Mantan Developer Gothic Lepas Cralon, Atmosfernya Dipuji tapi Combat dan Bug Menjatuhkannya

Cralon hadir sebagai game perdana Pithead Studio, tim baru yang didirikan oleh mantan pengembang Gothic, Jennifer dan Björn Pankratz. Namun sambutan awal di Steam menunjukkan bahwa nama besar di balik proyek ini belum cukup untuk menjamin hasil yang memuaskan.

Game ini diposisikan sebagai 3D dungeon crawler sudut pandang orang pertama dengan unsur RPG dan petualangan. Di atas kertas, konsep itu tampak menjanjikan karena menawarkan eksplorasi ruang bawah tanah yang lebih imersif dibanding banyak game sejenis.

Latar proyek dan premis permainan

Pithead Studio dibentuk setelah Jennifer dan Björn Pankratz meninggalkan Piranha Bytes. Cralon kemudian diperkenalkan lewat trailer pertamanya sebagai game fantasi gelap yang berfokus pada eksplorasi, pertarungan, dan pencarian jalan keluar dari lingkungan bawah tanah yang berbahaya.

Dalam permainan ini, pemain turun ke tambang tua dan harus berjuang keluar sambil mengumpulkan perlengkapan, menyelesaikan misi, dan menghadapi iblis. Struktur seperti ini mengikuti formula klasik dungeon crawler, tetapi dibungkus dengan presentasi 3D penuh dari perspektif first-person.

Nilai plus yang tetap terlihat

Di tengah respons yang campuran, Cralon tetap mendapat pujian pada beberapa aspek penting. Sejumlah pemain menilai atmosfer dungeon terasa menekan dan berhasil membangun rasa terisolasi yang kuat.

Desain suara juga disebut sebagai salah satu kekuatan utama game ini. Pengisi suara berbahasa Jerman ikut menambah karakter dan membantu suasana dunia yang suram terasa lebih hidup.

Presentasi first-person dalam ruang sempit tambang menjadi elemen yang paling efektif untuk menciptakan imersi. Pendekatan ini membuat Cralon memiliki identitas yang cukup jelas di antara game dungeon crawler lain yang sering memakai tampilan lebih tradisional.

Masalah utama ada pada gameplay

Pujian tersebut tidak menutup kelemahan yang paling sering dibahas pemain, yaitu kualitas gameplay. Sistem pertarungan menjadi titik kritik terbesar dan dinilai belum memberi sensasi aksi yang memuaskan.

Sejumlah ulasan pengguna menyoroti hit feedback yang lemah. Serangan disebut terasa kurang berbobot, sehingga bentrokan jarak dekat tidak memberi kepastian apakah pukulan benar-benar mengenai lawan dengan tepat.

Masalah lain muncul pada hitbox yang dianggap kurang jelas. Ketidakakuratan semacam ini membuat pertarungan terasa tidak konsisten dan memicu frustrasi saat pemain harus menghadapi musuh dalam ruang yang sempit.

Kontrol yang dinilai lamban ikut memperburuk pengalaman bertarung. Ketika game mengandalkan duel jarak dekat di lorong dan ruangan terbatas, respons karakter yang tidak gesit bisa langsung mengganggu ritme permainan.

Kendala teknis dan struktur yang melelahkan

Cralon juga dibayangi sejumlah persoalan teknis. Ulasan di Steam menyebut adanya masalah performa, animasi yang kaku, serta bug yang membuat kualitas keseluruhan terasa belum matang.

Keluhan tidak berhenti pada aspek teknis. Dialog dinilai terlalu dominan oleh sebagian pemain, sementara alur quest dianggap berjalan lambat dan terlalu sering memaksa backtracking.

Backtracking memang bukan hal asing dalam genre dungeon crawler. Namun ketika dipadukan dengan pertarungan yang belum solid dan performa yang tidak stabil, perjalanan bolak-balik justru terasa seperti beban, bukan bagian alami dari tantangan eksplorasi.

Data ulasan Steam memperlihatkan respons yang belum kuat

Pada saat artikel referensi ditulis, Cralon mengumpulkan 62 ulasan di Steam. Dari jumlah itu, 66 persen tercatat positif, sebuah angka yang menunjukkan penerimaan campuran, bukan antusiasme kuat.

Persentase tersebut penting karena menggambarkan posisi game ini di mata pemain awal. Cralon bukan game yang sepenuhnya ditolak, tetapi juga belum mampu membangun reputasi sebagai debut yang meyakinkan.

Harga sekitar $20 ikut menjadi bahan perdebatan. Beberapa pemain merasa banderol itu terlalu tinggi untuk kondisi game yang oleh mereka dinilai masih menyerupai versi beta.

Bagi calon pembeli yang masih ragu, tersedia demo gratis untuk dicoba lebih dulu. Sementara itu, kompatibilitas Steam Deck masih berstatus “Unknown”, sehingga belum ada kepastian bagi pengguna perangkat tersebut.

Mengapa game ini dinilai belum memenuhi harapan

Salah satu alasan Cralon dianggap belum berhasil sepenuhnya terletak pada jurang antara konsep dan eksekusi. Ide tentang dungeon crawler 3D dari mantan pengembang Gothic jelas menarik, tetapi daya tarik konsep itu belum diterjemahkan menjadi permainan yang konsisten enak dimainkan.

Atmosfer, audio, dan sudut pandang first-person menunjukkan fondasi yang menjanjikan. Akan tetapi, untuk genre yang sangat bergantung pada rasa bertarung, respons kontrol, dan alur eksplorasi yang memikat, kelemahan pada area inti sulit ditutupi oleh presentasi yang kuat.

Itu sebabnya respons terhadap Cralon cenderung hangat-hangat kuku, bukan karena game ini tidak punya identitas, melainkan karena elemen dasarnya belum bekerja sebaik yang diharapkan. Kehadiran demo gratis menjadi opsi paling aman bagi pemain yang tertarik pada nuansa gelap dan akar kreatif di balik proyek ini, tetapi masih ingin memastikan apakah atmosfer yang dipuji itu cukup untuk menutupi kekurangan pada gameplay dan performanya.

Source: www.notebookcheck.net

Terkait