Pixel 11 disebut-sebut bisa membawa baterai yang “dapat dilepas”, tetapi mekanismenya bukan seperti ponsel lama yang memungkinkan pengguna membuka tutup belakang lalu mengganti baterai dalam hitungan detik. Informasi ini muncul dari sebuah paten Google yang menampilkan rancangan pemasangan baterai dengan pendekatan berbeda dari desain smartphone modern saat ini.
Dokumen paten itu memperlihatkan baterai yang ditempatkan di dalam rangka logam tersendiri, lalu dimasukkan ke bodi ponsel dengan sistem geser. Setelah itu, baterai dikunci pada tempatnya dan terhubung melalui kontak pegas, bukan lewat kabel yang rumit atau pemasangan permanen seperti yang umum dipakai sekarang.
Mekanisme baterai geser, bukan hot-swap
Desain ini penting karena memberi sinyal bahwa Google sedang mengeksplorasi cara membuat baterai lebih mudah diganti. Namun, rancangan tersebut bukan berarti Pixel akan kembali ke era baterai hot-swap seperti pada sejumlah ponsel lawas, termasuk lini Galaxy S generasi awal.
Dalam skema paten, baterai memang tidak ditempel dengan perekat dan tidak bergantung pada sekrup yang merepotkan. Meski begitu, perangkat yang memakai sistem ini kemungkinan tetap memiliki bodi yang tertutup rapat, sehingga pengguna tidak serta-merta bisa membuka ponsel dari luar dan mencopot baterai secara instan.
Dengan kata lain, bagian yang “mudah dilepas” ada pada modul baterainya di dalam perangkat, bukan pada akses langsung dari penutup belakang. Ini membuat konsepnya lebih dekat ke penyederhanaan proses servis daripada kebangkitan ponsel dengan baterai cadangan yang bisa ditukar kapan saja.
Mengapa konsep ini mulai muncul
Kemunculan paten seperti ini tidak lepas dari perubahan aturan di Eropa. Uni Eropa mewajibkan produsen merancang perangkat agar baterainya bisa dilepas dan diganti pengguna dengan “commercially available tools” paling lambat Februari 2027.
Aturan itu mendorong produsen untuk memikirkan ulang desain internal perangkat. Jika selama ini baterai sering direkatkan kuat ke rangka, maka pendekatan baru seperti modul geser berpotensi menjadi jalan tengah antara kemudahan perbaikan dan desain ponsel modern yang tetap rapat.
Perubahan serupa sebelumnya juga pernah terjadi pada port pengisian daya. Referensi yang kerap dipakai adalah peralihan iPhone dari Lightning ke USB-C, yang juga dipicu oleh regulasi di Uni Eropa.
Belum tentu benar-benar hadir di Pixel 11
Meski paten ini diajukan oleh Google, belum ada kepastian bahwa teknologi tersebut akan dipakai pada Pixel 11. Artikel referensi menegaskan tidak ada indikasi yang benar-benar jelas bahwa paten itu terkait langsung dengan lini Pixel tertentu, walau peluangnya tetap terbuka karena pengaju patennya adalah Google sendiri.
Poin ini penting karena paten tidak selalu berakhir menjadi produk komersial. Banyak perusahaan teknologi mendaftarkan berbagai ide teknis untuk melindungi inovasi mereka, tetapi hanya sebagian kecil yang benar-benar diproduksi massal.
Karena itu, kabar soal Pixel 11 dengan baterai yang bisa dilepas sebaiknya dipahami sebagai kemungkinan desain, bukan fitur yang sudah pasti hadir. Fokus utamanya ada pada arah pengembangan Google, yakni mencari metode penggantian baterai yang lebih praktis tanpa harus mengorbankan desain perangkat modern.
Tetap tertutup rapat
Bagi pengguna yang berharap tutup belakang ponsel bisa dibuka dengan mudah seperti dulu, paten ini belum mengarah ke sana. Artikel referensi menyebut perangkat kemungkinan besar masih akan tetap disegel dengan perekat, sehingga konsep “removable battery” di sini tidak identik dengan ponsel lawas yang sangat mudah dibongkar.
Implikasinya, proses penggantian baterai bisa saja menjadi lebih sederhana bagi teknisi atau pusat servis. Namun, akses pengguna umum kemungkinan tetap memerlukan alat yang tersedia di pasaran, sesuai kerangka regulasi Uni Eropa, bukan mekanisme buka-tutup instan.
Jika rancangan semacam ini benar-benar dipakai, manfaat terbesarnya mungkin ada pada perbaikan yang lebih cepat dan risiko kerusakan yang lebih kecil saat baterai diganti. Baterai yang berada dalam sasis logam sendiri dan memakai kontak pegas bisa membantu mengurangi langkah pembongkaran yang selama ini kerap memakan waktu.
Konsep tersebut juga menunjukkan arah baru industri smartphone. Produsen tampaknya tidak sedang kembali ke ponsel dengan baterai cadangan yang bisa ditukar di jalan, melainkan menuju perangkat tertutup yang tetap modern tetapi lebih mudah diservis ketika kesehatan baterai mulai menurun.
Source: www.xda-developers.com






