China Kunci Keran Tipping Live Streaming, Anak Di Bawah 16 Tahun Wajib Izin Wali

Pemerintah China memperketat pengawasan layanan pemberian hadiah atau tipping dalam live streaming. Aturan baru yang dikeluarkan regulator ruang siber tertinggi, CAC, menekankan transparansi finansial dan perlindungan pengguna di bawah umur.

Kebijakan ini datang saat monetisasi siaran langsung makin masif di berbagai platform digital. Regulasi baru itu menuntut platform lebih terbuka, lebih ketat, dan lebih mudah diawasi pengguna maupun keluarga.

Aturan baru untuk fitur top-up dan hadiah

Melalui notifikasi dari Kantor Komisi Urusan Ruang Siber Pusat yang dilansir China Daily, pemerintah menetapkan 11 persyaratan spesifik bagi platform digital. Aturan tersebut mengikat layanan yang menyediakan fitur pengisian saldo dan pemberian hadiah dalam siaran langsung.

Platform wajib menjelaskan aturan layanan secara langsung dan ringkas kepada pengguna. Mereka juga dilarang memakai istilah berbelit-belit atau tautan berulang yang bisa membingungkan.

Regulator turut mewajibkan fitur pengingat dan batas maksimal pengeluaran. Tujuannya untuk menekan risiko konsumsi berlebihan di dalam ekosistem live streaming.

Selain itu, platform tidak boleh menampilkan data pengeluaran pengguna secara publik tanpa izin eksplisit. Larangan ini mencakup riwayat top-up atau pembelian hadiah yang selama ini berpotensi membuka privasi finansial pengguna.

Fokus utama: perlindungan anak di ruang digital

Regulasi baru ini memberi perhatian besar pada pengguna anak dan remaja. Untuk anak di bawah 8 tahun, platform dilarang menyediakan layanan tipping dalam bentuk apa pun.

Bagi pengguna berusia 8 hingga 16 tahun, akses tipping hanya boleh diberikan jika platform sudah memperoleh izin dari wali atau orang tua. Ketentuan ini menempatkan persetujuan keluarga sebagai syarat utama sebelum transaksi berbayar dilakukan.

Untuk pengguna berusia 16 tahun ke atas, platform harus memverifikasi izin wali atau memastikan adanya bukti penghasilan mandiri. Langkah ini dibuat agar akses ke fitur berbayar tidak diberikan hanya berdasarkan klaim sepihak.

CAC juga meminta platform memantau perilaku tipping yang tidak wajar. Jika muncul sengketa yang melibatkan anak di bawah umur, proses pengembalian dana harus dibuat lebih mudah.

Sanksi bagi akun streamer yang melanggar

Aturan baru ini tidak hanya menyasar platform, tetapi juga akun streamer yang melanggar. Jika sebuah akun terbukti melanggar hukum atau menyebarkan konten berbahaya, hak monetisasinya akan dibekukan selama masa hukuman.

Setelah masa hukuman selesai, akses fitur tipping tidak langsung dipulihkan. Pemulihan hanya bisa dilakukan tiga bulan kemudian, sehingga sanksi bisa berdampak lebih panjang bagi pelanggar.

Jika akun dibisukan atau muted, hak monetisasinya juga ikut ditangguhkan. Durasi penangguhan itu dibuat dua hingga tiga kali lebih lama dari masa bisu yang dijatuhkan.

Latar belakang dari kasus viral

Kebijakan ketat ini muncul setelah kasus yang sempat ramai di Beijing. Seorang remaja berusia 17 tahun menghabiskan dana 450.000 yuan, atau sekitar Rp1 miliar, untuk memberi hadiah kepada penyiar idolanya menggunakan kartu bank milik ayahnya.

Meski platform sempat mendeteksi aktivitas mencurigakan, remaja itu berhasil menipu layanan pelanggan. Ia menyamar sebagai ayahnya melalui telepon untuk membuka blokir akun.

Pengadilan Tinggi Beijing kemudian memutuskan transaksi tersebut tidak sah. Pengadilan menilai transaksi dilakukan oleh anak di bawah umur tanpa persetujuan wali dan memerintahkan platform mengembalikan 240.000 yuan, atau sekitar Rp531 juta.

Dampak bagi industri live streaming

Langkah CAC menunjukkan arah baru pengawasan monetisasi di ruang digital. Pemerintah China ingin memastikan fitur tipping tidak berubah menjadi celah eksploitasi finansial, terutama bagi anak dan remaja.

Aturan ini juga menekankan bahwa platform harus lebih transparan dalam menjelaskan layanan berbayar. Dalam praktiknya, sektor live streaming di China kini dituntut tidak hanya mengejar pertumbuhan pengguna, tetapi juga menjaga keamanan transaksi dan kontrol orang tua secara lebih kuat.

Source: id.mashable.com

Terkait