
Adopsi AI PC di lingkungan perusahaan terus meningkat seiring organisasi beralih dari tahap uji coba menuju penggunaan yang lebih luas. Laporan terbaru International Data Corporation atau IDC yang disponsori AMD menunjukkan lebih dari 80% organisasi di seluruh dunia telah menerapkan, menjalankan proyek percontohan, atau merencanakan adopsi AI PC dalam waktu dekat.
Perubahan ini juga menandai kesiapan dunia usaha memasuki era agentic AI, yaitu sistem kecerdasan buatan yang mampu merencanakan, mengeksekusi, dan menyesuaikan tugas secara otonom dan real-time. IDC mencatat, 70% organisasi memperkirakan teknologi seperti ini akan memberi dampak besar pada alur kerja karyawan dalam dua tahun ke depan.
AI masuk lebih dalam ke operasional harian
Survei global IDC melibatkan lebih dari 500 pengambil keputusan TI dan bisnis di Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Inggris, dan Jerman. Hasilnya menunjukkan perusahaan tidak lagi hanya melihat AI sebagai eksperimen, tetapi mulai mengintegrasikannya langsung ke proses kerja sehari-hari untuk mengejar efisiensi yang lebih tinggi.
Sebanyak 61% organisasi menyatakan AI sudah terintegrasi langsung ke alur kerja mereka. Di sisi lain, 59% responden menilai Neural Processing Unit atau NPU berkinerja tinggi sebagai komponen penting untuk menghadirkan pengalaman AI generasi berikutnya.
Manfaat AI PC mulai terasa
Bagi organisasi yang lebih dulu mengadopsi, dampaknya mulai terlihat dalam operasional. Sebanyak 70% pengguna melaporkan performa yang lebih cepat dan latensi yang lebih rendah setelah memakai AI PC.
Selain itu, 66% organisasi mencatat peningkatan produktivitas karyawan, sementara sekitar 58% menilai pemrosesan AI langsung di perangkat atau on-device memberi manfaat besar dalam keamanan data. Temuan ini memperlihatkan bahwa AI PC tidak hanya diposisikan sebagai perangkat kerja, tetapi juga sebagai bagian dari strategi efisiensi dan perlindungan data perusahaan.
PC berubah menjadi lapisan eksekusi AI
Peran PC kini bergeser dari sekadar alat produktivitas tradisional menjadi antarmuka utama untuk berinteraksi dengan sistem AI. Perangkat ini juga berfungsi sebagai lapisan eksekusi lokal untuk tugas yang memerlukan respons cepat dan tingkat keamanan lebih tinggi.
Pergeseran arsitektur ini membuat komputasi bergerak lebih dekat ke tempat kerja berlangsung. Dengan begitu, pengalaman AI bisa berjalan lebih responsif dan tetap mempertimbangkan konteks kerja yang dibutuhkan organisasi.
Strategi perusahaan menuju fase berikutnya
AMD merespons arah perubahan ini melalui platform AMD PRO yang ditenagai prosesor Ryzen AI PRO. Platform tersebut dirancang untuk memberikan akselerasi AI di tingkat perangkat sambil mempertahankan keamanan dan pengelolaan standar perusahaan.
Dengan meningkatnya adopsi AI PC, investasi pada sistem yang siap AI kini menjadi langkah strategis bagi organisasi. Posisi ini dinilai penting untuk mendukung gelombang inovasi berikutnya, ketika PC akan semakin berperan sebagai fondasi utama bagi alur kerja cerdas yang lebih responsif dan terkontrol.
Source: www.medcom.id







