Transformasi digital di Indonesia memasuki fase yang lebih praktis dengan kolaborasi baru antara Telkomsel dan ZTE. Keduanya resmi memperkuat kerja sama di ajang MWC Barcelona dengan menandatangani Strategic Partnership Agreement yang fokus pada jaringan berbasis AI dan perluasan konektivitas digital.
Langkah ini penting karena kebutuhan internet di Indonesia semakin beragam, mulai dari layanan konsumen, industri, hingga kebutuhan wilayah yang masih sulit dijangkau. Telkomsel dan ZTE menargetkan jaringan yang tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih cerdas, responsif, dan merata.
Tiga arah pengembangan utama
Kolaborasi ini bertumpu pada tiga pilar yang saling melengkapi. Pendekatan tersebut dirancang agar jaringan bisa lebih adaptif sekaligus mendukung pemerataan akses digital di berbagai daerah.
- Pengembangan jaringan AI-native Radio Access Network atau RAN.
- Ekspansi Edge User Plane Function atau UPF untuk memperkuat broadband.
- Pembuatan solusi enterprise berbasis AI untuk kebutuhan bisnis.
Pada pilar pertama, Telkomsel dan ZTE akan menguji teknologi AI-native RAN untuk meningkatkan kemampuan jaringan 5G dalam merespons kondisi pengguna secara real-time. Salah satu teknologinya adalah AIREngine pada platform BBU V9200 yang akan diuji untuk membantu meningkatkan kualitas layanan berdasarkan pengalaman pelanggan.
Pendekatan berbasis AI ini relevan karena trafik data di Indonesia terus tumbuh dan pola penggunaan pelanggan juga makin dinamis. Jaringan yang mampu menyesuaikan kapasitas dan kualitas layanan secara otomatis diyakini bisa memberi pengalaman yang lebih stabil.
Dorongan ke daerah yang belum optimal terlayani
Pilar kedua menempatkan Edge UPF sebagai elemen penting untuk memperluas akses broadband, terutama di wilayah terpencil. Teknologi ini memproses data lebih dekat ke pengguna sehingga latensi bisa ditekan dan koneksi menjadi lebih efisien.
Dari sisi praktis, hal ini penting bagi wilayah yang selama ini menghadapi tantangan infrastruktur dan kualitas jaringan. Dengan memindahkan pemrosesan data lebih dekat ke titik pengguna, layanan internet di daerah rural berpeluang menjadi lebih stabil dan konsisten.
Opsi ini juga mendukung strategi pemerataan layanan digital yang selama ini menjadi isu besar di Indonesia. Berikut dampak utama yang disasar dari penggunaan edge computing dalam jaringan:
| Fokus Teknologi | Manfaat yang Diharapkan |
|---|---|
| Pemrosesan lebih dekat ke pengguna | Latensi lebih rendah |
| Pengelolaan trafik yang efisien | Koneksi lebih stabil |
| Dukungan wilayah terpencil | Akses broadband lebih merata |
Arah baru untuk sektor enterprise
Pilar ketiga menyasar pasar enterprise melalui pengembangan use case AI yang lebih aplikatif. Telkomsel dan ZTE akan bekerja langsung dengan pelaku industri untuk menguji solusi yang sesuai kebutuhan bisnis.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk konsumen ritel. Perusahaan juga ingin membuka peluang penggunaan AI di sektor usaha, baik untuk efisiensi operasional, pengelolaan layanan, maupun inovasi produk.
Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan keandalan layanan dan memperluas akses broadband yang inklusif. Ia menyebut integrasi kapabilitas jaringan cerdas berbasis AI dapat membuka peluang baru bagi pelanggan dan pelaku industri di seluruh Indonesia.
Dari sisi ZTE, Presiden Direktur ZTE Indonesia Richard Liang menilai transformasi digital Indonesia menunjukkan momentum positif. Ia mengatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan jaringan yang lebih cerdas dan adaptif untuk menjawab kebutuhan pengguna serta industri.
Mengapa kolaborasi ini penting bagi Indonesia
Kerja sama Telkomsel dan ZTE hadir di tengah kebutuhan besar untuk mempercepat pemerataan internet di Indonesia. Masalah utama bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga konsistensi layanan dan jangkauan ke wilayah yang selama ini belum menikmati konektivitas optimal.
Dengan memadukan AI, 5G, dan edge computing, kedua perusahaan menargetkan jaringan yang lebih siap menghadapi beban trafik modern. Jika implementasinya berjalan efektif, kolaborasi ini bisa menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi infrastruktur dapat mendorong akses digital yang lebih luas tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Pada akhirnya, fokus utama dari kerja sama ini ada pada pengalaman pengguna yang lebih baik, konektivitas yang lebih inklusif, dan kesiapan jaringan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dalam jangka panjang.
Source: id.mashable.com