Huawei kembali menarik perhatian lewat MatePad Pro Max, tablet 13 inci yang diklaim sebagai yang paling tipis dan ringan di kelasnya. Dengan ketebalan 4,7 mm dan bobot 499 gram, perangkat ini bahkan menyalip iPad Pro 4,9 mm dan membuat persaingan tablet premium terasa berubah arah.
Perangkat ini hadir sebagai bagian dari dorongan Huawei untuk memperkuat lini tablet premium pada 2026. Bagi pengguna yang mengutamakan desain tipis, layar OLED, dan kenyamanan saat dipakai santai di sofa, MatePad Pro Max tampil sebagai opsi yang sulit diabaikan.
Desain yang terasa ekstrem
Saat digenggam, sisi tipis tablet ini langsung terasa, meski tonjolan kamera masih terlihat sedikit menonjol. Di balik bodi metal unibody itu, Huawei menyebut sudah mengoptimalkan arsitektur internal dengan mainboard terpusat untuk membantu pengelolaan suhu.
Huawei juga memakai struktur “load-bearing beam” di area dengan tekanan tinggi. Bagian kamera, mainboard, dan baterai diperkuat dengan baja agar tidak mudah berubah bentuk saat mendapat tekanan lokal.
Layar jadi daya tarik utama
Poin paling kuat dari MatePad Pro Max ada pada panel PaperMatte-nya. Layar ini menawarkan tekstur matte dan desain anti-glare yang membuatnya terasa berbeda dari tablet Android lain, terutama saat dipakai membaca, menggambar, atau menonton.
Panel 13,2 inci beresolusi 3K OLED ini juga disebut lebih cerah dan lebih hidup secara warna. Dalam penggunaan luar ruangan, tingkat kecerahannya dinilai cukup tinggi, sementara lapisan matte tidak mengganggu kejernihan visual saat menonton video.
Huawei juga memperkecil bezel, termasuk area kamera depan. Modul kamera di bagian depan kini masuk ke bezel 3,5 mm tanpa perlu cutout, sehingga tampilan layar terasa lebih bersih.
Lebih cocok untuk baca, nonton, dan menggambar
Untuk konsumsi media, MatePad Pro Max mendapat pujian karena tidak menampilkan efek grainy saat video diputar. Itu menjadi peningkatan penting dibanding MatePad Pro sebelumnya, terutama bagi pengguna yang sensitif terhadap kualitas panel.
Bagi kebutuhan kreatif, permukaan PaperMatte juga membuat pengalaman menggambar terasa lebih nyaman. Huawei menjual paket dengan stylus yang bisa terintegrasi ke aksesori keyboard, dan kombinasi itu dinilai jauh lebih enak untuk menggambar dibanding iPad Pro.
Baterai besar dan daya tahan yang dijanjikan
Meski tampil sangat tipis, tablet ini masih membawa baterai 10.400mAh. Huawei memakai baterai silikon, dan klaim dayanya cukup kuat untuk streaming video lebih dari 14 jam dalam sekali isi ulang.
Angka itu menempatkannya sebagai perangkat yang tidak hanya mengandalkan desain. Untuk pemakaian harian, kapasitas tersebut memberi ruang yang cukup besar untuk maraton serial atau penggunaan panjang tanpa sering mencari charger.
Aksesori dan performa
Huawei juga menyiapkan Glide keyboard sebagai pasangan tablet ini. Aksesori itu dinilai cukup baik dan lebih ringan dibanding Magic Keyboard, meski tidak menawarkan desain floating hinge seperti milik Apple.
Dari sisi performa, Huawei hanya menyebut MatePad Pro Max 20 persen lebih cepat dari pendahulunya. Perusahaan juga menyiapkan sistem manajemen termal baru yang disebut mirip notebook gaming kelas atas.
Pengujian awal dilakukan saat tablet masih menjalankan software beta, sehingga performa hardware belum bisa dinilai penuh. Meski begitu, tidak terlihat tanda-tanda masalah dalam penggunaan harian dasar sejauh ini.
Alternatif menarik, tapi belum sepenuhnya tanpa kompromi
MatePad Pro Max dijadwalkan meluncur global dalam beberapa pekan ke depan. Tablet ini menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mencari perangkat OLED premium dengan ukuran besar, bodi sangat tipis, dan kelebihan unik di sisi layar serta stylus.
Tetap ada satu catatan penting, yakni absennya Google services secara bawaan. Namun, Play Store disebut masih bisa dipasang dengan mudah, sehingga hambatan itu tidak lagi sebesar dulu bagi banyak pengguna.







