Ubisoft menghentikan pengembangan Alterra, proyek game simulasi sosial yang belum pernah diumumkan secara resmi ke publik. Keputusan ini muncul ketika perhatian perusahaan beralih ke presentasi global Assassin’s Creed Black Flag Resynced.
Menurut laporan sumber referensi, Alterra dikembangkan di Ubisoft Montreal selama hampir tiga tahun. Staf yang terlibat diberi tahu soal pembatalan itu pada 22 April dan dipulangkan lebih awal pada hari yang sama.
Tidak ada pengumuman pemutusan hubungan kerja dalam keputusan ini. Karyawan yang terdampak disebut dialihkan ke proyek lain di dalam Ubisoft.
Proyek rahasia yang sempat disebut mirip Animal Crossing
Alterra pertama kali dilaporkan oleh Insider Gaming pada 2024 sebagai game social simulation. Konsepnya disebut menggabungkan nuansa Animal Crossing, visual voxel, serta mekanik membangun dan mengumpulkan material yang terinspirasi dari Minecraft.
Pemain kabarnya akan menjelajahi beberapa bioma dan mencari sumber daya. Game ini juga disebut menghadirkan karakter NPC bernama Matterlings yang digambarkan menyerupai figur bergaya Funko Pop.
Dari sisi kepemimpinan proyek, Alterra ditangani oleh creative director Patrick Redding. Nama ini dikenal lewat keterlibatannya dalam Gotham Knights.
Produser Fabien Lhéraud juga disebut berada di balik proyek tersebut. Keduanya sebelumnya mencantumkan proyek yang belum diumumkan di profil LinkedIn mereka saat laporan awal mengenai Alterra muncul.
Bagian dari gelombang pembatalan proyek
Pembatalan Alterra menambah daftar proyek Ubisoft yang dihentikan. Artikel referensi menyebut game ini menjadi judul ketujuh yang dibatalkan Ubisoft pada 2026 saja.
Pada Januari, enam proyek lain lebih dulu dihentikan sebagai bagian dari restrukturisasi yang lebih luas. Dalam daftar itu, sumber referensi menyebut ada remake Prince of Persia: The Sands of Time yang telah lama dikembangkan dan satu judul Assassin’s Creed multiplayer.
Perubahan juga terjadi di tingkat studio. Pada Maret, Ubisoft mengakhiri pengembangan game di Red Storm Entertainment, studio yang dikenal lewat keterkaitannya dengan beberapa waralaba Tom Clancy.
Situasi ini memperlihatkan pendekatan yang lebih selektif terhadap portofolio game perusahaan. Ubisoft tampak semakin ketat dalam menentukan proyek mana yang dianggap layak diteruskan.
Pernyataan Ubisoft soal strategi portofolio
Ubisoft tidak mengonfirmasi pembatalan Alterra secara langsung dalam pengumuman khusus. Namun perusahaan memberikan pernyataan kepada media pihak ketiga mengenai cara mereka mengevaluasi proyek.
Ubisoft menyatakan, “As part of our portfolio management approach and evolving creative house-led model, we continuously assess projects at every stage of development.” Pernyataan itu menegaskan evaluasi dilakukan untuk menjaga keselarasan dengan prioritas strategis, ambisi kualitas, dan potensi pasar jangka panjang.
Perusahaan juga menambahkan bahwa proyek yang tidak lagi memenuhi ekspektasi dapat dihentikan. Kalimat ini memberi gambaran bahwa pembatalan Alterra kemungkinan berkaitan dengan penilaian internal atas prospek dan target pengembangannya.
Pasar life sim sedang ramai, tetapi persaingan ketat
Waktu pembatalan ini dinilai menarik karena genre life sim justru sedang menunjukkan momentum. Artikel referensi menyoroti Pokémon Pokopia yang mencatat performa kuat, sementara Animal Crossing: New Horizons masih memiliki basis pemain yang setia.
Di sisi lain, tidak ada penjelasan resmi apakah Alterra dibatalkan karena dinilai sulit bersaing di pasar tersebut. Ubisoft juga tidak mengungkap apakah proyek itu terkendala pencapaian milestone internal.
Ketiadaan detail resmi membuat alasan spesifik pembatalan masih terbuka untuk interpretasi. Yang jelas, keputusan ini diambil ketika Ubisoft sedang menata ulang fokus bisnis dan lini kreatifnya.
Black Flag Resynced kini jadi pusat perhatian
Sementara Alterra dihentikan, sorotan publik Ubisoft saat ini tertuju pada Assassin’s Creed Black Flag Resynced. Artikel referensi menempatkan presentasi global game itu sebagai fokus utama komunikasi publik perusahaan.
Arah ini menunjukkan pergeseran perhatian ke waralaba yang sudah mapan dan punya daya tarik komersial lebih jelas. Selain itu, sumber referensi juga menyebut Ubisoft masih memiliki beberapa proyek Assassin’s Creed dan Far Cry yang telah dikonfirmasi sedang dikembangkan.
Dengan begitu, pembatalan Alterra bukan sekadar akhir dari satu proyek rahasia. Langkah ini juga memperlihatkan bagaimana Ubisoft memilih memusatkan sumber daya pada judul yang dianggap paling sesuai dengan prioritas strategis dan peluang pasar jangka panjang.
Source: www.notebookcheck.net






