Harga Infinix Smart 20 Anjlok, Layar 120Hz dan Baterai 5200mAh Masih Worth It di 2026?

Harga Infinix Smart 20 kini turun ke kisaran Rp1,3 jutaan untuk varian 4/64 GB, sedangkan varian 4/128 GB berada di sekitar Rp1,6 jutaan. Penurunan ini membuat ponsel entry level tersebut kembali dilirik, terutama karena membawa layar 120Hz dan baterai 5200mAh yang jarang muncul di kelas harga serupa.

Di segmen HP murah, kombinasi itu langsung menaikkan nilai jual Infinix Smart 20. Perangkat ini terlihat semakin relevan untuk pengguna yang hanya butuh ponsel harian tanpa mengejar performa berat.

Harga yang Lebih Masuk Akal

Pada awal kemunculannya, varian 4/64 GB sempat dibanderol sekitar Rp1,6 juta. Setelah harga turun ke kisaran Rp1,3 jutaan, posisi Smart 20 menjadi lebih kompetitif untuk pembeli yang membandingkan spesifikasi di kelas terjangkau.

Perubahan harga ini penting karena pasar HP 1 jutaan sangat sensitif terhadap selisih kecil. Pada titik ini, desain yang lebih stylish, baterai besar, dan layar dengan refresh rate tinggi menjadi alasan utama perangkat ini makin menarik.

Layar 120Hz Jadi Pembeda

Infinix Smart 20 memakai layar 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz. Panelnya masih IPS LCD dengan resolusi HD+, tetapi pengalaman scrolling terasa lebih halus dibanding HP murah yang masih bertahan di 60Hz.

Bagi pengguna yang sering membuka media sosial, membaca berita, atau berpindah menu, efek layar 120Hz cukup terasa. Meski bukan layar tajam kelas atas, keunggulan ini memberi kesan penggunaan yang lebih nyaman di aktivitas ringan.

Baterai 5200mAh untuk Aktivitas Harian

Kapasitas baterai Smart 20 naik menjadi 5200mAh, sedikit lebih besar dibanding Smart 10 yang memakai 5000mAh. Ukuran ini cukup memberi rasa aman untuk pemakaian ringan sepanjang hari.

Untuk chat, browsing, media sosial, dan video pendek, baterai tersebut dinilai memadai. Pengguna yang aktif di luar rumah juga diuntungkan karena ponsel tidak cepat meminta pengisian daya.

Performa Cukup untuk Kebutuhan Dasar

Infinix membekali Smart 20 dengan chipset MediaTek Helio G81. Langkah ini menjadi peningkatan dibanding generasi sebelumnya yang masih memakai Unisoc.

Kinerjanya dinilai cukup untuk aplikasi harian, multitasking ringan, dan hiburan standar. Namun, RAM asli 4 GB dengan tambahan RAM virtual menegaskan bahwa perangkat ini belum ditujukan untuk gaming berat.

Spesifikasi Pendukung yang Menambah Nilai

Dari sisi bodi, Smart 20 hadir dengan desain tipis 7,7 mm dan pilihan warna sunlight orange yang mencolok. Ponsel ini juga sudah membawa triple slot SIM, USB Type-C, sensor fingerprint, serta sertifikasi IP64 untuk perlindungan terhadap cipratan air.

Fitur-fitur itu membuat perangkat terasa lebih lengkap di kelasnya. Kehadiran elemen tersebut juga memperkuat kesan bahwa Smart 20 tidak sekadar mengandalkan harga murah.

Catatan Kelemahan yang Tetap Perlu Diperhitungkan

Meski menarik, masih ada beberapa kompromi yang harus diterima calon pembeli. Kamera depan dan belakang sama-sama 8 MP, sehingga hasil foto cenderung standar untuk kebutuhan dasar.

Pengisian daya juga masih 10W, jadi proses charging tidak secepat ponsel yang lebih mahal. Speaker masih mono, sementara kualitas layar belum setajam panel Full HD.

Isi Paket Penjualan Terlihat Lengkap

Dari sisi unboxing, Infinix Smart 20 masih memberikan perlengkapan yang cukup baik. Di dalam kotak, pembeli mendapat casing, kabel USB Type-C, charger, SIM ejector, dan pelindung layar bawaan.

Paket seperti ini membantu menekan biaya tambahan setelah pembelian. Kesan awal pun terasa lebih rapi karena casing dan desain kotak dibuat seolah tidak memberi tampilan yang terlalu murah.

Dengan harga terbaru sekitar Rp1,3 jutaan, Infinix Smart 20 masih layak dilirik untuk pelajar, pengguna pemula, orang tua, atau sebagai HP kedua. Namun, bagi yang memprioritaskan kamera lebih baik, layar lebih tajam, atau performa gaming, pilihan di kelas harga yang lebih tinggi tetap lebih aman.

Terkait