Ask.com resmi menghentikan operasionalnya setelah 25 tahun, menutup salah satu bab paling dikenal dalam sejarah mesin pencari internet. Keputusan ini diambil oleh InterActiveCorp (IAC) sebagai pemilik, yang memilih mengakhiri bisnis pencarian mereka secara keseluruhan.
Penutupan Ask.com juga menandai berakhirnya era mesin pencari klasik yang dulu pernah menjadi pintu masuk banyak pengguna ke internet. Bagi banyak orang, nama Ask masih lekat dengan maskot Jeeves dan pendekatan pencarian yang membuat pengguna bisa bertanya dengan bahasa sehari-hari.
Akhir dari layanan yang dulu sangat dikenal
Dalam pernyataan resmi di situs utamanya, IAC menyebut perusahaan kini terus mempertajam fokus bisnisnya. Karena itu, perusahaan memutuskan untuk menghentikan lini pencarian yang mencakup Ask.com.
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa Ask.com resmi ditutup pada 1 Mei 2026 setelah “25 tahun menjawab pertanyaan dunia”. Pada bagian akhir, perusahaan menyampaikan apresiasi kepada tim pengembang dan pengguna setia, sambil menutup pesan dengan kalimat, “Semangat Jeeves tetap abadi.”
Ask Jeeves dan pendekatan yang lebih ramah bagi pengguna awal internet
Ask.com berawal dari Ask Jeeves, yang didirikan pada 1996 di Berkeley, California, oleh Garrett Gruener dan David Warthen. Saat banyak mesin pencari masih menuntut pengguna memasukkan kata kunci teknis, Ask memilih pendekatan yang berbeda.
Layanan ini mendorong orang untuk mengetik pertanyaan dalam bahasa Inggris sehari-hari yang sederhana. Konsep tersebut terasa lebih natural bagi pengguna baru internet dan membantu pencarian informasi menjadi lebih mudah dipahami.
Maskot pelayan kartun Jeeves ikut memperkuat identitas layanan ini. Karakter itu diambil dari valet dalam novel P.G. Wodehouse dan membuat Ask terasa lebih bersahabat dibanding mesin pencari lain pada masanya.
Pernah bersaing di puncak, lalu tersisih oleh perubahan pasar
Pada akhir 1990-an, Ask Jeeves sempat menikmati masa kejayaan. Layanan ini memproses jutaan kueri setiap hari dan bersaing dengan nama besar seperti Yahoo dan AltaVista.
Namun, lanskap mesin pencari berubah cepat ketika Google mulai mendominasi lewat algoritma PageRank yang lebih cepat dan lebih efektif. Ask kemudian mencoba memperbaiki kualitas hasil pencarian dengan mengakuisisi teknologi Teoma pada 2001.
Meski langkah itu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan, posisi Ask tetap sulit pulih. Setelah IAC mengakuisisinya pada 2005, nama “Jeeves” dihapus dan platform ini berganti menjadi Ask.com, tetapi perubahan tersebut tidak cukup untuk mengembalikan relevansi globalnya.
Warisan yang masih terasa di teknologi modern
Walau Ask.com sudah tutup, pendekatan pencarian berbasis bahasa alami yang dulu dipopulerkan Ask justru terasa sangat dekat dengan teknologi saat ini. Cara berinteraksi lewat pertanyaan lengkap kini menjadi standar dalam berbagai layanan kecerdasan buatan, termasuk ChatGPT dan fitur AI milik Google.
Penutupan Ask.com juga dipandang sebagai bagian dari berakhirnya masa layanan internet lawas yang pernah sangat dikenal, sejalan dengan ditutupnya sejumlah layanan lain seperti AIM dan dial-up AOL. Dari gelombang mesin pencari konsumen era awal internet, hampir tidak ada yang tersisa selain Google sebagai kekuatan dominan yang berdiri sendiri.
Source: mediaindonesia.com