Port USB di laptop modern makin sedikit, sementara kebutuhan perangkat tambahan justru makin banyak. Karena itu, USB hub sering terlihat seperti solusi paling praktis untuk menyambungkan banyak aksesori dari satu port saja.
Masalahnya, tidak semua perangkat cocok dipasangkan lewat hub. Ada perangkat yang butuh daya besar, bandwidth lebar, atau koneksi yang sangat stabil, sehingga kinerjanya bisa turun tajam saat melewati hub.
Perangkat yang butuh bandwidth besar
Perangkat seperti external GPU dan webcam 4K sebaiknya tidak dipasang ke USB hub. Alasannya sederhana: hub hanya berbagi sumber daya dari satu port USB, sehingga bandwidth yang tersedia cepat habis ketika dipakai bersama perangkat lain.
Pada koneksi USB 3.0, total bandwidth dibatasi di 5Gbps. Angka itu biasanya cukup untuk satu perangkat, tetapi menjadi sempit saat dibagi ke beberapa koneksi sekaligus.
Jika bandwidth dipaksa menipis, eGPU dan webcam beresolusi tinggi bisa bekerja tidak stabil. Dampaknya bisa berupa frame rate tersendat, artefak visual, atau gangguan saat panggilan video penting.
Pengisi daya berdaya tinggi
Ponsel dan tablet yang membutuhkan fast charging juga bukan pasangan ideal untuk USB hub biasa. Hub tanpa jalur daya khusus hanya bisa menyalurkan daya dari port yang menampungnya, sehingga suplai yang tersedia terbatas.
Smartphone modern membutuhkan sekitar 20W atau lebih untuk pengisian cepat. Jika hub tidak mampu memberikan daya tersebut, pengisian akan jauh lebih lambat dan dalam kondisi tertentu hub bisa ikut panas.
Masalah ini makin terasa saat beberapa perangkat boros daya dipasang bersamaan pada hub tanpa daya eksternal. Bahkan powered hub pun tidak selalu mendukung fast charging, sehingga port USB-C langsung di laptop atau charger dinding tetap lebih masuk akal untuk kebutuhan ini.
External SSD atau HDD
Penyimpanan eksternal juga termasuk perangkat yang lebih aman dipasang langsung ke komputer. SSD dirancang untuk transfer cepat dan andal, tetapi performanya bisa turun jika bandwidth dibagi dengan perangkat lain di hub.
External hard drive memang cenderung lebih lambat dari hard drive internal sejak awal. Saat bandwidthnya dipotong lagi lewat hub, proses yang biasanya hanya butuh beberapa detik bisa berubah menjadi hitungan menit atau lebih.
Selain itu, masalah bisa muncul jika hub memakai versi USB yang lebih lama. Kecepatan transfer akan mengikuti batas versi itu, lalu makin turun jika banyak perangkat cepat berbagi jalur yang sama.
Ada juga risiko hub bus-powered tidak sanggup memasok daya yang cukup ke drive eksternal. Kondisi ini dapat memicu kecepatan turun atau perangkat terputus, dan efeknya bukan hanya saat menyalin file.
Load time game dan aplikasi juga bisa ikut melambat ketika sistem harus mengakses data dari drive eksternal melalui hub. Akibatnya, seluruh perangkat bisa terasa lebih berat saat bergantung pada penyimpanan tersebut.
Perangkat yang tidak tepercaya atau berisiko
USB hub murah juga bisa membuka celah keamanan. Salah satu risikonya adalah channel-to-channel crosstalk leakage, yaitu kondisi ketika data yang lewat di satu jalur bisa bocor melalui sifat fisik hub.
Ugreen menyebut 90% hub yang mereka uji mengalami crosstalk leakage. Temuan itu menunjukkan bahwa kualitas hub sangat memengaruhi keamanan data yang lewat di dalamnya.
Sejumlah hub juga punya desain yang lemah, termasuk minim isolasi antarp port. Celah seperti ini dapat membuat data dari perangkat lain lebih mudah diintip atau disadap.
Karena itu, perangkat yang sensitif sebaiknya tidak dicampur sembarangan di hub yang sama. Hub dari merek tepercaya dan model yang memiliki enkripsi bawaan lebih layak dipertimbangkan jika data penting harus melewatinya.
USB hub tetap berguna untuk periferal ringan seperti keyboard, mouse, atau aksesori sederhana. Namun untuk perangkat yang haus daya, butuh bandwidth besar, atau membawa data sensitif, sambungan langsung biasanya tetap pilihan yang lebih aman dan lebih stabil.







