Gugatan baru yang diajukan sebagai proposed class action di Pengadilan Tinggi Los Angeles County menuduh Amazon sengaja membuat Fire TV Stick generasi lama melambat. Tuduhan itu menyebut penurunan kinerja bukan sekadar dampak usia perangkat, melainkan bagian dari strategi yang mendorong pengguna beralih ke model baru.
Perangkat yang menjadi sorotan adalah Fire TV Stick generasi awal, termasuk model generasi pertama dan kedua. Dalam gugatan tersebut, perlambatan disebut muncul dalam bentuk menu yang tersendat, waktu muat yang panjang, dan lag umum saat perangkat digunakan.
Isi tuduhan dalam gugatan
Menurut dokumen gugatan, performa Fire TV Stick lama menurun hingga pada akhirnya tidak lagi layak dipakai. Penggugat menilai kondisi itu merupakan planned obsolescence, atau obsolesensi terencana, bukan penurunan alami yang lazim terjadi pada perangkat elektronik seiring waktu.
CNET disebut sebagai pihak yang menyoroti kasus ini, dengan penggugat bernama Bill Merewhuader. Ia menyatakan dua unit Fire TV Stick generasi kedua yang dibelinya pada 2018 mulai mengalami gangguan performa dalam beberapa tahun setelah pembelian.
Dalam gugatan itu, perangkat tersebut kemudian disebut menjadi “tidak dapat digunakan.” Kondisi itu, menurut penggugat, memaksanya untuk melakukan upgrade pada 2024.
Masalah dukungan perangkat lunak
Salah satu pokok gugatan adalah soal durasi dukungan perangkat lunak yang dinilai tidak dikomunikasikan secara efektif oleh Amazon. Gugatan menilai konsumen tidak mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai sampai kapan Fire TV Stick generasi awal akan menerima pembaruan software.
Referensi dalam laporan itu menyebut Fire TV Stick yang dirilis pada 2014 dan 2016 masing-masing menerima dukungan perangkat lunak hingga 2022 dan 2023. Setelah dukungan dihentikan, gugatan berpendapat perangkat pada dasarnya menjadi “bricked” dari sisi penggunaan, meski secara hardware masih berfungsi.
Tuduhan ini penting karena fokusnya bukan hanya pada perangkat yang melambat. Gugatan juga menyoroti bagaimana penghentian pembaruan dapat mengubah perangkat yang secara fisik masih menyala menjadi tidak lagi relevan untuk pemakaian normal.
Klaim soal dorongan untuk upgrade
TopClassActions menambahkan bahwa pada saat itu Amazon disebut tidak menawarkan refund atau kompensasi kepada pengguna terdampak. Sebaliknya, perusahaan disebut mendorong konsumen untuk mengeluarkan uang lagi guna membeli model yang lebih baru.
Jika klaim ini diuji lebih jauh di pengadilan, perkara tidak hanya menyangkut kualitas produk. Kasus ini juga menyentuh isu transparansi perusahaan kepada konsumen, terutama soal umur pakai efektif perangkat streaming yang sangat bergantung pada pembaruan software.
Bagi pengguna, perbedaan antara perangkat yang masih hidup secara teknis dan perangkat yang masih layak dipakai sangat besar. Produk streaming seperti Fire TV Stick bergantung pada antarmuka, kecepatan respons, dan kompatibilitas aplikasi, sehingga penurunan software support bisa langsung memengaruhi fungsi harian.
Siapa yang bisa masuk dalam class action
Proposed class action ini disebut terbuka untuk pengguna di Amerika Serikat yang memiliki Fire TV Stick generasi pertama atau kedua pada tanggal acuan tertentu. Untuk generasi pertama, acuannya adalah 1 Januari 2023, sedangkan untuk generasi kedua adalah 1 April 2023.
Ruang lingkup itu menunjukkan gugatan tidak hanya berfokus pada satu pengalaman pengguna. Penggugat berupaya memperluas kasus menjadi perkara kolektif bagi konsumen lain yang merasa mengalami pola serupa pada perangkat Fire TV Stick lama.
Hingga kini, belum jelas bagaimana gugatan tersebut akan berakhir. Namun, laporan referensi menyebut Amazon kini memiliki halaman khusus yang merinci timeline pembaruan software untuk perangkatnya.
Keberadaan halaman itu dapat menjadi bagian penting dalam perdebatan soal apakah informasi dukungan sudah cukup terbuka bagi konsumen. Di sisi lain, inti sengketa tetap berada pada tuduhan bahwa perlambatan dan berakhirnya dukungan membuat perangkat lama kehilangan nilai pakainya lebih cepat, lalu mendorong pemiliknya membeli perangkat baru.
Source: www.androidpolice.com






