Perubahan besar sedang menggeser arah karier software engineer, dan dampaknya tidak selalu nyaman bagi mereka yang ingin tetap bekerja murni di balik layar. Wakil Presiden sekaligus Distinguished Engineer bidang agentic AI di Amazon Web Services, Marc Brooker, menilai masa depan profesi ini bisa terasa “frustrating” bagi sebagian orang.
Dalam wawancara di The Peterman Pod, Brooker mengatakan pola kerja yang dulu identik dengan duduk sendirian, membuka IDE, lalu mengetik tanpa henti selama berjam-jam, kemungkinan makin sulit dipertahankan sebagai jalur karier utama. Ia menekankan bahwa interaksi dengan pelanggan dan pemahaman terhadap kebutuhan bisnis akan menjadi bagian yang semakin penting dalam dunia rekayasa perangkat lunak.
Peran engineer makin bergeser ke arah yang lebih dekat dengan pelanggan
Brooker melihat masa depan software engineering tidak lagi hanya soal menulis kode, tetapi juga soal memahami masalah yang benar-benar dihadapi pengguna. Menurut dia, jalur karier yang sepenuhnya berada di belakang layar akan makin jarang menjadi fondasi utama untuk berkembang.
Ia menilai periode ketika seorang engineer bisa fokus penuh pada coding tanpa banyak berhubungan dengan dunia luar akan berkurang. Sebaliknya, kemampuan untuk belajar langsung dari pelanggan dinilai akan menjadi nilai tambah yang makin tinggi di perusahaan teknologi.
Perubahan ini selaras dengan evolusi industri teknologi yang makin menuntut kecepatan adaptasi. AI, layanan cloud, dan kebutuhan bisnis yang bergerak cepat membuat engineer tidak cukup hanya piawai menulis kode, tetapi juga harus paham konteks produk yang dibangun.
Mengapa pendekatan “pure software career” dinilai makin sulit
Brooker menyebut model karier yang sepenuhnya berputar di sekitar aktivitas coding tanpa interaksi lain akan “lebih sulit dan lebih sulit” untuk dibangun. Hal ini bukan berarti coding kehilangan nilai, tetapi peran engineer diperkirakan akan melebar ke arah yang lebih kolaboratif dan strategis.
Ia menilai mereka yang tertarik keluar untuk belajar dari pelanggan, memahami apa yang mereka bangun, dan menyesuaikan solusi dengan kebutuhan nyata akan memiliki posisi yang lebih kompetitif. Dalam pandangannya, orientasi pada masalah nyata akan lebih dihargai dibanding sekadar keluaran kode yang banyak.
Pendekatan ini juga mencerminkan perubahan cara perusahaan teknologi menilai talenta. Engineer yang bisa membaca kebutuhan bisnis dan menerjemahkannya menjadi solusi teknis cenderung lebih mudah memberi dampak langsung pada produk.
Forward deployed engineer jadi contoh peran yang makin relevan
Salah satu contoh peran yang makin menonjol adalah forward deployed engineer, yakni software engineer yang bekerja dekat dengan tim pelanggan atau bahkan berada di dalam organisasi pelanggan untuk membantu pemanfaatan produk. Peran ini kerap dipandang sebagai jembatan antara teknologi dan kebutuhan operasional.
Dalam industri AI, posisi tersebut bahkan disebut sebagian pihak sebagai “the hottest job in AI”. Popularitas peran itu menunjukkan bahwa kemampuan teknis saja tidak lagi cukup jika tujuan akhirnya adalah adopsi produk yang lebih efektif di lapangan.
Berikut alasan mengapa peran seperti ini makin diminati:
- Mempercepat pemahaman masalah pelanggan secara langsung.
- Membantu perusahaan menyesuaikan produk dengan kebutuhan nyata.
- Menghubungkan tim teknis dengan tujuan bisnis.
- Meningkatkan peluang solusi dipakai secara luas dan konsisten.
Junior engineer menghadapi pasar kerja yang berubah
Brooker menyinggung bahwa junior software engineer dan profesional muda sedang menghadapi pasar kerja yang rumit. Saat pandemi, perekrutan sempat melonjak seiring maraknya kerja jarak jauh, tetapi banyak perusahaan kemudian memangkas tenaga kerja setelah dianggap terlalu ekspansif.
Setelah itu, gelombang AI yang makin mudah diakses ikut memicu efisiensi dan, di beberapa tempat, pemutusan kerja terkait otomatisasi. Namun kondisi tahun ini menunjukkan tanda pemulihan, karena sejumlah perusahaan teknologi mulai membuka kembali peluang untuk talenta level awal.
LinkedIn, IBM, dan Cognizant termasuk perusahaan yang menyatakan rencana memperluas perekrutan untuk level entry. Sementara itu, CEO Reddit Steve Huffman juga memuji lulusan baru yang “AI native” sebagai kelompok yang punya pembeda kuat dibanding generasi sebelumnya.
Kunci baru untuk engineer muda: fokus pada masalah yang penting
Brooker menegaskan bahwa junior software engineer perlu menemukan “problems that matter”. Menurut dia, hal itu menuntut pemahaman tentang pelanggan, bisnis, ekonomi, dan sistem secara lebih luas.
Artinya, kemampuan teknis tetap penting, tetapi akan lebih kuat jika disandingkan dengan rasa ingin tahu terhadap dampak produk di dunia nyata. Engineer yang memahami bagaimana sebuah fitur memengaruhi biaya, alur kerja, dan pengalaman pelanggan akan lebih siap menghadapi tuntutan industri yang terus berubah.
Dalam konteks ini, masa depan software engineering tampak bergerak ke arah yang lebih multidisipliner. Engineer yang mampu menulis kode, berpikir sistemik, dan berbicara dengan pelanggan akan berada pada posisi yang lebih kuat saat perusahaan teknologi terus mencari talenta yang tidak hanya produktif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan bisnis dan pengguna.
