diberikan
- Unggah perjanjian kesepakatan sebelum mulai menguji sistem
Peserta sebaiknya memastikan seluruh data sesuai dengan dokumen resmi agar proses verifikasi berjalan lancar. Kesalahan kecil pada data identitas atau kontak aktif bisa menghambat validasi administrasi.
Bobot penilaian dan proses seleksi
Kemdikdasmen menyusun penilaian kompetisi dengan dua tahap utama. Penilaian teknis mendapat bobot 70 persen, mengacu pada standar CVSS v3.1, sedangkan aspek pelaporan mendapat bobot 30 persen.
Setelah itu, lima finalis dari tiap kategori akan masuk ke tahap wawancara. Pada sesi ini, panitia menilai teknik pengujian, komunikasi, dan orisinalitas peserta dalam menemukan serta melaporkan celah keamanan.
Skema penilaian seperti ini menunjukkan bahwa kompetisi tidak hanya menilai kemampuan menemukan bug. Panitia juga melihat kualitas laporan dan cara peserta menjelaskan temuan secara profesional.
Mengapa program ini penting
Program Bug Bounty 2026 hadir di tengah kebutuhan besar akan talenta keamanan siber di sektor pendidikan. Dengan membuka ruang aman bagi siswa, mahasiswa, guru, dan dosen, Kemdikdasmen mendorong lebih banyak orang belajar etika pengujian keamanan secara bertanggung jawab.
Wibowo Mukti mengatakan program ini dapat menjadi jembatan untuk mewujudkan passion di bidang keamanan siber menjadi prestasi yang membanggakan. Di sisi lain, sistem pendidikan juga mendapat manfaat berupa masukan teknis yang bisa membantu memperkuat keamanan layanan digital secara berkelanjutan.
Hal yang perlu diperhatikan calon peserta
Peserta perlu membaca seluruh ketentuan sebelum mendaftar karena kompetisi ini punya batasan yang cukup jelas. Mereka yang pernah menjadi pemenang pada empat gelaran sebelumnya, atau yang terlibat langsung sebagai pengembang dan pengelola aplikasi target, tidak dapat ikut serta.
Calon peserta juga perlu memastikan status aktif di Dapodik atau PDDikti pada tahun 2026. Data ini menjadi bagian penting dalam tahap verifikasi dan menjadi salah satu syarat utama agar pendaftaran diterima.
Program Bug Bounty 2026 diproyeksikan menjadi wadah pembelajaran sekaligus ajang pembuktian kemampuan di bidang keamanan siber bagi insan pendidikan di Indonesia. Melalui kompetisi ini, Kemdikdasmen berharap semakin banyak talenta digital yang mampu membantu menjaga sistem informasi pendidikan tetap aman, andal, dan siap menghadapi tantangan ancaman siber yang terus berkembang.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id






