
Oppo kembali menarik perhatian pasar ponsel murah dengan kehadiran A6C yang membawa desain premium dan spesifikasi yang terasa lebih tinggi dari kelas harganya. Perangkat ini menyasar pengguna yang mencari HP terjangkau, tetapi tetap ingin tampilan modern, baterai besar, dan layar yang nyaman dipakai harian.
Di tengah persaingan entry-level yang makin padat, Oppo A6C menonjol karena menggabungkan estetika ala ponsel kelas atas dengan fitur yang relevan untuk kebutuhan harian. Kombinasi ini membuatnya berpotensi menjadi salah satu opsi paling menarik bagi pembeli yang ingin nilai pakai tinggi tanpa harus membayar mahal.
Desain premium jadi daya tarik utama
Oppo A6C membawa pendekatan desain yang berbeda di kelasnya. Bagian belakangnya memakai tekstur feather pattern yang terinspirasi dari ujung sayap burung, sehingga permukaan bodi terlihat lebih hidup saat terkena pantulan cahaya dari sudut berbeda.
Modul kamera di belakang juga dibuat mencolok dengan tiga lingkaran besar yang tersusun di atas bidang berbentuk persegi panjang. Secara visual, tampilannya memberi kesan flagship dan sekilas mengingatkan pada bahasa desain ponsel premium yang biasanya hadir di kelas lebih tinggi.
Pilihan warna terdiri dari Feather White, Feather Purple, dan Stone Brown. Tiga opsi ini memberi karakter visual yang berbeda, mulai dari kesan bersih, mewah, hingga lebih kalem dan elegan.
Bodi masih nyaman untuk pemakaian harian
Secara ukuran, Oppo A6C memiliki dimensi 166,48 mm × 78,23 mm × 8,95 mm. Bobotnya sekitar 215 gram, sehingga perangkat terasa kokoh di tangan tanpa sepenuhnya mengorbankan kenyamanan saat digunakan cukup lama.
Desain fisik seperti ini penting bagi pengguna yang lebih sering memakai ponsel untuk aktivitas harian. Ukuran yang masih proporsional membuatnya tetap nyaman dipakai untuk browsing, chatting, menonton video, hingga penggunaan media sosial dalam durasi panjang.
Layar 120 Hz jadi nilai tambah penting
Pada sektor tampilan, Oppo A6C menggunakan panel IPS LCD 6,75 inci dengan resolusi HD+ 1570 × 720 piksel. Meski resolusinya belum Full HD, layar ini sudah dibekali refresh rate 120 Hz yang membuat animasi, scrolling, dan transisi antarmenu terasa lebih halus.
Selain itu, touch sampling rate 240 Hz membantu respons sentuhan terasa lebih cepat. Tingkat kecerahan layar mencapai 700 nits dan bisa naik hingga 900 nits dalam mode High Brightness Mode, sehingga layar tetap terbaca saat dipakai di luar ruangan.
Spesifikasi utama Oppo A6C
- Chipset: Unisoc T7250
- CPU: octa-core
- GPU: Mali-G57
- RAM: 4 GB LPDDR4X
- Penyimpanan: 64 GB dan 128 GB UFS 2.2
- Ekspansi memori: tersedia slot microSD
- Baterai: 7000 mAh
- Pengisian daya: 15 watt
Kombinasi ini menunjukkan bahwa Oppo menargetkan pengguna yang lebih mementingkan kestabilan dan efisiensi daya dibanding performa ekstrem. Untuk aktivitas umum seperti chatting, streaming, navigasi, dan game ringan, spesifikasi tersebut masih tergolong memadai.
Kamera cukup fungsional untuk kebutuhan sehari-hari
Oppo A6C dibekali kamera utama 13 MP dengan autofocus. Sektor kamera ini memang tidak dibuat agresif untuk bersaing di ranah fotografi kelas menengah, tetapi tetap disiapkan agar fungsional untuk kebutuhan dokumentasi harian.
Fitur seperti portrait, night mode, panorama, dan mode profesional ikut tersedia. Di bagian depan, kamera 5 MP dapat digunakan untuk swafoto dan panggilan video, sementara perekaman video mendukung resolusi hingga 1080p pada 30 fps.
Baterai besar menjadi pembeda utama
Salah satu nilai paling kuat dari Oppo A6C ada pada baterainya yang berkapasitas 7000 mAh. Kapasitas sebesar ini memberi peluang penggunaan satu hari penuh, bahkan lebih, pada pemakaian normal.
Pengisian dayanya memang masih 15 watt, tetapi kapasitas baterai besar tetap relevan bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Oppo juga menambahkan teknologi perlindungan baterai agar daya tahan jangka panjang tetap terjaga.
Fitur tambahan dan konektivitas
Perangkat ini sudah dilengkapi sensor sidik jari di samping, face unlock, sertifikasi IP64, jack audio 3,5 mm, dan port USB Type-C. Dukungan jaringan meliputi 4G LTE, Wi-Fi 5, Bluetooth 5.2, dual SIM, serta belum tersedia NFC.
Berikut ringkasan fitur tambahannya:
- Sensor sidik jari samping
- Face unlock
- Sertifikasi IP64
- Jack audio 3,5 mm
- USB Type-C
- Dual SIM
- Wi-Fi 5 dan Bluetooth 5.2
Dari sisi harga, Oppo A6C dipasarkan di Thailand dengan kisaran Rp2,6 juta untuk varian 4/64 GB dan Rp3,1 juta untuk varian 4/128 GB. Dengan posisi tersebut, Oppo A6C tampil sebagai salah satu HP murah yang menawarkan desain premium, layar cepat, baterai besar, dan fitur harian yang masih relevan untuk banyak pengguna.









