CopprLink, standar eGPU besutan PCI-SIG, baru saja mencetak hasil uji yang sulit diabaikan. Dalam pengujian PCWorld, sebuah setup external GPU berbasis CopprLink dengan RTX 5090 mampu mendekati performa native, atau hampir setara dengan koneksi GPU langsung ke motherboard.
Hasil ini penting karena dunia eGPU selama ini selalu dibatasi bandwidth dan latensi. Thunderbolt dan OCuLink memang populer, tetapi CopprLink menawarkan jalur PCIe 5.0 x16 penuh dengan bandwidth hingga 64 GB/s, jauh di atas OCuLink yang berbasis PCIe 4.0 x8 dan mentok di 16 GB/s.
CopprLink tampil seperti GPU internal
Pengujian PCWorld menunjukkan bahwa GPU RTX 5090 yang dipasang melalui CopprLink langsung terdeteksi oleh sistem tanpa konfigurasi rumit. Di Device Manager, perangkat dikenali otomatis, seolah-olah kartu grafis itu terpasang langsung di slot PCIe pada motherboard.
Kinerja yang dicapai juga mengejutkan. Selisih performa antara CopprLink eGPU dan koneksi PCIe native dilaporkan hanya 2,29%, angka yang membuat standar eGPU lain tampak tertinggal jauh.
Perbedaan sekecil itu menjadi sorotan karena selama ini eGPU hampir selalu gagal menyamai performa internal. Bahkan saat protokol tunneling tidak menjadi bottleneck utama, jalur eksternal tetap kalah dari koneksi PCIe penuh.
Rangkaian perangkat yang dipakai bukan kelas konsumen
Setup uji ini menggunakan HighPoint RocketStor 8631D sebagai enclosure eGPU. Perangkat tersebut dibanderol $1,300 dan bukan ditujukan untuk gamer biasa, melainkan untuk lingkungan server, deployment skala rak, dan beban kerja AI.
Enclosure itu membawa catu daya 1,300W dan kabel 16-pin yang cocok untuk GPU generasi terbaru. Ukurannya juga besar dan aliran udaranya dirancang untuk menampung kartu grafis kelas atas tanpa kompromi berarti.
Di sisi host, PCWorld memakai kartu HighPoint Rocket 7634D CDFP seharga $999 sebagai adapter tambahan. Kartu ini dipasang pada slot x16 standar dan berfungsi sebagai titik koneksi CopprLink menuju perangkat utama.
Biaya tambahan jadi hambatan terbesar
Total perangkat tambahan untuk membuat sistem ini berjalan mencapai $2,300, belum termasuk harga GPU itu sendiri. Dengan RTX 5090 sebagai kartu uji, nilai keseluruhan sistem diperkirakan melampaui $5,000.
Biaya setinggi itu menjelaskan mengapa CopprLink belum bergerak ke pasar massal. Teknologi ini terlalu mahal untuk pengguna umum, apalagi jika tujuannya hanya gaming atau produktivitas standar.
Mengapa hasil ini berbeda dari eGPU lain
CopprLink memakai konektor fisik CDFP yang dirancang sangat kokoh. Begitu terpasang, kabel tidak mudah dilepas tanpa menarik tab pelepas secara sengaja, menandakan desain yang lebih dekat ke penggunaan profesional daripada aksesori rumahan.
Berbeda dari Thunderbolt atau OCuLink yang masih membawa keterbatasan desain koneksi eksternal, CopprLink mengalirkan PCIe 5.0 x16 penuh. Itu memberi ruang jauh lebih besar untuk GPU modern yang haus bandwidth, terutama kelas atas seperti RTX 5090.
Faktor yang masih menahan adopsi luas
Meski hasilnya impresif, PCWorld juga mencatat ada kemungkinan selisih performa kecil dipengaruhi riser PCIe 4.0 pada adapter CDFP. Jika riser PCIe 5.0 dipakai, hasilnya mungkin bisa lebih dekat lagi ke angka tanpa jarak.
Selain itu, adapter yang dipakai memang dibuat untuk sistem enterprise, sehingga masih ada ruang penyempurnaan tuning di sisi konsumen. Namun temuan ini sudah cukup untuk menunjukkan bahwa CopprLink saat ini berada di level yang belum bisa didekati standar eGPU arus utama.
Untuk pengguna yang mencari fleksibilitas laptop atau handheld, CopprLink belum terasa praktis karena biaya dan ekosistemnya masih terbatas. Tetapi dari sisi teknis, pengujian ini menegaskan bahwa external GPU akhirnya bisa menembus batas lama dan memberikan performa yang nyaris identik dengan GPU yang terpasang langsung di motherboard.
