Infinix Note 60 Ultra Pininfarina menarik perhatian karena membawa desain premium dengan sentuhan eksklusif dari Pininfarina dan banderol yang disebut menyentuh Rp12 jutaan. Namun, di balik tampilan mewahnya, perangkat ini juga menuai catatan kritis dari reviewer teknologi, termasuk dari channel GadgetIn yang menyoroti beberapa kekurangan penting.
Bagi pengguna yang mencari ponsel flagship dengan rasio harga dan performa terbaik, sejumlah poin minus ini layak diperhatikan lebih dulu. Apalagi, spesifikasi yang dibawa memang terlihat lengkap di atas kertas, tetapi tidak semuanya memberi pengalaman yang sepadan dengan kelas harganya.
Chipset yang dipakai belum terasa flagship
Salah satu sorotan utama datang dari penggunaan chipset Dimensity 8400. Chip ini masih dikategorikan kelas menengah dan disebut banyak hadir di ponsel yang harganya jauh lebih rendah.
Kondisi itu membuat ekspektasi terhadap performa Infinix Note 60 Ultra Pininfarina terasa tidak sepenuhnya terjawab. Di rentang harga Rp12 jutaan, banyak calon pembeli wajar berharap tenaga yang benar-benar setara dengan kelas premium.
Ketahanan air masih terbatas
Infinix membekali perangkat ini dengan sertifikasi IP64. Artinya, ponsel hanya dirancang tahan terhadap cipratan air dan hujan ringan, bukan untuk perlindungan yang lebih tinggi.
Di kelas harga yang sama, sertifikasi IP68 sudah cukup umum ditemukan pada kompetitor. Karena itu, bagian ini menjadi salah satu kekurangan yang paling mudah terlihat karena berhubungan langsung dengan aspek keamanan penggunaan harian.
Kamera ultrawide belum sekelas harga jual
Sektor kamera utama memang disebut cukup baik, tetapi kamera ultrawide hanya 8MP. Resolusi itu membuat hasilnya dinilai masih berada pada level yang biasa ditemukan di smartphone mid-range.
Bagi pengguna yang gemar memotret pemandangan atau foto kelompok, keterbatasan ini bisa terasa. Ekspektasi terhadap ponsel premium biasanya mencakup fleksibilitas kamera yang lebih kuat di berbagai kondisi pemotretan.
Proteksi layar terasa kurang seimbang
Pada bagian belakang, Infinix memakai material yang terlihat mewah dengan Gorilla Glass Victus. Sayangnya, proteksi di bagian depan justru menggunakan Gorilla Glass 7i yang lebih sering dijumpai di kelas menengah.
Kombinasi ini membuat kesan premium tidak sepenuhnya konsisten. Layar adalah bagian yang paling sering bersentuhan langsung dengan aktivitas pengguna, sehingga proteksinya menjadi faktor penting saat menilai kualitas keseluruhan perangkat.
Nilai beli dinilai kurang menarik
Selain poin teknis, kritik lain muncul pada aspek value for money. Dengan harga Rp12 jutaan, ada anggapan bahwa masih banyak pilihan lain yang menawarkan performa lebih tinggi di pasar.
Infinix Note 60 Ultra Pininfarina pada akhirnya lebih menonjol sebagai perangkat bergaya dibandingkan ponsel yang unggul murni di sisi tenaga. Posisi itu membuat target penggunanya menjadi lebih spesifik, terutama bagi mereka yang mengutamakan desain dan eksklusivitas.
Meski begitu, perangkat ini tetap membawa sejumlah daya tarik yang tidak bisa diabaikan, seperti RAM 12GB, penyimpanan 512GB UFS 4.0, baterai 7000mAh, wireless charging, dan paket penjualan dengan aksesoris unik. Namun, untuk pembeli yang memprioritaskan performa, ketahanan, dan kamera di kelas flagship, lima catatan di atas menjadi bahan pertimbangan yang cukup penting sebelum memutuskan membeli.







