POCO M7 Pro 5G masuk ke segmen harga Rp2,5 hingga Rp3 jutaan dan langsung menarik perhatian karena membawa kombinasi yang jarang lengkap di kelasnya. Ponsel ini menawarkan layar AMOLED 120Hz, kamera dengan OIS, serta performa yang cukup stabil untuk gaming ringan hingga menengah.
Pertanyaannya, apakah perangkat ini benar-benar worth it untuk gamer, atau justru ada lawan yang lebih layak dipilih di kelas yang sama? Dari data yang tersedia, POCO M7 Pro 5G memang tampil kompetitif, tetapi posisinya belum sepenuhnya dominan karena beberapa rival punya keunggulan yang lebih spesifik.
Performa Gaming yang Stabil untuk Kelas Harga
POCO M7 Pro 5G mengandalkan MediaTek Dimensity 7025-Ultra dengan fabrikasi 6nm. Dukungan RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB membuatnya cukup leluasa untuk multitasking dan menyimpan game berukuran besar.
Dalam pengujian gaming, ponsel ini terlihat paling nyaman saat dipakai bermain Mobile Legends dan Free Fire. Kedua game tersebut bisa dijalankan pada pengaturan grafis tinggi dengan frame rate yang stabil.
Saat masuk ke game menengah seperti PUBG Mobile, performanya masih tergolong aman. Setting Smooth hingga Balanced masih bisa dipakai dengan respons layar yang tetap enak untuk permainan kasual maupun kompetitif.
Situasinya berubah ketika dipakai untuk game berat seperti Genshin Impact atau Honkai Star Rail. Pada skenario ini, perangkat disarankan berjalan di setting Low agar frame rate tetap stabil di kisaran 30 hingga 45 FPS.
Layar dan Daya Jadi Nilai Tambah
Daya tarik utama POCO M7 Pro 5G tidak hanya datang dari chip yang dipakai. Layar AMOLED 6,67 inci dengan refresh rate 120Hz memberi pengalaman visual yang mulus, sementara kecerahan hingga 2.100 nits membuat layar tetap terbaca saat dipakai di bawah sinar matahari langsung.
Sektor daya juga cukup solid untuk kebutuhan harian dan gaming ringan. Baterai 5.110 mAh dipasangkan dengan pengisian cepat 45W, sehingga pengguna tidak perlu terlalu lama menunggu saat isi ulang.
Fitur pendukung seperti NFC, IR Blaster, dan jack audio 3,5 mm juga masih tersedia. Kehadiran tiga fitur ini menambah nilai praktis, terutama bagi pengguna yang masih menginginkan perangkat dengan konektivitas dan fleksibilitas lengkap.
Kendalanya Masih Ada di Beberapa Sektor
Meski cukup menarik, POCO M7 Pro 5G belum bebas dari kompromi. Perekaman video masih dibatasi pada 1080p 30fps, sedangkan beberapa pesaing sudah menawarkan opsi yang lebih tinggi.
Selain itu, penggunaan storage UFS 2.2 juga mulai terasa tertinggal jika dibandingkan kompetitor yang lebih agresif di sektor kecepatan penyimpanan. Untuk sebagian pengguna, hal ini mungkin bukan masalah besar, tetapi tetap menjadi catatan saat menilai nilai jual keseluruhan.
Manajemen suhu menjadi salah satu aspek yang cukup meyakinkan. Setelah pemakaian gaming selama 1 hingga 2 jam, suhu perangkat disebut berada di kisaran 38 hingga 42 derajat Celcius, yang masih tergolong aman dan tidak terlalu mengganggu kenyamanan bermain.
Lawan Terberat di Kelas yang Sama
Di antara rival yang disebut, iQOO Z9x terlihat paling mengancam untuk pengguna yang memprioritaskan efisiensi daya. Perangkat itu disebut punya daya tahan yang lebih baik dan durasi bermain yang lebih panjang.
Redmi Note 15 Pro hadir sebagai opsi bagi pengguna yang mengejar pengalaman yang lebih lengkap, terutama pada sisi kamera dan tampilan visual yang terasa lebih premium. Sementara itu, Samsung Galaxy A26 5G unggul lewat dukungan software jangka panjang dan kualitas layar yang lebih konsisten.
Jika dilihat secara keseluruhan, POCO M7 Pro 5G berada di posisi tengah yang cukup aman. Perangkat ini cocok untuk pengguna yang ingin ponsel serbabisa dengan fokus gaming yang masih kuat, tetapi pilihan lain bisa lebih menarik jika prioritas utamanya ada di efisiensi baterai, kualitas kamera, atau dukungan software.
