Bos Snap Sesumbar Kacamata Pintarnya Akan Tinggalkan Meta, Rahasianya Ada di Layar Waveguide

Snap menegaskan ambisinya di pasar kacamata pintar lewat perangkat baru bernama Specs yang dijadwalkan meluncur tahun ini. Dalam wawancara dengan podcast Founders, CEO Snap Evan Spiegel menyebut kendali atas perangkat keras sebagai faktor penting untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang “extraordinary”.

Pernyataan itu langsung dibaca sebagai sinyal bahwa Snap ingin menantang dominasi pemain yang sudah lebih dulu menonjol, termasuk Ray-Ban Meta. Di saat yang sama, Spiegel juga melontarkan kritik halus terhadap pendekatan kompetitor yang mengandalkan gabungan komponen dari banyak pihak.

Fokus pada kendali hardware

Menurut Spiegel, perangkat sekecil dan seringan kacamata pintar tidak bisa mengandalkan integrasi seadanya. Ia mengatakan kontrol terhadap hardware diperlukan untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang kuat, karena titik temu antara hardware dan software menjadi inti dari kualitas produk.

Snap menilai pengembangan sebagian komponen secara internal memberi keunggulan yang sulit ditiru. Spiegel menyebut banyak merek sedang “merakit” komponen dari berbagai sumber, dan pendekatan semacam itu dianggap bukan strategi terbaik untuk kategori produk yang sangat sensitif terhadap ukuran, bobot, dan kenyamanan.

Komentar itu sekaligus menyinggung lanskap persaingan saat ini. Spiegel juga menyatakan kemitraan EssilorLuxottica dengan Meta terlihat lebih menguntungkan bagi Meta, lalu menambahkan sindiran tajam bahwa merek Meta bukan sesuatu yang ingin diletakkan orang dekat wajah mereka.

Layar waveguide jadi senjata utama

Dari sedikit informasi yang sudah dibuka Snap, komponen layar tampaknya akan menjadi pembeda paling penting pada Specs. Spiegel menyebut area display sebagai wilayah di mana Snap benar-benar bisa melakukan diferensiasi.

Ia mengatakan Snap memiliki waveguide display dengan performa sangat tinggi dan proyektor buatan sendiri yang ukurannya sangat kecil. Menurutnya, kombinasi itu memungkinkan resolusi tinggi, ketajaman visual, serta field-of-view yang lebar dalam format kacamata yang tetap ringkas.

Spiegel bahkan menilai belum ada perusahaan lain yang menyamai kemampuan Snap dalam menghadirkan pengalaman produk pada aspek tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan mengembangkan sendiri bagian penting ini telah menciptakan keunggulan kompetitif yang nantinya akan langsung dirasakan konsumen.

Pernyataan itu penting karena pasar kacamata pintar sering tersendat pada kompromi teknis. Banyak produk menjanjikan fitur canggih, tetapi berhadapan dengan kendala bobot, ukuran komponen, tampilan visual, dan daya tahan baterai.

Tetap menggandeng Qualcomm

Meski menekankan pengembangan internal, Snap tidak menutup diri terhadap kemitraan teknologi. Perusahaan baru saja mengumumkan kerja sama multi-tahun dengan Qualcomm, dan Specs akan memakai platform Snapdragon XR.

Langkah ini menunjukkan Snap memilih pendekatan hibrida. Display dan pengalaman software diklaim menjadi area yang dikendalikan ketat oleh Snap, sementara prosesor dan platform inti dipercayakan kepada mitra yang sudah berpengalaman di komputasi extended reality.

CEO Qualcomm Cristiano Amon menggambarkan arah pengembangan perangkat ini sebagai bagian dari era komputasi berikutnya. Ia menyebut perangkat masa depan akan memahami apa yang dilihat, didengar, dan diucapkan pengguna, termasuk konteks di sekitarnya, lalu merespons secara instan.

Amon juga mengatakan kolaborasi pada generasi Specs berikutnya ditujukan untuk menghadirkan perangkat AR interaktif yang hemat daya. Targetnya adalah pengalaman yang terasa natural, intuitif, dan menyatu dengan kehidupan sehari-hari.

Artikel referensi menyebut platform Snapdragon XR yang dipakai belum dirinci. Namun, opsi yang mungkin disebut hanya Snapdragon AR1 Gen 1 atau Snapdragon AR2 Gen 1, tanpa konfirmasi resmi dari Snap.

Persaingan makin rapat

Posisi Snap menarik karena perusahaan ini bukan pendatang baru sepenuhnya di kategori tersebut. Pengujian melalui Spectacles generasi kelima memberi landasan bagi Snap untuk menyempurnakan display, software, dan pemahaman soal bagaimana kacamata AR dipakai di dunia nyata.

Di sisi lain, pasar juga sedang diisi oleh sejumlah nama besar. Selain Meta, ada Google dengan kacamata AI, rencana smartglasses dari Samsung, serta merek lain seperti Even Realities yang ikut menekan kompetisi.

Karena itu, klaim Spiegel bukan sekadar promosi produk baru. Pesan utamanya adalah Snap ingin menang bukan lewat merek mode atau kolaborasi semata, melainkan lewat kontrol teknis yang lebih dalam atas pengalaman visual dan interaksi pengguna.

Sampai saat ini, tanggal peluncuran spesifik Specs belum diumumkan. Yang sudah ditegaskan hanya bahwa perangkat itu diharapkan hadir tahun ini, dengan fokus besar pada layar waveguide, desain ringkas, dan pengalaman AR yang menurut Snap akan menjadi pembeda paling nyata di tengah persaingan yang kian padat.

Source: www.androidpolice.com
Exit mobile version