Microsoft Peringatkan Deadline Juni, Update Windows Ini Dirilis Agar PC Tak Terganggu

Microsoft mulai mendorong pengguna Windows 10 dan Windows 11 untuk segera memasang pembaruan keamanan terbaru sebelum tenggat Juni. Langkah ini berkaitan dengan berakhirnya masa berlaku sertifikat Secure Boot yang sudah dipakai selama 15 tahun dan kini mendekati batas waktu.

Peringatan ini muncul lewat KB5087544, pembaruan ESU terbaru untuk ratusan juta PC Windows 10. Dalam catatan rilisnya, Microsoft meminta pengguna bergerak lebih cepat agar tidak terjadi gangguan saat sertifikat lama mulai kedaluwarsa bulan depan.

Sertifikat lama memasuki masa kritis

Ini menjadi pertama kalinya sertifikat Secure Boot habis masa berlakunya, meski asalnya sudah ada sejak 2011. Dampaknya luas karena semua PC Windows 10 membutuhkan sertifikat baru, walau hanya perangkat yang terdaftar dalam program Extended Security Updates atau ESU yang berhak mendapatkannya.

PC lain akan menghadapi risiko bulan depan ketika sertifikat lama mulai kedaluwarsa. Microsoft juga menyebut sebagian besar PC Windows 11 memerlukan sertifikat baru, kecuali perangkat yang dijual dalam dua tahun terakhir.

Pembaruan dibuat untuk memberi peringatan lebih awal

Microsoft telah menghadirkan pembaruan pada PC Windows 11 dengan aplikasi keamanan yang direvisi untuk memberi peringatan sebelum tenggat Juni. Pembaruan itu juga mengaktifkan pelaporan status dinamis untuk kondisi Secure Boot di Windows Security App.

Perusahaan menekankan bahwa ini membantu memastikan PC yang terdampak tetap aman. Jika sertifikat baru tidak bisa atau tidak dipasang tepat waktu, kemampuan sebagian perangkat personal dan bisnis untuk boot secara aman dapat terdampak.

“Untuk menghindari gangguan, kami menyarankan meninjau panduan dan mengambil tindakan untuk memperbarui sertifikat lebih awal,” demikian pesan Microsoft dalam catatan pembaruan KB5087544. Microsoft juga menyebut sertifikat baru hanya akan diterbitkan pada perangkat yang menunjukkan sinyal pembaruan yang cukup, lewat rollout yang dikendalikan dan bertahap.

Ada detail teknis lain yang ikut diperbaiki

Selain isu Secure Boot, pembaruan ini juga memperbaiki peringatan keamanan Remote Desktop Connection. Masalah itu bisa membuat dialog tampil tidak benar pada konfigurasi multi-monitor dengan pengaturan skala tampilan yang berbeda.

Microsoft menyebut gangguan tersebut bisa muncul setelah pemasangan pembaruan keamanan Windows yang dirilis pada 14 April 2026. Detail ini menunjukkan pembaruan terbaru tidak hanya fokus pada masa berlaku sertifikat, tetapi juga pada stabilitas fitur keamanan yang sudah ada.

Pengguna perlu siap dengan kemungkinan permintaan recovery key

Microsoft juga mengingatkan bahwa sebagian PC yang diperbarui bisa restart dan meminta BitLocker recovery key. Jumlah perangkat yang terdampak disebut terbatas, tetapi pengguna tetap disarankan menyiapkan kunci pemulihan itu sebelum proses berlangsung.

Kunci pemulihan BitLocker hanya perlu dimasukkan sekali. Setelah itu, restart berikutnya tidak akan lagi memunculkan layar pemulihan BitLocker.

Langkah yang dipantau lewat pengaturan keamanan

Setelah sertifikat Secure Boot baru berhasil dipasang, statusnya akan ditampilkan di pengaturan keamanan perangkat. Microsoft juga mengatakan pengguna yang memperbarui Windows Security App akan bisa melihat apakah ada masalah lebih cepat.

Pendekatan ini memberi waktu tambahan untuk menangani kendala yang ditemukan sebelum tenggat benar-benar tiba. Dengan masa berlaku sertifikat Secure Boot yang segera habis, Microsoft jelas ingin pengguna tidak menunggu hingga perangkat mulai menunjukkan gangguan booting aman.

Berita Terkait

Back to top button