OpenAI Turun Langsung ke Bisnis Jasa, Raksasa IT Kini Punya Ancaman Sekaligus Peluang

OpenAI resmi masuk ke bisnis layanan lewat OpenAI Deployment Company, atau DeployCo. Langkah ini menarik perhatian karena OpenAI tidak lagi hanya menjual model AI dan API, tetapi juga menawarkan bantuan langsung untuk membangun serta menerapkan sistem AI di jaringan kerja pelanggan.

Perubahan ini memunculkan pertanyaan besar bagi industri TI India, terutama pemain jasa teknologi seperti TCS, Infosys, dan Wipro. Di permukaan, model baru ini terlihat seperti upaya OpenAI mengambil peran yang selama ini identik dengan perusahaan integrasi dan layanan TI.

DeployCo dirancang untuk membantu organisasi menyesuaikan alat AI sesuai kebutuhan kerja mereka. Artinya, klien tidak hanya membeli akses ke teknologi OpenAI, tetapi juga bisa meminta dukungan implementasi yang lebih spesifik untuk proses bisnis mereka.

OpenAI menyebut DeployCo telah menerima investasi lebih dari $4 miliar dari Goldman Sachs dan SoftBank. Meski begitu, perusahaan ini disebut tetap dimiliki mayoritas dan dikendalikan oleh OpenAI.

Presiden OpenAI Greg Brockman mengatakan salah satu komponen utama DeployCo adalah kehadiran 150 Forward Deployed Engineers dan Deployment Specialists. Tim ini dibentuk untuk bekerja langsung dengan klien agar penggunaan AI bisa disesuaikan dengan kebutuhan operasional yang berbeda-beda.

Peran Forward Deployed Engineers, atau FDE, menjadi elemen penting dalam model baru ini. Mereka bertugas memahami kebutuhan bisnis pelanggan lalu membantu menerapkan alat AI di berbagai sistem yang digunakan perusahaan tersebut.

Dalam praktiknya, pendekatan ini mirip dengan layanan yang selama ini dikenal di sektor TI India, tetapi dengan fokus khusus pada AI. Sebuah perusahaan dapat datang ke DeployCo untuk menerapkan alat AI ke sistem internal, lalu tim FDE akan menangani proses penyesuaian dan implementasinya.

OpenAI juga mengatakan sedang bekerja sama dengan 19 perusahaan besar. Mitra itu mencakup firma investasi, konsultan seperti Capgemini dan McKinsey & Company, serta system integrator agar klien lebih mudah mengadopsi alat AI melalui DeployCo.

Apakah ini ancaman bagi raksasa TI India?

Kekhawatiran itu muncul karena perusahaan TI India selama ini sangat kuat di layanan perangkat lunak dan implementasi skala besar. Jika OpenAI mulai mengerjakan langsung penerapan AI di perusahaan, sebagian pasar jasa integrasi berpotensi tertekan.

Namun gambarnya tidak sesederhana itu. Di saat yang sama, ledakan kebutuhan implementasi AI justru bisa menciptakan pasar baru yang sangat besar bagi perusahaan jasa teknologi.

Pandangan ini juga diperkuat oleh CEO Box, Aaron Levie. Menurut dia, AI berpotensi menghadirkan gelombang transformasi yang skalanya bahkan lebih besar dibanding perpindahan dari analog ke digital pada 1990-an atau dari on-premise ke cloud pada 2000-an.

Levie menilai AI agents akan mengubah cara bisnis berjalan dengan mengubah medium layanan yang digunakan perusahaan. Ia juga menekankan bahwa cara penerapan AI agents di setiap bisnis tidak akan seragam.

Menurut Levie, setiap industri akan memiliki variasinya sendiri. Bahkan setiap departemen di dalam industri yang sama juga akan membutuhkan varian solusi yang berbeda.

Di titik inilah perusahaan seperti TCS dan Infosys justru masih punya keunggulan. Selama puluhan tahun, mereka telah terbiasa menyesuaikan teknologi untuk kebutuhan klien yang sangat spesifik, baik berdasarkan industri, proses kerja, maupun sistem lama yang sudah terpasang.

OpenAI dan Anthropic kemungkinan unggul pada teknologi AI inti. Tetapi ketika kebutuhan bergeser ke integrasi, orkestrasi proses, penyesuaian alur kerja, dan penerapan di lingkungan perusahaan yang kompleks, pemain jasa teknologi tetap punya ruang besar.

Levie bahkan menyebut ada pekerjaan teknis dan proses yang sangat besar untuk mewujudkan transformasi ini. Ia melihat kondisi tersebut sebagai peluang besar bagi penyedia layanan baru yang membantu mendorong perubahan berbasis AI.

Fakta lain yang memperkuat pandangan itu adalah hubungan yang sudah terbentuk antara perusahaan AI dan pemain TI India. Infosys dan TCS disebut sudah mendapatkan kesepakatan dengan Anthropic dan OpenAI untuk melakukan pekerjaan semacam ini.

Artinya, alih-alih sepenuhnya tersingkir, perusahaan TI India justru dapat menjadi mitra pelaksana dalam gelombang adopsi AI berikutnya. Mereka bisa memanfaatkan pengalaman panjang di layanan enterprise untuk membantu perusahaan mengubah teknologi AI menjadi sistem kerja yang benar-benar bisa dipakai.

Pasar yang masih sangat luas

Skala peluangnya juga tidak kecil. OpenAI sendiri disebut sudah memiliki lebih dari satu juta bisnis yang menggunakan produk dan API mereka.

Angka itu menunjukkan bahwa kebutuhan implementasi AI tidak akan berhenti pada penjualan model atau lisensi teknologi. Semakin banyak perusahaan memakai AI, semakin besar pula permintaan untuk integrasi, kustomisasi, pengamanan, dan pengelolaan sistem di lingkungan kerja nyata.

Karena itu, kehadiran DeployCo bisa dibaca dalam dua cara sekaligus. Di satu sisi, OpenAI kini masuk lebih jauh ke wilayah layanan yang selama ini dikuasai perusahaan TI dan konsultan teknologi.

Di sisi lain, langkah itu juga menegaskan bahwa pasar implementasi AI sedang membesar dengan cepat. Bagi pemain seperti TCS, Infosys, dan Wipro, tekanan kompetitif memang nyata, tetapi peluang untuk ikut mengambil bagian dari pertumbuhan ini juga sama besarnya.

Source: www.indiatoday.in
Exit mobile version