Google Janjikan Penyelamatan Galaxy XR, Bug Memory Leak Ini Bikin Headset Lumpuh dalam 30 Menit

Pengguna Samsung Galaxy XR akhirnya mendapat kepastian bahwa gangguan performa serius di perangkat itu sedang ditangani. Google telah mengakui adanya bug memory leak kritis yang membuat headset melambat lalu nyaris tidak bisa dipakai setelah sekitar 20 sampai 30 menit penggunaan.

Masalah ini dinilai sangat mengganggu karena tidak hanya muncul saat PC VR gaming, tetapi juga dilaporkan memengaruhi fungsi lain di headset. Google menyebut perbaikan untuk bug tersebut kini menjadi “absolute top priority”, meski belum memberikan jadwal rilis tambalan.

Bug yang bikin Galaxy XR seperti macet

Laporan soal gangguan ini mencuat dari komunitas pengguna, termasuk unggahan di Reddit yang menjelaskan pola masalahnya secara cukup konsisten. Memori perangkat disebut terus meningkat selama sesi penggunaan hingga melampaui kapasitas total, lalu sistem mengalami gejala yang disebut pengguna sebagai “seizing”.

Saat kondisi itu terjadi, frame rate turun drastis dan pengalaman imersif ikut rusak. Seorang pengguna bahkan menggambarkan sesi bermain PC VR berubah menjadi seperti “slideshow”, sementara yang lain menyebut pengalaman itu sebagai “absolute nightmare”.

Keluhan tersebut bukan soal penurunan performa ringan yang masih bisa ditoleransi. Dalam praktiknya, pengguna harus melakukan restart manual secara berkala agar headset kembali normal.

Pengguna lain di Reddit menyebut reboot perlu dilakukan setiap sekitar 30 menit. Jika laporan ini akurat dan meluas, maka masalah tersebut menyentuh aspek paling dasar dari perangkat XR, yakni stabilitas saat digunakan dalam durasi yang semestinya wajar.

Diduga terkait patch April

Menurut laporan yang dirujuk Android Authority, sumber masalah ini disebut berasal dari patch April. Sejak pembaruan itu, pemakaian memori disebut naik terus selama perangkat aktif, terutama saat dipakai untuk sesi PC VR.

Informasi ini penting karena menunjukkan dugaan hubungan antara pembaruan perangkat lunak dan munculnya bug. Artinya, akar persoalan kemungkinan bukan pada kemampuan perangkat keras Galaxy XR, melainkan pada software yang berjalan di atasnya.

Itu juga sejalan dengan karakter bug memory leak pada umumnya, yaitu saat memori tidak dilepas dengan benar setelah dipakai sistem atau aplikasi. Akibatnya, sumber daya terus terkuras sampai performa perangkat turun tajam.

Respons resmi dari Google

Setelah penyelidikan dan diskusi di komunitas pengguna, Google akhirnya memberi tanggapan resmi melalui tim komunitasnya. Grace dari tim komunitas Google menyatakan bahwa perusahaan memahami keluhan pengguna dan mengakui pengalaman saat ini “tidak memenuhi ekspektasi”.

Dalam pernyataannya, Google menegaskan timnya “fully aware” terhadap masalah tersebut. Perusahaan juga menyebut pengiriman patch ke pengguna kini menjadi prioritas paling tinggi.

Google belum mengungkap kapan perbaikan itu akan dirilis. Namun, pernyataan resmi ini setidaknya memberi sinyal bahwa bug tersebut sudah masuk daftar penanganan internal dan bukan lagi sekadar keluhan tak terverifikasi di forum.

Bagi pemilik perangkat, pengakuan resmi itu menjadi langkah penting. Sebab, tanpa konfirmasi dari pihak pengembang platform, pengguna biasanya hanya bisa mengandalkan solusi sementara seperti restart berulang atau membatasi durasi pemakaian.

Dampaknya ke pengalaman pengguna

Masalah memory leak seperti ini terasa sangat serius pada perangkat XR karena performa stabil adalah syarat utama kenyamanan. Penurunan frame rate dalam headset tidak hanya mengurangi kualitas visual, tetapi juga bisa merusak pengalaman imersif secara keseluruhan.

Dalam konteks PC VR, gangguan semacam ini menjadi lebih terasa karena sesi bermain biasanya berlangsung cukup lama. Jika headset mulai tersendat hanya dalam 20 sampai 30 menit, maka fungsi utamanya sebagai perangkat hiburan dan komputasi imersif ikut dipertanyakan.

Laporan bahwa bug juga muncul di fungsi umum memperluas skala masalah. Dengan kata lain, isu ini bukan semata keluhan dari kelompok gamer PC VR, melainkan potensi problem sistemik di perangkat.

Perangkat keras dipuji, software jadi sorotan

Android Authority menilai Galaxy XR tetap merupakan perangkat keras yang sangat diapresiasi berkat kenyamanan dan kemampuannya. Namun kasus ini kembali menegaskan bahwa headset canggih tetap bergantung penuh pada software yang stabil.

Lensa, prosesor, dan desain ergonomis tidak banyak berarti jika sistem mengalami kebocoran memori pada pemakaian normal. Di kategori XR, kombinasi hardware dan software memang harus sama kuat karena seluruh pengalaman pengguna terjadi secara real-time di depan mata.

Karena itu, perbaikan dari Google akan menjadi ujian penting bagi ekosistem Android XR. Pengguna kini menunggu apakah patch darurat yang dijanjikan benar-benar bisa mengembalikan Galaxy XR ke performa yang sesuai dengan reputasi perangkatnya.

Source: www.androidauthority.com
Terkait