Persaingan HP entry level makin ketat setelah Realme Narzo 100 Lite 5G dan Redmi A7 Pro 5G masuk ke radar konsumen yang mencari perangkat murah tapi tetap terasa modern. Keduanya sama-sama dibidik untuk pengguna dengan anggaran terbatas, namun menawarkan fitur yang biasanya lebih sering muncul di kelas lebih mahal.
Di pasar menengah bawah, dua model ini langsung menarik perhatian karena sama-sama membawa jaringan 5G, baterai besar, dan layar dengan refresh rate tinggi. Selisih harga di antara keduanya juga tidak terlalu jauh, sehingga pilihan akhirnya lebih banyak ditentukan oleh kebutuhan utama pengguna.
Layar jadi pembeda utama
Realme Narzo 100 Lite 5G hadir dengan layar 6,8 inci dan refresh rate 144Hz. Angka ini menjadi daya tarik besar karena memberi tampilan yang lebih mulus saat menggulir layar, membuka aplikasi, atau bermain gim ringan.
Redmi A7 Pro 5G justru mengusung panel sedikit lebih besar, yaitu 6,9 inci, tetapi refresh rate-nya berada di 120Hz. Meski kalah tipis dari Realme dalam hal kecepatan panel, layar Redmi tetap terbilang halus untuk kebutuhan harian seperti media sosial, menonton video, dan membaca konten.
Performa: Realme lebih agresif
Di sektor dapur pacu, Realme memakai MediaTek Dimensity 6300 yang sudah mendukung 5G. Chipset ini disebut punya clock speed lebih tinggi dan fabrikasi yang lebih efisien dibanding lawannya.
Dalam penggunaan nyata, konfigurasi ini membuat Realme lebih unggul untuk multitasking dan gim ringan. Sementara itu, Redmi A7 Pro 5G mengandalkan Unisoc T8300 yang lebih diarahkan pada efisiensi untuk aktivitas harian seperti streaming dan penggunaan aplikasi dasar.
Kamera unggulkan Redmi
Jika fokus utama ada pada fotografi, Redmi A7 Pro 5G menawarkan spesifikasi kamera yang lebih menarik. Ponsel ini membawa kamera utama 32 MP dan kamera depan 8 MP, sementara Realme Narzo 100 Lite 5G hanya mengandalkan kamera belakang 13 MP dan kamera depan 5 MP.
Perbedaan ini membuat Redmi terlihat lebih cocok untuk pengguna yang lebih sering selfie, video call, atau sekadar ingin hasil foto yang lebih fleksibel di kelas harga murah. Walau begitu, kamera Realme masih dinilai cukup untuk kebutuhan dasar, terutama bagi pengguna yang tidak menjadikan kamera sebagai prioritas utama.
Baterai besar jadi senjata Realme
Keunggulan paling mencolok dari Realme Narzo 100 Lite 5G ada pada baterai 7000 mAh. Kapasitas ini membuat daya tahannya sangat menonjol, bahkan disebut mampu bertahan hingga dua hari untuk pemakaian ringan.
Redmi A7 Pro 5G tetap membawa baterai besar 6300 mAh, yang masih cukup untuk bertahan seharian dalam penggunaan normal. Namun, kapasitas itu masih kalah dari Realme, meski keduanya sama-sama menyasar pengguna yang membutuhkan ponsel awet tanpa sering mengisi daya.
Untuk urusan pengisian, Redmi memakai fast charging 15W yang tergolong standar di kelasnya. Informasi referensi tidak menonjolkan detail pengisian daya Realme, sehingga keunggulannya lebih jelas justru berada pada kapasitas baterai yang besar.
Ketahanan dan software ikut berperan
Realme juga unggul dari sisi ketahanan karena sudah mengantongi sertifikasi IP64. Redmi A7 Pro 5G hanya membawa IP52, yang berarti perlindungannya lebih terbatas terhadap percikan air.
Di sisi perangkat lunak, Redmi mengandalkan HyperOS dengan fitur AI Circle to Search. Realme menawarkan AI dasar, sehingga pengalaman software keduanya tetap berbeda dan memberi karakter masing-masing pada penggunaan sehari-hari.
Pilihan tergantung kebutuhan
Secara garis besar, Realme Narzo 100 Lite 5G lebih kuat di performa, layar, dan baterai. Redmi A7 Pro 5G lebih menonjol di kamera dan tetap menarik karena menawarkan value harga yang kompetitif di kelas entry level.
Bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai dan layar yang lebih cepat, Realme menjadi opsi yang lebih agresif. Sementara itu, pengguna yang lebih peduli pada kamera dan pengalaman software bisa melirik Redmi sebagai alternatif yang tetap masuk akal di segmen HP murah 5G.







