Chrome Diam-Diam Menyimpan AI 4GB di PC Anda, Dihapus Pun Bisa Muncul Lagi

Chrome di desktop kini bisa menyimpan model AI lokal berukuran sekitar 4GB tanpa peringatan yang jelas saat pemasangan. Ruang penyimpanan itu dipakai untuk Gemini Nano, model on-device yang ditanamkan ke browser Google.

Bagi pengguna dengan kapasitas penyimpanan terbatas, kabar ini penting karena file tersebut tidak selalu mudah dihapus permanen. Dalam sejumlah kasus, file bisa muncul lagi setelah dihapus karena Chrome mengunduh ulang model itu.

Google menjelaskan bahwa Gemini Nano untuk Chrome telah ditawarkan sejak 2024 sebagai model ringan yang berjalan di perangkat. Menurut perusahaan, model ini mendukung kemampuan keamanan penting seperti deteksi penipuan dan API pengembang tanpa mengirim data ke cloud untuk pemrosesan fitur tersebut.

Namun sorotan muncul setelah Alexander Hanff, melalui That Privacy Guy, menulis bahwa Chrome menyimpan file weights.bin berukuran 4GB ke disk. Ia menyebut tidak ada peringatan soal ukuran file yang besar itu dan tidak ada opsi untuk menolak fitur AI saat Chrome diunduh.

Hanff mengatakan file tersebut menopang fitur seperti “Help me write”, deteksi penipuan di perangkat, dan fungsi browser berbasis AI lainnya. Temuan itu memicu pertanyaan baru soal transparansi, terutama bagi pengguna yang tidak merasa meminta fitur AI tambahan di browser mereka.

File bisa dihapus, tetapi belum tentu hilang

Pengguna yang ingin mengosongkan ruang penyimpanan bisa menemukan file itu di direktori OptGuideOnDeviceModel dalam folder data Chrome. Masalahnya, penghapusan manual tidak selalu menjadi solusi akhir karena Chrome dapat memasangnya kembali.

Ada cara yang disebut dapat membantu mencegah pengunduhan ulang, yakni masuk ke Settings > System lalu mematikan opsi On-Device AI. Akan tetapi, cara ini tidak bekerja konsisten di semua perangkat.

Dalam pengujian yang dilaporkan, pengaturan itu berhasil dimatikan pada MacBook yang menjalankan Chrome versi 148. Sebaliknya, langkah yang sama disebut tidak berhasil pada Pixelbook Go dengan Chrome versi 147.

Google kemudian memberi penjelasan tambahan kepada AP soal mekanisme ini. Perusahaan menyatakan model akan otomatis dihapus jika perangkat kekurangan sumber daya, termasuk ketika ruang penyimpanan bebas turun di bawah ambang tertentu.

Google juga mengatakan mulai Februari pihaknya meluncurkan kemampuan agar pengguna bisa lebih mudah mematikan dan menghapus model langsung dari pengaturan Chrome. Setelah dinonaktifkan, model itu disebut tidak lagi diunduh atau diperbarui.

Pernyataan ini menjadi penting karena keluhan utama bukan hanya soal ukuran 4GB, tetapi juga soal rasa tidak punya kendali penuh. Bagi sebagian pengguna, file besar yang datang bersama browser tanpa pilihan jelas untuk menolaknya dianggap sebagai beban tambahan di komputer.

Perdebatan soal privasi

Isu lain yang ikut mencuat adalah klaim privasi pada AI yang berjalan di perangkat. Hanff memperingatkan bahwa keberadaan model lokal ini tidak otomatis berarti seluruh interaksi pengguna diproses sepenuhnya secara privat di komputer.

Ia menulis bahwa setiap kueri yang diketik pengguna ke fitur tersebut dikirim lewat jaringan ke server Google untuk diproses oleh model yang di-host Google. Jika demikian, manfaat privasi yang biasanya diasosiasikan dengan pemrosesan lokal menjadi dipertanyakan.

Di sisi lain, Google menekankan bahwa Gemini Nano di Chrome mendukung kapabilitas tertentu tanpa mengirim data ke cloud. Penjelasan perusahaan menunjukkan bahwa setidaknya sebagian fungsi memang dirancang untuk berjalan di perangkat, terutama untuk fitur keamanan dan API pengembang.

Perbedaan penekanan ini membuat gambaran penggunaan AI di Chrome menjadi lebih kompleks. Tidak semua fungsi AI tampaknya bekerja dengan cara yang sama, sehingga pengguna perlu memahami bahwa label “on-device” tidak selalu berarti seluruh proses berlangsung lokal.

Yang perlu diperhatikan pengguna

Bagi pengguna desktop yang merasa ruang penyimpanan cepat menipis, folder data Chrome layak diperiksa jika muncul penggunaan storage yang tidak biasa. Kehadiran file model AI berukuran besar bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Google juga telah mengarahkan pengguna ke artikel pusat bantuan Chrome untuk informasi lebih lanjut tentang pengelolaan model AI di perangkat. Informasi itu menjadi relevan terutama setelah adanya opsi baru untuk mematikan dan menghapus model langsung dari pengaturan browser.

Di tengah dorongan industri teknologi untuk menanamkan AI ke semakin banyak produk, kasus ini menunjukkan biaya tersembunyi yang tidak selalu terlihat di awal. Pada Chrome, biaya itu hadir dalam bentuk ruang penyimpanan lokal yang bisa mencapai 4GB, bahkan sebelum semua pengguna benar-benar memutuskan apakah mereka menginginkan fitur tersebut.

Source: www.androidpolice.com
Exit mobile version