Para astronom menemukan sebuah protobintang muda di awan molekul Taurus yang memperlihatkan perilaku tidak biasa. Objek bernama MC 27 itu diamati dengan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array atau ALMA di Chile, pada jarak sekitar 430 tahun cahaya dari Bumi.
Temuan ini menarik perhatian karena MC 27 termasuk salah satu bintang termuda yang pernah diamati secara rinci. Di sekelilingnya, tim peneliti juga mendeteksi cincin gas raksasa dengan ukuran sekitar 1.000 satuan astronomi, jauh lebih besar daripada struktur yang biasanya dikaitkan dengan tahap awal kelahiran bintang.
Mengapa protobintang ini penting
Astronom sudah lama memahami bahwa bintang lahir di wilayah padat gas dan debu. Namun, tahap rinci setelah proses runtuhnya awan antarbintang masih sulit dipetakan karena cahaya dari bintang muda sering tertutup oleh piringan protobintang yang tebal.
Karena itu, pengamatan terhadap objek sangat muda seperti MC 27 memberi nilai ilmiah besar. Sistem seperti ini dapat membuka jendela langka untuk melihat bagaimana materi bergerak, memanas, dan berinteraksi sebelum bintang benar-benar stabil.
Menurut artikel referensi Notebookcheck yang merangkum hasil pengamatan tersebut, cincin gas di sekitar MC 27 tampak sedikit lebih hangat daripada lingkungan sekitarnya. Perbedaan suhu ini menjadi petunjuk penting bahwa ada proses fisik aktif yang sedang bekerja di area itu.
Perilaku aneh yang belum terjelaskan penuh
Peneliti menduga cincin raksasa tersebut terbentuk akibat interaksi antara medan magnet dan piringan protobintang. Interaksi itu diyakini dapat memicu gelombang kejut yang kemudian memanaskan gas di sekitarnya.
Kazuki Tokuda, yang dikutip dalam laporan itu, menjelaskan bahwa data menunjukkan cincin tersebut sedikit lebih hangat dari lingkungan sekitarnya. Ia menyebut struktur itu kemungkinan dihasilkan oleh medan magnet yang menembus piringan protobintang, dan terkait dengan “bersin” material yang pernah diamati sebelumnya tetapi dalam skala yang jauh lebih besar.
Istilah “bersin” dalam konteks ini bukan istilah medis, melainkan gambaran untuk lontaran atau gangguan material dari sistem muda. Jika hipotesis itu benar, MC 27 dapat menunjukkan bahwa protobintang tidak selalu tumbuh secara tenang, tetapi bisa mengalami episode pelepasan energi dan materi yang sporadis.
Apa yang dilihat ALMA
ALMA sangat efektif untuk meneliti objek seperti ini karena mampu menangkap gelombang radio dan submilimeter. Panjang gelombang itu dapat menembus awan debu yang biasanya menghalangi teleskop optik.
Kemampuan tersebut membuat ALMA menjadi salah satu instrumen utama untuk mempelajari fase awal pembentukan bintang. Di wilayah seperti Taurus, tempat lahir banyak bintang muda, observatorium ini dapat memetakan distribusi gas, debu, dan perubahan suhu dengan detail tinggi.
Berikut poin utama dari temuan pada MC 27:
- Lokasi objek berada di awan molekul Taurus.
- Jaraknya sekitar 430 tahun cahaya dari Bumi.
- MC 27 tergolong protobintang yang sangat muda.
- Di sekelilingnya ada cincin gas besar sekitar 1.000 satuan astronomi.
- Cincin itu terdeteksi lebih hangat dibanding area sekitarnya.
- Penjelasan utama saat ini masih berupa hipotesis tentang peran medan magnet.
Mengapa misteri ini belum selesai
Dalam astronomi, satu pengamatan menarik belum cukup untuk memastikan mekanisme fisiknya. Peneliti masih perlu membandingkan MC 27 dengan protobintang lain, membuat simulasi komputer, dan menguji apakah cincin hangat serupa juga muncul di sistem muda yang lain.
Badan antariksa seperti NASA dan lembaga riset internasional selama ini menegaskan bahwa pembentukan bintang adalah proses kompleks yang melibatkan gravitasi, rotasi, turbulensi, medan magnet, serta aliran materi masuk dan keluar. Karena banyak faktor bekerja secara bersamaan, perilaku yang tampak aneh pada MC 27 justru bisa menjadi petunjuk bahwa model lama masih perlu disempurnakan.
Temuan seperti ini juga penting untuk memahami asal-usul sistem planet. Piringan gas dan debu di sekitar bintang muda merupakan tempat bahan baku planet terbentuk, sehingga setiap gangguan besar dapat memengaruhi bagaimana planet lahir, seberapa cepat terbentuk, dan seperti apa orbit akhirnya.
Untuk saat ini, MC 27 masih menjadi teka-teki yang memancing penelitian lanjutan. Selama observasi baru terus dilakukan, protobintang muda ini bisa menjadi salah satu kunci paling menarik untuk menjelaskan bagaimana bintang lahir dari awan gelap kosmik dan mengapa sebagian di antaranya menunjukkan perilaku yang sangat langka.
Source: www.notebookcheck.net






