Apple Uji 4 Desain Kacamata Pintar, Langkah Ringan Setelah Vision Pro Tertahan

Apple dilaporkan sedang menguji empat desain untuk kacamata pintar generasi pertamanya, dengan target peluncuran awal pada 2027. Informasi ini mengemuka dari laporan Bloomberg yang dikutip TechCrunch, dan menunjukkan bahwa perusahaan masih berada pada tahap penyempurnaan bentuk sebelum menentukan desain final yang akan dibawa ke pasar.

Langkah ini menandai pergeseran Apple ke arah produk wearable yang lebih ringan dan praktis, setelah upaya besar di ranah mixed reality belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi pasar. Berbeda dari Vision Pro yang berfokus pada pengalaman komputasi spasial, kacamata pintar anyar Apple disebut akan dibuat tanpa layar dan lebih menekankan fungsi harian.

Empat desain yang sedang diuji Apple

Laporan tersebut menyebut ada empat pendekatan desain yang kini dipertimbangkan Apple. Dua di antaranya berbentuk persegi panjang, masing-masing dalam ukuran besar dan lebih ramping, sementara dua lainnya hadir dengan bentuk oval atau bulat dalam ukuran besar dan kecil.

Pilihan desain itu memperlihatkan bahwa Apple masih mencari keseimbangan antara estetika, kenyamanan, dan identitas produk. Salah satu desain yang disebut mirip dengan kacamata yang kerap dikenakan CEO Apple Tim Cook juga menunjukkan bahwa perusahaan ingin menghadirkan perangkat yang tetap terlihat seperti kacamata biasa.

Pilihan warna ikut diuji

Selain bentuk bingkai, Apple juga dikabarkan mencoba beberapa varian warna untuk kacamata pintar tersebut. Opsi yang disebut dalam laporan meliputi hitam, biru laut, dan cokelat muda.

Pendekatan ini penting karena perangkat wearable sangat bergantung pada penerimaan pengguna di ruang publik. Jika desainnya terlalu mencolok, kacamata pintar berisiko dianggap sebagai gadget niche, bukan aksesori harian yang bisa dipakai banyak orang.

Fokus pada fungsi harian, bukan layar

Tidak seperti headset AR atau mixed reality, kacamata pintar Apple dikabarkan tidak akan menampilkan layar. Fokus utamanya ada pada fungsi praktis seperti mengambil foto dan video, menerima panggilan, memutar musik, serta berinteraksi dengan Siri.

Model seperti ini membuat Apple bergerak lebih dekat ke kategori smart glasses ringan yang sudah lebih dulu diperkenalkan perusahaan lain. Produk tersebut dinilai lebih realistis untuk dipakai sepanjang hari karena tidak membebani pengguna dengan perangkat besar di wajah.

Mengikuti jejak pasar yang sudah lebih dulu terbentuk

Secara konsep, perangkat Apple ini disebut lebih dekat ke Ray-Ban Meta Smart Glasses milik Meta. Pendekatan itu menekankan integrasi kamera, audio, dan asisten digital tanpa harus membawa pengalaman visual full AR yang berat dan mahal.

Berikut ringkasan arah pengembangan yang dilaporkan:

  1. Desain lebih ringan dan natural untuk penggunaan harian.
  2. Tidak memakai layar pada generasi awal.
  3. Mengandalkan kamera, audio, dan Siri untuk fungsi utama.
  4. Disiapkan sebagai produk yang lebih siap pasar dibanding headset mixed reality.

Kehadiran kacamata pintar ini juga dapat dibaca sebagai upaya Apple mengulang strategi sukses di kategori perangkat pribadi, yakni memadukan desain premium dengan fitur yang terasa berguna. Jika benar meluncur pada 2027, produk ini berpotensi menjadi pintu masuk baru Apple ke pasar wearable yang lebih luas, terutama bagi pengguna yang belum siap menggunakan headset besar seperti Vision Pro.

Sampai tahap ini, Apple masih menguji bentuk, warna, dan arah produk sebelum masuk ke fase finalisasi. Dengan fokus pada kenyamanan dan fungsi sehari-hari, kacamata pintar Apple tampaknya disiapkan sebagai perangkat yang lebih mudah diterima publik dibandingkan generasi awal perangkat augmented reality yang selama ini belum sepenuhnya matang.

Exit mobile version