Rumah Pintar Hemat Listrik, Cara AI LG Mengubah Hunian Compact Indonesia

LG memperkenalkan pendekatan rumah pintar berbasis kecerdasan buatan atau AI Home untuk pasar Indonesia lewat ajang LG InnoFest 2026 APAC. Fokus utamanya ada pada perangkat rumah tangga yang lebih hemat energi, mudah dikendalikan, dan sesuai dengan kebutuhan hunian modern yang cenderung compact.

Solusi ini menyasar gaya hidup masyarakat urban yang membutuhkan perangkat praktis tanpa mengorbankan kenyamanan. LG menekankan bahwa teknologi yang dihadirkan tidak hanya mempermudah aktivitas harian, tetapi juga membantu menekan biaya operasional lewat penghematan listrik.

Ekosistem AI yang terhubung dalam satu kendali

Inti dari strategi ini ada pada LG ThinQ, ekosistem yang menghubungkan berbagai perangkat dalam satu kendali melalui smartphone. Sistem ini dibangun di atas tiga pilar utama yang dirancang untuk membuat perangkat lebih adaptif terhadap kebutuhan penghuni rumah.

ThinQ UP memungkinkan perangkat terus mendapatkan pembaruan fitur lewat perangkat lunak. ThinQ ON memakai Generative AI untuk mengatur ekosistem rumah secara personal sesuai konteks aktivitas penghuni, sedangkan ThinQ Care memberi peringatan proaktif agar perangkat tetap bekerja optimal.

Pendekatan ini membuat perangkat rumah tangga tidak lagi berdiri sendiri. Setiap produk dapat saling terhubung dan menyesuaikan fungsi dengan pola pemakaian sehari-hari.

Fokus pada efisiensi energi di perangkat utama

LG juga menerapkan kecerdasan buatan langsung pada produk intinya untuk memaksimalkan penghematan energi secara otomatis. Pada kulkas, AI mempelajari pola penggunaan harian dan menyesuaikan kerja kompresor saat aktivitas rumah menurun, seperti pada malam hari.

Saat pola pemakaian berkurang, sistem dapat beralih ke mode hemat energi tanpa mengganggu fungsi pendinginan. Pendekatan ini relevan bagi rumah modern yang membutuhkan kinerja stabil dengan konsumsi daya lebih terkendali.

Pada mesin cuci, LG menyematkan teknologi AI DD yang membaca berat dan jenis kain dengan deep learning. Sistem ini mengatur gerakan drum agar proses pencucian lebih efisien, sekaligus membantu melindungi pakaian dari kerusakan.

Teknologi tersebut juga berkontribusi pada penghematan air dan listrik. Di tengah kebutuhan rumah tangga yang semakin menuntut efisiensi, fitur seperti ini menjadi nilai tambah bagi keluarga urban.

AC yang menyesuaikan kondisi ruangan secara real-time

Di sektor pendingin udara, LG menghadirkan AI Air yang memantau suhu, kelembapan, dan jumlah orang di dalam ruangan secara langsung. Fitur ini bekerja bersama Human Detecting Sensor untuk membaca area aktivitas dan menyesuaikan penggunaan daya.

Saat ruangan kosong, AC dapat mengurangi konsumsi listrik secara otomatis. Pola kerja seperti ini membantu pengguna mengendalikan biaya bulanan tanpa harus mengatur perangkat secara manual terus-menerus.

Bagi hunian compact, fungsi adaptif ini menjadi penting karena kebutuhan pendinginan sering berubah mengikuti aktivitas penghuni. Sistem yang responsif dapat menjaga kenyamanan sekaligus menghindari pemborosan energi.

Relevan untuk hunian kecil dan gaya hidup urban

LG menempatkan desain ringkas sebagai bagian penting dari pendekatan AI Home. Strategi ini sejalan dengan kebutuhan profesional muda dan keluarga yang tinggal di lahan terbatas, namun tetap ingin menggunakan perangkat dengan performa maksimal.

Perangkat yang lebih efisien dan terkoneksi dinilai sesuai dengan tuntutan hunian modern di Indonesia. Selain memudahkan pengelolaan rumah, solusi ini juga mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan melalui pemakaian energi yang lebih cermat.

Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia, menyebut inovasi tersebut hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan perangkat pintar yang mampu membantu aktivitas harian sekaligus menekan biaya operasional melalui penghematan listrik. Pernyataan itu menegaskan bahwa AI di rumah tangga kini bergerak dari sekadar fitur tambahan menjadi bagian dari manajemen hunian yang lebih efisien.

Source: www.medcom.id
Terkait