Banana Pi menyiapkan komputer papan tunggal baru yang menarik perhatian karena menawarkan performa AI lokal yang tinggi. Perangkat ini hadir sebagai alternatif Raspberry Pi 5, tetapi memakai arsitektur yang berbeda, yakni RISC-V.
Produk tersebut bernama Banana Pi BPI-SM10 dan saat ini disebut belum tersedia untuk dibeli. Fokus utamanya bukan hanya komputasi umum, melainkan juga pemrosesan model AI secara lokal dengan spesifikasi yang tergolong kuat untuk kelas SBC.
Bukan SBC biasa
BPI-SM10 tidak sepenuhnya mengikuti format single-board computer konvensional. Sistem ini lebih tepat dipahami sebagai gabungan antara compute module dan carrier board.
Pendekatan ini membuat port-port utama ditempatkan pada carrier board agar lebih mudah digunakan. Sementara itu, modul komputasinya dapat dipasangkan dengan papan pembawa yang sesuai, bahkan disebut bisa dipakai juga dengan carrier board lain.
Desain seperti ini memberi fleksibilitas yang lebih luas dibanding SBC satu papan penuh. Pengguna bisa memanfaatkan inti komputasi utama sambil menyesuaikan kebutuhan antarmuka melalui papan pendukung.
Andalkan SpacemiT K3
Pada sisi pemrosesan, compute module BPI-SM10 memakai chip SpacemiT K3. Prosesor ini membawa delapan inti komputasi X100 dengan kecepatan hingga 2,4 GHz.
Delapan inti tersebut dibagi ke dalam dua klaster, masing-masing berisi empat inti dengan cache L2 bersama. Konfigurasi ini menunjukkan bahwa Banana Pi tidak hanya mengejar efisiensi bentuk, tetapi juga kemampuan komputasi yang lebih serius.
Yang paling menonjol adalah keberadaan delapan inti A100 untuk akselerasi AI. Menurut informasi pada artikel referensi, performanya diklaim mencapai hingga 60 TOPS.
Angka itu menjadi penanda bahwa BPI-SM10 diarahkan untuk beban kerja AI di perangkat lokal. Dalam konteks SBC, kemampuan ini membuatnya menonjol dibanding banyak papan yang lebih fokus pada otomasi ringan, server kecil, atau proyek pendidikan.
Klaim untuk model AI besar
Selain angka teoritis, ada juga gambaran performa yang lebih praktis. Disebutkan bahwa LLM dengan 30 miliar parameter dapat dijalankan secara cukup bermakna pada kecepatan lebih dari 10 token per detik.
Klaim tersebut penting karena memberi konteks penggunaan nyata, bukan sekadar spesifikasi di atas kertas. Jika performa ini tercapai dalam implementasi akhir, BPI-SM10 berpotensi menarik untuk inferensi AI lokal tanpa harus bergantung penuh pada sistem cloud.
Meski begitu, status produk yang belum meluncur membuat pengujian independen belum tersedia. Karena itu, angka performa tersebut masih perlu dilihat sebagai klaim awal dari pihak yang terkait dengan platform ini.
Memori, daya, dan konektivitas
Banana Pi menyiapkan beberapa varian memori LPDDR5 untuk BPI-SM10. Kapasitas yang disebut mencakup 8 GB, 16 GB, dan 32 GB.
Pilihan ini memberi ruang untuk berbagai kebutuhan, dari eksperimen AI ringan hingga skenario yang memerlukan jejak memori lebih besar. Untuk papan kompak, dukungan LPDDR5 juga menjadi nilai tambah karena mendukung bandwidth memori yang lebih tinggi.
Konsumsi dayanya tercantum di kisaran 18 hingga 35 watt. Rentang ini menunjukkan bahwa performa tinggi yang ditawarkan datang bersama kebutuhan daya yang lebih besar dibanding SBC yang sangat hemat energi.
Carrier board BPI-SM10 membawa port yang cukup lengkap untuk penggunaan praktis. Tersedia empat USB 3.0, Gigabit Ethernet, DisplayPort, dan MIPI-DSI untuk keluaran video.
Selain itu, ada beberapa slot M.2 yang bisa dipakai untuk memasang SSD. Kehadiran slot ini penting karena penyimpanan cepat sering menjadi kebutuhan utama saat perangkat digunakan untuk data model, sistem operasi, atau cache kerja AI.
Seperti banyak SBC lain, papan ini juga menyertakan header pin GPIO. Fitur tersebut menjaga kompatibilitas dengan ekosistem proyek embedded, otomasi, dan eksperimen perangkat keras.
Alternatif baru di luar ekosistem Raspberry Pi
Dibanding Raspberry Pi 5, perbedaan terbesar BPI-SM10 ada pada arsitektur dan orientasi produknya. Raspberry Pi 5 lebih dikenal sebagai SBC serbaguna, sedangkan BPI-SM10 tampak diarahkan lebih kuat ke komputasi AI lokal.
Artikel referensi juga menyebut produk berbasis Nvidia Jetson dapat menjadi alternatif lain. Ini menempatkan BPI-SM10 di segmen yang lebih dekat ke edge AI dibanding papan maker biasa.
Bagi pengguna yang mencari performa AI tinggi dalam ukuran ringkas, BPI-SM10 muncul sebagai opsi yang layak diperhatikan. Kombinasi RISC-V, akselerasi AI hingga 60 TOPS, RAM LPDDR5 sampai 32 GB, dan konektivitas modern membuat papan ini menonjol sebagai kandidat kuat di pasar SBC berperforma tinggi.
Source: www.notebookcheck.net