Perjalanan ke planet lain tidak punya satu angka pasti karena jarak antarplanet terus berubah dan wahana antariksa tidak melaju lurus seperti di peta biasa. Namun, perkiraan waktu tempuh bisa dihitung dari kecepatan wahana, jalur yang dipilih, dan teknik manuver yang digunakan selama misi.
Dalam praktiknya, misi antariksa memakai lintasan tertentu yang sering berbentuk busur untuk memanfaatkan manuver ketapel gravitasi. Cara ini membuat perjalanan lebih efisien, tetapi juga membuat durasi tempuh sangat bergantung pada sasaran misi dan teknologi yang dipakai.
Mengapa waktu tempuh tidak bisa dihitung secara sederhana
Perhitungan yang benar-benar presisi sulit dibuat karena tata surya dinamis dan posisi planet berubah-ubah. Karena itu, pendekatan yang lebih masuk akal adalah memakai model skala, seperti Model Skala NASA/JPL, untuk memberi gambaran jarak dan perbandingan antarplanet.
Pada dasarnya, semakin jauh planet yang dituju, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan. Meski begitu, kecepatan wahana dan jalur perjalanan bisa memangkas waktu tempuh secara signifikan.
Perkiraan waktu dengan kecepatan 28 ribu mph
Jika sebuah wahana bergerak dengan kecepatan 28 ribu mph, waktu perjalanan ke planet-planet di tata surya diperkirakan sebagai berikut. Angka ini menggambarkan skenario kecepatan yang lebih lambat dalam perhitungan antarplanet.
- Merkurius: 52 hari
- Venus: 100 hari
- Mars: 210 hari
- Jupiter: 1,9 tahun
- Saturnus: 3,6 tahun
- Uranus: 7,3 tahun
- Neptunus: 11,4 tahun
Dari daftar itu terlihat bahwa planet terluar membutuhkan waktu jauh lebih lama dibanding planet-planet bagian dalam. Neptunus menjadi tujuan yang paling memakan waktu dalam hitungan ini.
Perkiraan waktu dengan kecepatan 200 ribu mph
Dengan teknologi solar sail dan kecepatan 200 ribu mph, waktu tempuh bisa jauh lebih singkat. Dalam skenario ini, perjalanan ke planet-planet menjadi seperti berikut.
- Merkurius: 7,3 hari
- Venus: 14 hari
- Mars: 29 hari
- Jupiter: 100 hari
- Saturnus: 179 hari
- Uranus: 1 tahun
- Neptunus: 1,6 tahun
Perbedaan waktunya menunjukkan betapa besar pengaruh teknologi terhadap misi antariksa. Namun, angka ini tetap bersifat perkiraan dan tidak selalu sama dengan durasi misi nyata.
Durasi misi nyata bisa lebih panjang
NASA mencatat bahwa misi Mars Reconnaissance Orbiter membutuhkan sekitar tujuh bulan untuk mencapai Mars. Sementara itu, misi MAVEN memerlukan sekitar sepuluh bulan untuk tiba di planet merah tersebut.
Untuk Jupiter, misi Galileo dari NASA memakan waktu lebih dari enam tahun. Setelah itu, misi Juno ke Jupiter menjadi lebih cepat dan hanya membutuhkan sekitar 5-6 tahun.
Data ini memperlihatkan bahwa waktu perjalanan ruang angkasa tidak hanya ditentukan jarak, tetapi juga perencanaan lintasan, tujuan ilmiah, serta teknologi wahana yang digunakan. Karena itu, pertanyaan tentang butuh berapa lama untuk pergi ke planet lain selalu bergantung pada skenario misi yang dipilih.
Source: mediaindonesia.com






