Persaingan ponsel lipat premium diperkirakan akan memanas setelah muncul bocoran baru mengenai Vivo X Fold6. Perangkat ini disebut-sebut membawa kamera utama 200 MP dan chipset MediaTek Dimensity 9500, kombinasi yang berpotensi membuatnya menantang Galaxy Z Fold7 dari sisi performa dan fotografi.
Sorotan terbesar ada pada dua aspek yang paling mudah menarik perhatian pasar foldable saat ini, yakni kamera dan baterai. Selain sensor utama beresolusi tinggi, Vivo X Fold6 juga dikabarkan akan mengusung baterai 7.000 mAh, kapasitas yang sangat besar untuk kelas ponsel lipat.
Informasi terbaru ini datang dari pembocor Digital Chat Station di Weibo. Ia juga memberi klarifikasi atas rumor sebelumnya dari akun Weibo lain yang sempat menyebut X Fold6 akan menyamai atau mendekati Honor Magic V6 dengan baterai 7.150 mAh.
Menurut bocoran tersebut, Vivo akhirnya tidak memakai baterai sebesar 7.150 mAh. Namun, kapasitas 7.000 mAh tetap dinilai sangat agresif dan disebut mewakili peningkatan sekitar 16% dibanding Vivo X Fold5.
Kenaikan kapasitas baterai ini menjadi penting karena daya tahan masih menjadi salah satu tantangan utama perangkat lipat. Jika bocoran ini akurat, Vivo tampak ingin menempatkan X Fold6 sebagai foldable yang tidak hanya tipis dan premium, tetapi juga lebih tahan lama dalam pemakaian harian.
Fokus pada kamera
Bagian kamera menjadi elemen lain yang membuat X Fold6 menonjol dalam bocoran awal ini. Digital Chat Station menyebut Vivo menyiapkan kamera utama 200 MP dengan sensor besar, ditemani kamera ultra-wide 50 MP dan kamera periskop telefoto 50 MP.
Untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, perangkat ini juga disebut memiliki dua kamera 20 MP. Satu kamera ditempatkan di bagian depan, sementara satu lagi berada di sisi layar dalam.
Susunan itu menunjukkan Vivo masih serius membawa pendekatan fotografi kelas flagship ke lini foldable. Kehadiran kamera periskop telefoto juga memberi sinyal bahwa kemampuan zoom tetap akan menjadi salah satu nilai jual penting pada perangkat ini.
Jika konfigurasi ini benar-benar dipakai, X Fold6 bisa tampil lebih agresif dibanding banyak ponsel lipat yang biasanya masih berkompromi pada sektor kamera demi menjaga bodi tetap tipis. Kamera utama 200 MP khususnya berpotensi menjadi pembeda yang paling mudah dipasarkan.
Chipset baru dan posisi terhadap Galaxy Z Fold7
Selain kamera, perpindahan chipset menjadi perubahan penting lain pada generasi berikutnya ini. Vivo disebut akan meninggalkan platform Qualcomm pada model ini dan beralih ke MediaTek Dimensity 9500.
Dimensity 9500 sendiri merupakan chipset 3 nm. Chip tersebut juga sudah ditemukan pada Find X9, X300, dan varian Pro masing-masing, sehingga posisinya memang ditujukan untuk kelas atas.
Perubahan ini menarik karena Vivo X Fold5 masih memakai Snapdragon 8s Gen 3. Berdasarkan benchmark yang disebutkan, perpindahan ke Dimensity 9500 seharusnya membantu X Fold6 mendekati performa Galaxy Z Fold7 dengan jarak yang lebih rapat dibanding pendahulunya.
Artinya, Vivo tidak hanya mengejar kapasitas baterai besar atau kamera lebih ambisius. Perusahaan itu juga tampak berupaya memperkecil selisih performa yang selama ini menjadi salah satu titik pembanding penting di segmen foldable premium.
Ukuran layar dan desain
Bocoran yang sama juga menyinggung perubahan pada dimensi layar. Vivo X Fold6 disebut akan hadir dengan layar cover 6,51 inci dan layar lipat utama 8,02 inci.
Angka itu terlihat sangat dekat dengan Vivo X Fold5, yang memiliki layar cover 6,51 inci dan layar lipat 8,03 inci. Karena ukuran layar utama sedikit turun, ada kemungkinan X Fold6 akan hadir sedikit lebih pendek dan lebih sempit dibanding pendahulunya.
Sebagai acuan, X Fold5 memiliki dimensi 159,7 x 72,6 mm saat tertutup. Dalam kondisi terbuka, ukurannya tercatat 159,7 x 142,3 mm.
Perubahan kecil pada panel biasanya berkaitan dengan upaya merapikan ergonomi dan efisiensi ruang internal. Dalam konteks perangkat lipat, selisih ukuran yang tipis tetap bisa berdampak pada kenyamanan genggam dan ruang untuk baterai atau modul kamera.
Fitur lain yang tetap dipertahankan
Di luar spesifikasi inti, Vivo juga disebut masih mempertahankan dukungan pengisian daya nirkabel. Fitur ini penting karena belum semua ponsel lipat menawarkan kombinasi baterai besar dan wireless charging secara bersamaan.
X Fold6 juga dikabarkan tetap membawa ketahanan air yang oleh Digital Chat Station disebut berada di level teratas. Meski belum ada rincian sertifikasi spesifik, informasi ini menunjukkan Vivo tidak ingin menurunkan aspek durabilitas saat meningkatkan spesifikasi utama.
Untuk saat ini, harga dan ketersediaan masih belum diketahui. Wujud final perangkat juga belum terungkap, tetapi bocoran yang sudah beredar memberi gambaran jelas bahwa Vivo sedang menyiapkan foldable dengan pendekatan yang lebih agresif di tiga area sekaligus, yakni performa, kamera, dan daya tahan baterai.
Digital Chat Station juga menyebut perangkat ini sebagai model untuk rilis 2026. Jika arah spesifikasi itu dipertahankan hingga peluncuran, Vivo X Fold6 berpotensi menjadi salah satu penantang paling serius di kelas ponsel lipat premium yang selama ini didominasi nama-nama besar seperti Samsung.
Source: www.notebookcheck.net






