Valve menegaskan bahwa Steam Deck 2 masih masuk agenda perusahaan. Di tengah perhatian Valve pada lini perangkat keras lain, kabar ini penting karena menunjukkan penerus handheld gaming tersebut tidak dibatalkan dan tetap dikerjakan.
Pernyataan terbaru datang dari programmer Valve, Pierre-Loup Griffais, dalam wawancara dengan IGN. Ia mengatakan Valve masih “hard at work” mengembangkan Steam Deck 2 sambil memanfaatkan pelajaran dari proyek perangkat keras sebelumnya.
Bagi pengguna Steam Deck, pesan utama Valve bukan sekadar bahwa perangkat baru sedang dibuat. Perusahaan juga menegaskan bahwa generasi berikutnya tidak akan hadir sebagai pembaruan kecil dengan perubahan minim.
Sikap itu sejalan dengan pernyataan Gabe Newell saat pertama kali membahas penerus Steam Deck. Bos Valve tersebut sebelumnya menekankan bahwa perusahaan tidak ingin hanya menambahkan layar baru dan beberapa perbaikan kecil pada model berikutnya.
Valve ingin lompatan besar
Valve tampaknya ingin Steam Deck 2 hadir sebagai peningkatan yang benar-benar terasa. Newell sebelumnya juga pernah menyebut perusahaan sudah memiliki gambaran yang cukup jelas soal seperti apa perangkat portabel generasi berikutnya.
Griffais menggambarkan pengembangan Steam Deck 2 sebagai kelanjutan langsung dari perjalanan perangkat keras Valve. Menurutnya, ada garis yang menghubungkan Steam Controller orisinal, Steam Machines, Steam Deck, hingga perangkat yang diumumkan dan dikirim Valve tahun ini.
Dari sudut pandang itu, Steam Deck 2 bukan proyek yang berdiri sendiri. Valve melihatnya sebagai hasil akumulasi pengalaman teknis, desain, dan pengembangan ekosistem dari produk-produk sebelumnya.
Pendekatan ini memberi sinyal bahwa Valve sedang berhati-hati dalam menentukan waktu dan spesifikasi. Perusahaan tampaknya tidak ingin merilis penerus hanya demi menjaga ritme tahunan, melainkan menunggu momen ketika peningkatannya cukup besar untuk dibenarkan.
Belum ada jadwal rilis
Meski pengembangannya terus berjalan, belum ada tanggal peluncuran resmi untuk Steam Deck 2. Perangkat ini juga masih diperkirakan baru akan hadir dalam beberapa tahun ke depan.
Salah satu alasannya, Valve disebut masih menunggu chip yang dianggap tepat dan saat ini belum tersedia. Ini mengindikasikan bahwa peningkatan performa menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kapan Steam Deck 2 siap diperkenalkan.
Kondisi tersebut membuat ekspektasi soal waktu rilis perlu dijaga tetap realistis. Untuk saat ini, Valve hanya memastikan proyeknya tetap hidup, bukan memberi sinyal peluncuran dalam waktu dekat.
Bagi pasar handheld PC gaming, keputusan itu cukup masuk akal. Valve tampaknya ingin menghindari kompromi yang membuat perangkat baru terasa hanya sebagai versi revisi dari model lama.
Apa yang mungkin dibawa Steam Deck 2
Sejauh ini, belum ada spesifikasi resmi yang diumumkan Valve. Namun arah pengembangannya diperkirakan akan mengutamakan system on chip yang jauh lebih kuat dibanding generasi sekarang.
Selain performa, layar juga disebut berpotensi menjadi area peningkatan penting. Opsi refresh rate yang lebih tinggi masuk dalam perkiraan, melanjutkan langkah yang sudah terlihat pada Steam Deck OLED dengan panel 90Hz.
Ada pula kemungkinan Valve mempertahankan pilihan panel LCD dan OLED. Jika benar, strategi itu bisa memberi fleksibilitas lebih besar dalam penentuan varian produk dan rentang harga.
Perubahan desain diperkirakan tetap ada, tetapi sifatnya halus. Fokus utamanya tampaknya bukan pada perombakan bentuk total, melainkan penyempurnaan yang mendukung pengalaman bermain dan efisiensi perangkat.
Fondasi dari generasi pertama
Steam Deck pertama dirilis pada Februari 2022. Setelah itu, Valve menghadirkan Steam Deck OLED pada November 2023 sebagai penyegaran yang membawa layar OLED dan refresh rate 90Hz.
Kehadiran model OLED menjadi petunjuk bahwa Valve memang mengembangkan perangkat keras secara bertahap. Namun perusahaan tetap membedakan jelas antara penyegaran produk dan generasi baru yang seharusnya membawa lonjakan lebih besar.
Karena itu, Steam Deck 2 diposisikan sebagai langkah berikutnya yang lebih ambisius. Valve tampaknya ingin memastikan bahwa penerus ini benar-benar merepresentasikan kemajuan teknologi, bukan sekadar pembaruan minor yang dibungkus sebagai generasi baru.
Ada juga faktor biaya yang membayangi pengembangan perangkat baru. Di tengah krisis memori yang masih berlangsung, Steam Deck 2 diperkirakan akan lebih mahal daripada pendahulunya.
Sebagai pembanding, Steam Deck generasi sekarang disebut hadir pada harga $400 dan $650 untuk varian yang ada. Kenaikan harga pada penerusnya bisa menjadi konsekuensi dari chip yang lebih kuat, layar yang lebih baik, dan tekanan komponen global.
Untuk saat ini, posisi Valve cukup jelas. Steam Deck 2 belum dekat ke garis finis, tetapi perusahaan memastikan proyek tersebut tetap berjalan dan diarahkan untuk menjadi peningkatan besar, bukan sekadar Steam Deck lama dengan sedikit polesan baru.
