Keluhan soal menurunnya performa Claude Code sempat ramai muncul di kalangan pengguna. Sejumlah pengguna menilai alat bantu coding dari Anthropic itu terasa “lebih bodoh”, lebih lambat memahami konteks, dan tidak konsisten saat mengerjakan instruksi pemrograman.
Anthropic kemudian menyatakan masalah itu bukan penurunan yang disengaja pada modelnya. Perusahaan mengatakan telah menemukan tiga isu terpisah yang memengaruhi Claude Code, lalu merilis patch pada 20 April serta mereset seluruh limit pengguna agar akses ke layanan kembali longgar.
Keluhan pengguna muncul di banyak platform
Dalam beberapa pekan, pengguna di X menuliskan bahwa Claude Code tampak makin buruk dalam bekerja. Kumpulan keluhan yang beredar memuat komentar seperti “is it just me or claude is broken?” hingga “claude code is unusable.”
Nada serupa juga muncul di Reddit. Seorang pengguna bahkan menggambarkan perilaku Claude Code seperti pegawai yang “bertindak di belakang pengguna, hanya mengerjakan yang diinginkan saat itu, dan masuk ke area lain meski sudah diminta untuk tidak melakukannya.”
Keluhan itu penting karena Claude Code dikenal sebagai alat coding berbasis model Claude yang mampu menulis ratusan hingga ribuan baris kode dari satu prompt. Jika kualitas respons menurun, dampaknya langsung terasa bagi alur kerja pengembang yang mengandalkan AI untuk menulis, menyusun, atau merevisi kode.
Anthropic mengakui ada tiga sumber masalah
Anthropic menyebut pihaknya tidak pernah sengaja menurunkan kualitas model. Namun setelah investigasi, perusahaan menemukan tiga perubahan berbeda yang secara gabungan membuat pengguna merasa Claude Code memburuk.
Boris Cherny, kepala Claude Code, menyebut penyelidikan ini sangat rumit. Di X, ia mengatakan laporan pengguna ditanggapi “sangat serius” dan menyebut proses pencarian akar masalah sebagai salah satu investigasi paling kompleks yang pernah ditangani timnya.
Masalah itu disebut memengaruhi Claude Code, Claude Agent SDK, dan Claude Cowork. Anthropic menegaskan API dan lapisan inference tidak terdampak, sehingga gangguan tidak terjadi merata di semua produk perusahaan.
1. Pengaturan penalaran diturunkan
Perubahan pertama terjadi pada 4 Maret. Saat itu Anthropic mengubah pengaturan reasoning default Claude Code dari “high” menjadi “medium”.
Tujuan perubahan itu adalah mempercepat waktu respons AI. Namun menurut penjelasan Anthropic, preferensi pengguna justru berbeda karena mereka lebih memilih tingkat kecerdasan yang lebih tinggi sebagai setelan bawaan, lalu menurunkan effort hanya untuk tugas yang sederhana.
Perubahan ini diduga membuat sebagian pengguna merasa hasil kerja Claude Code kurang tajam. Dalam konteks coding, pengurangan kedalaman penalaran bisa terlihat dari solusi yang lebih dangkal atau keputusan yang kurang tepat saat membaca instruksi kompleks.
2. Bug memori membuat AI tampak pelupa
Masalah kedua muncul dari perubahan pada 26 Maret. Anthropic menjelaskan ada mekanisme yang menghapus “older thinking” dari sesi yang menganggur lebih dari satu jam.
Secara teori, penghapusan itu seharusnya hanya terjadi satu kali sampai sesi dilanjutkan lagi. Namun perusahaan menemukan bug yang membuat proses itu terus terjadi di setiap giliran percakapan selama sisa sesi, sehingga Claude tampak pelupa dan berulang-ulang.
Dampak bug ini cukup besar untuk pekerjaan coding. Saat AI tidak mampu mempertahankan konteks dari sesi sebelumnya, hasilnya bisa berupa pengulangan penjelasan, hilangnya arahan awal, atau perubahan implementasi yang tidak sesuai dengan batasan yang sudah ditetapkan pengguna.
3. Respons dibuat lebih ringkas, kualitas coding ikut terganggu
Isu ketiga terjadi pada 16 April. Anthropic mengurangi tingkat “verbosity” atau seberapa panjang dan rinci Claude merespons.
Langkah itu pada dasarnya membuat jawaban lebih singkat. Namun perusahaan mengakui bahwa perubahan ini, ketika bertemu dengan perubahan prompt lain, justru merusak kualitas coding yang dihasilkan.
Bagi pengguna teknis, jawaban yang terlalu ringkas bisa menimbulkan masalah baru. AI mungkin memberi hasil akhir tanpa penjelasan penting, melewatkan asumsi, atau tidak menunjukkan pertimbangan yang dibutuhkan untuk tugas pemrograman yang rumit.
Mengapa masalahnya terasa tidak konsisten
Anthropic menjelaskan efek gabungan dari tiga perubahan itu terlihat seperti penurunan kualitas yang luas tetapi tidak seragam. Hal ini terjadi karena tiap perubahan memengaruhi kelompok trafik yang berbeda dan berjalan pada jadwal yang berbeda pula.
Penjelasan itu membantu menjawab mengapa ada pengguna yang merasa Claude Code masih normal, sementara pengguna lain menyebut alat tersebut nyaris tidak bisa dipakai. Gejalanya tidak selalu sama, tetapi akarnya berasal dari kombinasi perubahan produk dan bug yang saling menumpuk.
Kasus ini juga menarik perhatian karena sebelumnya Anthropic sempat disorot terkait tudingan upaya menghapus akses Claude Code dari paket Pro seharga $20. Dalam situasi seperti itu, keluhan soal penurunan performa mudah memicu asumsi bahwa ada perubahan kebijakan yang merugikan pengguna.
Untuk saat ini, Anthropic menyatakan ketiga masalah tersebut sudah diperbaiki. Perusahaan juga mereset limit seluruh pengguna, langkah yang ditujukan untuk memberi ruang pemakaian lebih besar sambil memulihkan kepercayaan terhadap performa Claude Code.
Source: www.indiatoday.in