Kenapa Saya Merakit SSD Eksternal Sendiri, Lebih Murah Dan Bisa Diupgrade Lagi

Banyak pengguna memilih SSD eksternal siap pakai karena praktis. Namun, pilihan itu sering datang dengan batas yang kaku: kecepatan dan kapasitas yang dibeli hari ini akan tetap seperti itu selamanya.

Alasan itulah yang mendorong keputusan untuk merakit SSD eksternal sendiri. Kebutuhannya sederhana, yaitu memindahkan pustaka Adobe Lightroom ke penyimpanan portabel agar bisa dipakai di desktop dan laptop sekaligus.

SSD USB bawaan memang mudah dipahami sebagai solusi cepat. Nama seperti Samsung T7 Shield dan Crucial X10 Pro sering menjadi patokan ketika orang mencari SSD USB yang tinggal pakai.

Masalahnya, model seperti itu nyaris tidak memberi ruang tumbuh. Jika kapasitas yang dibeli 1TB, kapasitasnya akan tetap 1TB, dan jika kecepatannya USB 3.2 10Gb/s, maka batas itu juga akan terus melekat.

Bagi sebagian orang, keterbatasan itu mungkin tidak menjadi soal. Tetapi kebutuhan penyimpanan foto membuat pendekatan tersebut kurang cocok karena ruang 500GB tidak cukup, sementara opsi upgrade di masa depan tetap penting.

Di titik inilah enclosure M.2 menjadi menarik. Dengan sistem ini, peningkatan tidak harus berarti membeli perangkat baru sepenuhnya, karena enclosure bisa diganti untuk mengejar standar yang lebih cepat, sementara SSD di dalamnya juga bisa ditukar ke kapasitas yang lebih besar.

Fleksibilitas itu didukung oleh perkembangan SSD modern yang sangat cepat. SSD M.2 kini bisa mencapai kecepatan transfer 14GB/s atau lebih dengan PCIe 5.0, jauh melampaui kemampuan USB biasa.

Perakitan semacam ini juga tidak selalu mahal. Saat mencari media portabel untuk Lightroom, pilihan awal sempat mengarah ke SSD eksternal 1TB, tetapi ada beberapa SSD NVMe 1TB cadangan yang sudah tersedia dari kebiasaan merakit PC selama bertahun-tahun.

Dengan memanfaatkan drive yang sudah ada, biaya yang dibutuhkan turun drastis. Enclosure USB yang dibeli saat diskon hanya sekitar $15, jauh lebih rendah dibandingkan $100 untuk SSD eksternal siap pakai.

Penghematan itu bukan satu-satunya keuntungan. Set up tersebut tetap memberi jalan untuk upgrade nanti, baik lewat enclosure yang memakai standar berbeda seperti USB4, Thunderbolt 4, atau Thunderbolt 5, maupun lewat penggantian SSD ke kapasitas 2TB, 4TB, bahkan 8TB.

Langkah itu juga memberi pilihan yang lebih panjang umur. Daripada terjebak pada satu perangkat dengan satu batas kecepatan dan satu kapasitas, sistem rakitan memungkinkan perubahan sesuai kebutuhan tanpa harus mengulang pembelian dari awal.

Dari sisi teknis, perakitannya juga tidak dianggap rumit. Umumnya hanya diperlukan satu atau dua sekrup, sehingga pendekatan ini tetap ramah bagi pengguna yang menginginkan penyimpanan portabel tanpa proses yang merepotkan.

Pada akhirnya, pilihan merakit sendiri berhasil memenuhi dua kebutuhan sekaligus. Biaya turun, dan ruang untuk upgrade tetap terbuka ketika kebutuhan penyimpanan atau kecepatan mulai berubah.

Terkait