Garmin Forerunner 255 masih bertahan sebagai pilihan yang dicari banyak pelari di 2026, meski usianya sudah bukan produk baru lagi. Di tengah tren smartwatch terbaru yang sibuk mengejar layar AMOLED, fitur AI, dan desain mewah, jam ini tetap sering disebut sebagai perangkat lari yang paling masuk akal dari sisi harga dan fungsi.
Daya tarik utamanya ada pada kebutuhan inti yang tidak berubah: GPS akurat, baterai awet, dan fitur latihan yang benar-benar berguna. Banyak pengguna menilai smartwatch olahraga modern terlalu fokus pada tampilan, sementara Forerunner 255 tetap menempatkan performa sebagai prioritas.
Fitur yang terasa masih relevan
Forerunner 255 membawa sejumlah fitur yang dulu identik dengan lini flagship. Perangkat ini sudah mendukung multi band GPS, triathlon mode, HRV tracking, training analysis, running power, serta dukungan multisport lengkap.
Garmin juga menambahkan daily suggested workout dan morning report. Dua fitur itu membantu memberi rekomendasi latihan berdasarkan kondisi tubuh, kualitas tidur, dan waktu pemulihan pengguna.
Bagi pelari serius, kombinasi fitur tersebut membuat jam ini terasa seperti alat latihan, bukan sekadar aksesori pergelangan tangan. Itulah sebabnya Forerunner 255 masih muncul dalam rekomendasi smartwatch lari dan fitness yang dianggap paling worth it pada pertengahan 2026.
GPS dan layar yang dipilih untuk fungsi
Salah satu nilai jual terbesarnya ada pada GPS multi band atau dual frequency. Teknologi ini membuat pelacakan lokasi lebih presisi saat digunakan di area perkotaan padat, jalur trail, atau lingkungan dengan sinyal GPS yang sulit.
Fitur seperti ini biasanya hadir di smartwatch olahraga yang jauh lebih mahal. Karena itu, banyak pengguna melihat Forerunner 255 punya value tinggi di kelasnya.
Garmin juga memakai layar transflective MIP, bukan AMOLED. Pilihan ini membuat layar lebih hemat baterai dan tetap jelas di bawah sinar matahari, sesuatu yang disukai banyak pelari outdoor, maraton, dan trail run.
Layar MIP juga dinilai tidak terlalu distraktif. Bagi sebagian runner, pendekatan ini lebih cocok karena fokus utama tetap pada latihan, bukan pada tampilan visual yang mencolok.
Baterai panjang masih jadi alasan kuat
Daya tahan baterai menjadi alasan lain mengapa Forerunner 255 belum kehilangan peminat. Varian 46mm bisa bertahan hingga 14 hari untuk penggunaan smartwatch biasa, sementara mode GPS dapat mencapai 30 jam.
Angka itu masih sangat kompetitif pada 2026, terutama jika dibandingkan banyak smartwatch lifestyle modern yang perlu diisi ulang setiap satu atau dua hari. Kombinasi layar MIP dan sistem operasi Garmin yang efisien membuat perangkat ini nyaman dipakai untuk latihan intens, hiking, dan event lari jarak jauh.
Harga yang makin menarik di pasar sekarang
Saat pertama rilis, Garmin Forerunner 255 dibanderol mulai Rp5,8 jutaan. Kini, harga bekasnya jauh lebih terjangkau dan membuatnya lebih mudah dijangkau pengguna yang ingin jam latihan serius tanpa masuk ke kelas flagship baru.
Berikut harga yang tercatat untuk beberapa varian di Indonesia:
| Model | Harga baru | Harga bekas |
|---|---|---|
| Garmin Forerunner 255 | Rp5,8 jutaan | Rp2,5-3,8 jutaan |
| Garmin Forerunner 255S | Rp5,8 jutaan | Rp2,5-3,8 jutaan |
| Garmin Forerunner 255 Music | Rp6,6 jutaan | Rp3,5-3,9 jutaan |
| Garmin Forerunner 255S Music | Rp6,6 jutaan | Rp3,5-3,9 jutaan |
Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu, tetapi selisihnya sudah cukup besar untuk membuat banyak pembeli mempertimbangkannya kembali. Di pasar bekas, seri ini terlihat semakin menarik karena fitur yang ditawarkan masih terasa modern.
Masih kuat untuk runner serius
Garmin Forerunner 255 bukan smartwatch paling fashionable di pasaran, tetapi memang bukan itu target utamanya. Jam ini dibuat untuk membantu latihan lebih efektif dengan lebih dari 30 mode olahraga, mulai dari lari, renang, sepeda, HIIT, hingga triathlon.
Karena fokusnya jelas ke performa, banyak pengguna menilai Forerunner 255 masih sulit tergantikan. Perangkat ini tetap ringan, tahan lama, akurat, dan relevan bagi mereka yang ingin berlatih serius tanpa harus membeli wearable flagship yang lebih mahal.
Source: www.idntimes.com