Kabar buruk datang dari salah satu merek Google TV box yang cukup menonjol di Eropa. Perusahaan di balik perangkat streaming bermerek Thomson, yakni StreamView, dilaporkan telah mengajukan kebangkrutan.
Informasi itu pertama kali diberitakan AV Caesar dan kemudian terkonfirmasi melalui Alpine Creditor’s Association di Austria. Dalam dokumen yang dikutip, StreamView disebut memiliki utang sebesar €36.6 million.
StreamView tersandung masalah besar
Menurut keterangan yang dimuat Alpine Creditor’s Association, penyebab utama insolvensi ini berkaitan dengan runtuhnya kerja sama StreamView dengan pemasok utama sekaligus mitra pendanaan dari China. Kondisi itu memperburuk posisi bisnis perusahaan yang selama ini aktif menjual TV dan perangkat streaming dengan merek lisensi.
Asosiasi tersebut juga menyebut pembicaraan dengan calon investor potensial telah gagal. Selain itu, tidak ada rencana untuk melanjutkan operasional bisnis perusahaan.
Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa perjalanan StreamView sebagai pengusung lini produk Thomson kemungkinan sudah mendekati akhir. Dampaknya tidak hanya terasa pada perusahaan, tetapi juga pada pilihan perangkat Google TV di pasar Eropa.
Merek Thomson sempat mencuri perhatian
Di tengah padatnya pasar Android TV dan Google TV box, Thomson termasuk nama yang cukup dikenal dalam beberapa waktu terakhir. Merek ini hadir lewat berbagai format perangkat, mulai dari streaming stick hingga set-top box, dengan rentang harga yang beragam.
Sebelum beralih ke merek Thomson, StreamView lebih dulu menjual TV dan TV box bermerek Nokia. Pergantian ke Thomson disebut terjadi pada 2024, lalu produk-produk Google TV bermerek ini menjadi cukup luas tersedia di berbagai negara Eropa.
Salah satu hal yang membuat lini produknya menonjol adalah strategi menghadirkan perangkat yang familier bagi konsumen. StreamView bahkan merilis Thomson Streaming Box Plus 270, yang disebut sebagai versi rebrand dari Walmart Onn 4K Pro box.
Perusahaan itu juga menawarkan seri Thomson Go Cast. Produk ini mengusung bentuk dongle yang mengingatkan pada Chromecast with Google TV, sehingga menyasar pengguna yang menyukai format perangkat streaming ringkas.
Nasib pesaing Google TV Streamer ikut menjadi tanda tanya
Sebelum kabar kebangkrutan muncul, StreamView juga tengah menyiapkan perangkat baru bernama Streaming Box 260 Pro. Produk ini diposisikan sebagai calon pesaing bagi Google TV Streamer.
Spesifikasi yang disebut dalam laporan cukup menarik untuk kelas perangkat streaming. Streaming Box 260 Pro menggunakan prosesor Amlogic 905X5M-B, RAM 4GB, penyimpanan 64GB, serta dilengkapi dua port USB-A.
Dengan konfigurasi itu, perangkat tersebut terlihat punya potensi untuk menarik minat pengguna yang membutuhkan box dengan konektivitas lebih fleksibel. Namun, situasi finansial StreamView membuat peluang peluncuran komersial perangkat ini kini dipandang sangat kecil.
Android Authority menilai kecil kemungkinan perangkat itu benar-benar meluncur ke pasar. Penilaian tersebut muncul setelah pengajuan kebangkrutan StreamView terungkap ke publik.
Dampak pada pasar perangkat streaming
Kejatuhan StreamView menjadi kabar yang kurang menggembirakan bagi lanskap TV box, khususnya di luar Amerika Utara. Pasar ini selama ini tumbuh berkat kehadiran merek-merek alternatif yang menawarkan desain, fitur, dan harga yang lebih beragam.
Thomson termasuk salah satu pemain yang memberi opsi berbeda di segmen tersebut. Kehadirannya membantu mengisi celah antara produk resmi Google dan berbagai perangkat streaming dari vendor lain.
Karena itu, mundurnya merek ini berpotensi mengurangi variasi pilihan bagi konsumen Eropa. Dampaknya bisa terasa terutama pada pengguna yang mencari perangkat Google TV dengan desain tertentu atau spesifikasi yang tidak selalu tersedia pada model arus utama.
Ada kontras dengan kesepakatan lisensi merek
Kabar kebangkrutan ini juga terasa janggal karena muncul tidak lama setelah pengumuman perpanjangan lisensi merek Thomson. Established Inc selaku pemilik merek Thomson dan StreamView sebelumnya mengumumkan perpanjangan kerja sama lisensi hingga 2040.
Fakta itu menunjukkan bahwa masalah bisnis StreamView berkembang cepat atau setidaknya memburuk dalam waktu singkat. Di saat kerja sama merek baru saja diperpanjang, fondasi operasional perusahaan justru runtuh.
Android Authority menyatakan telah meminta komentar kepada Established Inc terkait pengajuan kebangkrutan StreamView. Hingga informasi dalam laporan tersebut dimuat, perhatian pasar tertuju pada bagaimana nasib lini perangkat Thomson yang sudah beredar, sekaligus apakah merek ini masih punya peluang untuk bertahan lewat mitra baru atau benar-benar berhenti di jalur perangkat Google TV.
Source: www.androidauthority.com






