Amazon Beli Globalstar, Layanan Satelit iPhone Resmi Jadi Senjata Baru Lawan Starlink

Amazon memperkuat langkahnya di bisnis internet satelit lewat akuisisi Globalstar senilai $11.57 billion. Langkah ini menempatkan Amazon lebih dekat sebagai penantang langsung Starlink, layanan satelit milik SpaceX yang masih memimpin pasar global.

Akuisisi ini juga berdampak langsung pada ekosistem Apple karena Globalstar selama ini menjadi tulang punggung fitur satelit di iPhone dan Apple Watch. Berdasarkan struktur kesepakatan baru, layanan satelit untuk fitur keselamatan Apple tetap dipertahankan sehingga pengguna tidak mengalami gangguan saat transisi berlangsung.

Amazon mempercepat ekspansi satelit orbit rendah

Amazon sudah lebih dulu membangun jaringan satelit orbit rendah melalui program Amazon Leo. Dalam referensi yang diberikan, perusahaan ini disebut telah menempatkan lebih dari 200 satelit di orbit dan menargetkan ekspansi hingga sekitar 3.200 satelit pada 2029.

Target itu penting karena persaingan di sektor ini berjalan sangat cepat. Amazon juga menghadapi tekanan jadwal dari kewajiban regulasi untuk menempatkan sebagian signifikan konstelasinya sebelum Juli, sehingga akuisisi Globalstar memberi jalur yang lebih cepat untuk memperluas layanan konektivitas berbasis satelit.

Dengan mengakuisisi Globalstar, Amazon tidak memulai dari nol. Perusahaan memperoleh akses ke jaringan sekitar dua lusin satelit orbit rendah milik Globalstar, yang bisa langsung memperkuat ambisi direct-to-device atau koneksi dari satelit langsung ke perangkat.

Model direct-to-device dinilai strategis karena tidak bergantung pada menara seluler. Teknologi ini ditujukan untuk memperluas jangkauan komunikasi ke wilayah terpencil, area rural, dan lokasi yang selama ini sulit dijangkau jaringan darat.

Tantangan besar dari dominasi Starlink

Meski langkah Amazon tergolong agresif, posisi Starlink masih sangat kuat. Dalam data referensi, Starlink disebut mengoperasikan sekitar 10.000 satelit dan telah melayani lebih dari sembilan juta pengguna di seluruh dunia.

Skala operasi itu memberi keunggulan besar dalam cakupan layanan dan penetrasi komersial. Karena itu, akuisisi Globalstar dapat dibaca sebagai upaya Amazon untuk mengejar ketertinggalan dengan menggabungkan pembangunan infrastruktur baru dan pemanfaatan jaringan satelit yang sudah aktif.

Persaingan ini tidak hanya soal jumlah satelit. Perebutan pasar juga menyangkut siapa yang lebih cepat menghadirkan layanan satelit yang praktis untuk ponsel, perangkat wearable, dan operator seluler di kawasan dengan konektivitas terbatas.

Apple tetap memakai Globalstar untuk iPhone

Globalstar memiliki posisi penting di balik fitur satelit Apple. Jaringan ini digunakan untuk mendukung Emergency SOS, berbagi lokasi, pengiriman pesan ke layanan darurat, serta roadside assistance pada iPhone yang didukung dan Apple Watch tertentu.

Apple juga telah menginvestasikan sekitar $1.5 billion ke Globalstar untuk memperkuat ekosistem tersebut. Fakta ini menunjukkan bahwa nilai Globalstar tidak hanya terletak pada aset satelitnya, tetapi juga pada hubungan komersial dan teknologi yang sudah tertanam di produk Apple.

Dalam skema baru setelah akuisisi diumumkan, Amazon akan tetap mendukung layanan tersebut. Artinya, Apple pada praktiknya tetap menjadikan jaringan yang berasal dari Globalstar sebagai penyedia default untuk fitur satelit di iPhone, setidaknya untuk layanan keselamatan yang sudah berjalan saat ini.

Perangkat yang disebut bergantung pada jaringan Globalstar mencakup lini iPhone 14 dan model yang lebih baru, serta Apple Watch Ultra yang didukung. Saat jaringan seluler tidak tersedia, fitur ini menjadi alat keselamatan penting bagi pengguna di area terpencil.

Mengapa akuisisi ini penting bagi pasar

Akuisisi Globalstar memberi Amazon beberapa keuntungan sekaligus. Berikut dampak utamanya:

  1. Mempercepat masuk ke layanan direct-to-device.
  2. Menambah aset satelit orbit rendah yang sudah beroperasi.
  3. Memperoleh jalur komersial yang sudah teruji lewat kemitraan dengan Apple.
  4. Memperkuat posisi Amazon dalam persaingan melawan Starlink.
  5. Membuka peluang kerja sama lebih luas dengan operator seluler global.

Bagi Apple, manfaat utamanya adalah keberlanjutan layanan. Amazon disebut akan menjaga dukungan satelit tetap aktif untuk fitur keselamatan sambil mengembangkan peningkatan layanan di masa depan.

Rincian transaksi yang diumumkan

Struktur transaksi yang disebut dalam referensi memuat opsi bagi pemegang saham Globalstar. Mereka dapat memilih menerima $90 dalam bentuk tunai atau 0.3210 saham Amazon untuk setiap saham, dengan batas pembayaran tunai maksimal 40% dari total nilai transaksi.

Kesepakatan ini diperkirakan rampung pada 2027. Proses final masih menunggu persetujuan regulator dan penyelesaian tonggak penting dalam penyebaran satelit.

Jika transaksi selesai sesuai rencana, Globalstar akan masuk ke ekosistem satelit Amazon yang lebih luas. Integrasi itu diproyeksikan memperkuat layanan komunikasi langsung ke perangkat dan menjaga fitur satelit Apple tetap berjalan, di tengah persaingan industri yang semakin ketat untuk menguasai konektivitas global dari orbit rendah.

Source: www.indiatoday.in
Exit mobile version