Samsung akhirnya mulai menggulirkan pembaruan stabil One UI 8.5 untuk ponsel flagship Galaxy. Update besar ini membawa sejumlah peningkatan antarmuka, fitur fungsional baru, dan beberapa kemampuan AI yang sebelumnya hadir di Galaxy S26.
Kabar ini penting bagi pemilik Galaxy S25, Galaxy Z Fold 7, dan Galaxy Z Flip 7 karena One UI 8.5 menjadi pembaruan besar pertama untuk lini Galaxy S25 sejak One UI 8 berbasis Android 16 dirilis pada September 2025. Langkah ini juga menandai perluasan fitur terbaru Samsung ke perangkat flagship yang lebih luas.
Untuk tahap awal, firmware BZDP baru tersedia di Korea Selatan. Distribusi saat ini ditujukan untuk pengguna Galaxy S25, termasuk S25 FE, serta pemilik Z Fold 7 dan Flip 7 yang sudah tergabung dalam program beta One UI 8.5.
Karena update ini diberikan kepada peserta beta yang sudah lebih dulu memakai versi pengujian, ukuran file OTA-nya relatif kecil. Unduhan pembaruan dilaporkan berada di kisaran 580 MB hingga 600 MB.
Jika tidak ada kendala, build yang sama diperkirakan akan dirilis ke publik dalam beberapa hari ke depan. Samsung juga biasanya memperluas distribusi pembaruan ke negara-negara Eropa dalam hitungan beberapa hari setelah peluncuran awal.
Fitur yang paling menonjol
One UI 8.5 tidak hanya membawa penyegaran visual kecil di antarmuka. Samsung juga menambahkan peningkatan fungsi yang terasa lebih praktis untuk pemakaian sehari-hari.
Salah satu tambahan penting adalah kompatibilitas AirDrop untuk Quick Share. Fitur ini membuat pertukaran file menjadi lebih luas dari sebelumnya, sekaligus memperkuat posisi Quick Share sebagai solusi berbagi file lintas perangkat.
Di luar itu, pembaruan ini juga membawa fitur berbasis AI yang sebelumnya terlihat pada Galaxy S26. Beberapa di antaranya mencakup penyaringan panggilan otomatis, pembuatan gambar melalui Photo Assist, dan Bixby versi baru yang disebut lebih pintar.
Masuknya fitur-fitur tersebut ke seri Galaxy S25 menjadi salah satu alasan utama update ini dinanti. Bagi pengguna flagship Samsung, nilai pembaruan tidak lagi sekadar kosmetik, tetapi juga menyentuh pengalaman penggunaan inti seperti panggilan, asisten digital, dan pengolahan gambar.
Pentingnya basis Android 16 QPR2
One UI 8.5 juga menarik dari sisi teknis karena menjadi salah satu antarmuka Android pertama yang dibangun di atas Android 16 QPR2. Langkah ini cukup berbeda dari kebiasaan banyak vendor Android yang umumnya hanya menggunakan rilis awal versi Android besar dan melewati pembaruan Quarterly Platform Release berikutnya.
Perubahan ini relevan karena update QPR kini membawa fitur dan perubahan yang semakin besar. Google, misalnya, hanya menghadirkan Material 3 Expressive dan Live activities untuk notifikasi di ponsel Pixel melalui Android 16 QPR1.
Dengan kata lain, basis sistem yang lebih baru berpotensi memberi ruang lebih besar bagi Samsung untuk menghadirkan fitur yang lebih modern dan selaras dengan perkembangan Android. Ini juga menunjukkan bahwa update antarmuka kini tidak bisa lagi dipisahkan dari ritme pembaruan platform Android yang lebih cepat.
Datang lebih lambat dari harapan
Meski akhirnya tersedia, kedatangan One UI 8.5 dinilai terlambat. Samsung sebelumnya bergerak cepat saat merilis One UI 8 tak lama setelah peluncuran Android 16, tetapi siklus berikutnya tidak berjalan secepat itu.
One UI 8.5 pertama kali debut di Galaxy S26 pada awal Maret 2026. Namun, Samsung baru sekarang mulai merilisnya untuk perangkat flagship Galaxy lain, beberapa bulan setelah banyak pihak memperkirakan pembaruan ini akan lebih cepat meluas.
Pada Juli 2025, Executive VP and Head of Framework R&D Samsung, Sally Hyesoon Jeong, sempat mengungkap bahwa perusahaan beralih ke model pengembangan Trunk Stable seperti Google. Secara teori, pendekatan ini memungkinkan pembaruan sistem operasi dirilis lebih cepat dan lebih sering ke perangkat.
Sejauh ini, hasilnya belum sepenuhnya sesuai harapan tersebut. Samsung memang menunjukkan respons cepat pada fase awal Android 16, tetapi distribusi One UI 8.5 ke lini flagship di luar Galaxy S26 memerlukan waktu lebih lama dari perkiraan.
Bagi pengguna, situasinya tetap menghadirkan dua sisi. Di satu sisi, pembaruan ini datang dengan sejumlah fitur baru yang relevan dan fondasi Android yang lebih mutakhir, tetapi di sisi lain proses perluasannya menunjukkan bahwa percepatan jadwal update masih menjadi tantangan.
Dalam jangka pendek, perhatian kini tertuju pada seberapa cepat build stabil ini keluar dari lingkaran beta di Korea Selatan. Jika pola distribusi Samsung tetap sama, wilayah lain seharusnya tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mulai menerima One UI 8.5 di perangkat flagship mereka.
