
ByteDance resmi meluncurkan model video AI terbarunya, Seedance 2.0, ke lebih dari 100 negara melalui BytePlus ModelArk API. Peluncuran ini berlangsung secara global, tetapi tidak mencakup Amerika Serikat.
Informasi itu memperjelas spekulasi sebelumnya yang menyebut peluncuran global dihentikan. BytePlus, unit cloud milik ByteDance, juga menegaskan peluncuran tersebut lewat akun X dengan pernyataan bahwa “Dreamina Seedance 2.0 is now live via BytePlus ModelArk API.”
ByteDance menyatakan pengecualian Amerika Serikat bukan keputusan khusus untuk Seedance 2.0. Dalam keterangan email kepada India Today Tech, perusahaan menyebut, “The US is not a market that BytePlus serves, and it never has; this exclusion is not specific to Dreamina Seedance 2.0.”
Peluncuran global di tengah tekanan hukum
Ekspansi Seedance 2.0 terjadi saat ByteDance menghadapi sorotan dari studio besar Hollywood. Disney dan Paramount disebut telah mengirimkan legal notice setelah pengguna di China membuat klip yang menampilkan adegan bergaya film Hollywood dengan model tersebut.
Kasus itu memicu perdebatan baru soal batas penggunaan karya berhak cipta dalam pengembangan AI generatif. Kekhawatiran meningkat setelah muncul video yang menggambarkan adegan dari waralaba populer seperti Marvel dan Star Wars.
Disney menuduh ByteDance melanggar hak kekayaan intelektual mereka. Perusahaan itu juga menilai karakter miliknya digunakan untuk melatih Seedance 2.0 dan materi berhak cipta didistribusikan seolah menjadi seni domain publik.
Paramount Skydance menyampaikan keberatan dengan bahasa yang lebih keras. Mereka menggambarkan tindakan ByteDance sebagai “blatant infringement” terhadap kekayaan intelektual milik perusahaan.
Apa itu Seedance 2.0
Seedance 2.0 adalah model terbaru ByteDance untuk pembuatan video berbasis AI. Produk ini sebelumnya sudah tersedia di China sebelum kemudian diperluas ke pasar internasional.
Kehadiran model ini menarik perhatian karena kemampuannya menghasilkan klip video dari prompt pengguna. Namun, kemampuan tersebut juga memunculkan risiko ketika hasil video menyerupai karakter, adegan, atau gaya visual yang terkait dengan studio besar.
Di China, penggunaan Seedance 2.0 sempat ramai dibicarakan setelah pengguna membuat cuplikan yang meniru suasana film-film Hollywood. Dari situlah tekanan hukum terhadap ByteDance mulai menguat.
Siapa yang bisa mengakses
Seedance 2.0 tidak dibuka sebagai layanan umum untuk semua pengguna. Model ini tersedia bagi pelanggan enterprise melalui BytePlus ModelArk API.
Cakupan layanannya disebut sudah mencakup lebih dari 100 negara. Beberapa negara yang disebut dalam referensi antara lain India, Kanada, Australia, dan Inggris Raya.
Skema ini menunjukkan ByteDance membidik pengembang dan perusahaan, bukan langsung pasar konsumen umum. Dengan pendekatan API, Seedance 2.0 berpotensi dipakai untuk integrasi ke produk, platform, atau alur kerja bisnis lain.
Peluang di tengah perubahan pasar AI video
Peluncuran internasional Seedance 2.0 datang pada saat pasar generator video AI sedang bergerak cepat. Referensi menyebut banyak pengguna mungkin mencari alternatif setelah OpenAI menutup Sora, baik aplikasi maupun API untuk pengembang.
Situasi itu bisa membuka ruang bagi Seedance 2.0 untuk menarik minat pengembang. Bagi perusahaan yang membutuhkan model video AI, ketersediaan API lintas negara menjadi nilai tambah yang penting.
Meski demikian, ekspansi ini tetap dibayangi isu kepatuhan hukum. Risiko sengketa hak cipta masih menjadi salah satu tantangan utama bagi penyedia model generatif, terutama ketika sistem dapat menghasilkan konten yang menyerupai properti hiburan terkenal.
Pembatasan untuk menekan risiko
Untuk mengurangi potensi masalah hukum, BytePlus menerapkan pembatasan pada Seedance 2.0. Perusahaan membatasi penggunaan wajah manusia yang realistis dalam prompt video.
Langkah itu menunjukkan adanya upaya mitigasi sejak awal distribusi internasional. Meski belum menjawab semua pertanyaan terkait hak cipta, pembatasan tersebut dapat dibaca sebagai sinyal bahwa ByteDance berusaha mengontrol jenis konten yang dihasilkan modelnya.
Hingga kini tidak ada petunjuk bahwa Seedance 2.0 akan segera hadir di Amerika Serikat. Di luar pasar itu, model ini tetap melaju lewat jalur enterprise dan berada di persimpangan antara peluang bisnis AI video global dan tekanan hukum dari industri hiburan.
Source: www.indiatoday.in







