Bocoran terbaru soal Tensor G6 memunculkan kekhawatiran baru untuk Pixel 11. Fokus masalahnya bukan lagi sekadar kinerja umum, melainkan GPU yang disebut-sebut masih berpotensi mengulang kelemahan generasi sebelumnya.
Isu ini penting karena lini Pixel selama ini dikenal kuat di fitur AI, tetapi sering tertahan oleh kemampuan chip Tensor di sisi performa mentah. Setelah Tensor G5 membawa kemajuan pada efisiensi daya, titik lemah GPU justru belum terlihat benar-benar terselesaikan.
Menurut pembocor Mystic Leaks yang dikenal akurat dalam membocorkan informasi Pixel, Tensor G6 akan memakai GPU PowerVR CXTP-48-1536. GPU itu pertama kali meluncur pada 2021, sehingga pilihan ini langsung memicu pertanyaan soal daya saing arsitekturnya untuk ponsel kelas flagship.
Kekhawatiran tersebut muncul karena Tensor G5 juga sudah dinilai tertinggal di sisi GPU. Pada generasi itu, performa grafis disebut kurang meyakinkan, dan situasinya diperburuk oleh driver yang sudah ketinggalan.
Salah satu dampak paling jelas terlihat pada dukungan Vulkan. Tensor G5 disebut belum mendukung Vulkan 1.4, yang pada akhirnya membatasi performa dalam game.
Kondisi itu membuat harapan terhadap Tensor G6 semestinya mengarah pada lompatan besar di sisi grafis. Namun, jika bocoran GPU ini akurat, peningkatannya berpotensi tidak sebesar yang diharapkan pengguna Pixel.
Google memang masih bisa memperbaiki hasil akhir lewat peningkatan clock speed dan optimalisasi driver. Tetapi langkah seperti itu dinilai belum cukup untuk menutup jarak jika fondasi arsitektur GPU yang dipakai memang sudah lebih tua.
Dengan kata lain, masalahnya bukan hanya soal angka frekuensi atau penyetelan perangkat lunak. Akar persoalannya ada pada pilihan komponen grafis yang dinilai belum benar-benar baru untuk menantang kompetitor di kelas atas.
Ini menjadi sorotan karena Tensor G5 sendiri sudah membawa satu perubahan penting. Google beralih ke proses manufaktur TSMC yang lebih maju, dan perpindahan itu membantu menurunkan konsumsi daya.
Meski begitu, efisiensi yang membaik tidak otomatis membuat Tensor setara dengan pesaingnya dalam performa keseluruhan. Pada titik ini, GPU tetap menonjol sebagai area yang paling lemah dibanding bagian lain dari chip.
Di tengah kabar kurang menggembirakan soal grafis, bocoran yang sama juga membawa sisi positif untuk Pixel 11. Tensor G6 disebut akan menggunakan inti CPU terbaru dari Arm, yang berpotensi memberi lonjakan cukup besar pada performa dan efisiensi.
Susunan CPU yang disebut meliputi satu Arm C1 Ultra dengan clock 4,11 GHz. Selain itu, ada empat Arm C1 Pro pada 3,38 GHz dan dua Arm C1 Pro lain pada 2,65 GHz.
Arm C1 Ultra merupakan inti CPU paling bertenaga dalam keluarga tersebut. Inti ini dirancang untuk beban kerja berat yang memerlukan ledakan performa dalam waktu singkat.
Penggunaan inti terbaru Arm membuat Tensor G6 terlihat jauh lebih menjanjikan dari sisi CPU. Ini kontras dengan Tensor G5 yang memakai kombinasi Cortex-X4, A-725, dan A520.
Jika bocoran ini tepat, peningkatan CPU bisa menjadi salah satu perubahan terbesar di Pixel 11. Hal itu berpotensi membantu pengalaman harian, pemrosesan AI, serta tugas berat yang lebih bergantung pada inti prosesor.
Masih ada satu detail yang belum sepenuhnya jelas dari bocoran yang beredar. Google disebut mungkin beralih ke tata letak CPU 7-core pada Tensor G6, dengan hanya satu inti C1 Ultra.
Perubahan itu menarik karena Tensor G5 memakai CPU 8-core. Artinya, Google bisa saja memilih konfigurasi yang lebih fokus pada efisiensi dan pembagian tugas baru, bukan sekadar menambah jumlah inti.
Meski begitu, prospek CPU yang lebih kuat tidak otomatis menghapus kekhawatiran di sektor grafis. Untuk ponsel flagship, kemampuan GPU tetap penting, terutama untuk gaming, rendering, dan beban kerja visual lain yang makin berat.
Tensor G6 sendiri disebut mungkin masih belum menyaingi chip papan atas seperti Snapdragon 8 Elite Gen 5. Namun, dari sudut pandang CPU, performanya tetap bisa tergolong layak untuk flagship 2026.
Masalahnya, persepsi pengguna terhadap sebuah chip sering tidak hanya dibentuk oleh CPU. Ketika GPU tertinggal, pengalaman keseluruhan dapat ikut terdampak, terutama pada game modern dan aplikasi yang menuntut akselerasi grafis tinggi.
Kondisi inilah yang membuat bocoran Pixel 11 terasa campur aduk. Di satu sisi, Google disebut akhirnya akan memakai inti CPU Arm terbaru yang menjanjikan peningkatan nyata.
Di sisi lain, pilihan GPU PowerVR yang berasal dari generasi lama memunculkan risiko pengulangan kesalahan yang sama. Jika benar, Tensor G6 bisa tampil lebih efisien dan lebih kuat untuk tugas CPU, tetapi tetap menyisakan titik lemah yang sudah lama melekat pada chip Tensor.
Source: www.androidpolice.com






