BYD Seagull 2026 Debut di Bawah Rp 160 Juta, Jarak 405 Km dan LiDAR Ikut Menggoda

BYD resmi meluncurkan Seagull model 2026 untuk pasar China dengan sorotan utama pada harga awal yang sangat agresif. Varian termurah mobil listrik mungil ini dibanderol 69.900 yuan, atau sekitar Rp 158 jutaan.

Daya tarik lain datang dari efisiensi dan jarak tempuh yang ditawarkan. Untuk versi tertinggi dengan baterai lebih besar, BYD Seagull 2026 diklaim mampu menempuh hingga 405 km dalam sekali pengisian daya.

Mobil ini dikenal juga dengan nama Dolphin Mini, Dolphin Surf, dan Atto 1 di sejumlah pasar. Pada model terbaru, BYD membawa pembaruan di sisi fitur, teknologi, serta beberapa sentuhan desain eksterior dan interior.

Untuk pasar domestik, BYD menyiapkan empat varian utama Seagull 2026. Rentang harganya mulai dari 69.900 yuan hingga 85.900 yuan, atau sekitar Rp 158 jutaan sampai Rp 194 jutaan.

Di atas itu, tersedia pula versi yang sudah dibekali paket sistem bantuan berkendara God’s Eye B dengan LiDAR. Harga model ini dimulai dari 90.900 yuan hingga 97.900 yuan, atau sekitar Rp 205 jutaan sampai Rp 221 jutaan.

Harga dan posisi menarik

Banderol di bawah Rp 160 juta membuat Seagull 2026 menjadi salah satu sorotan penting di segmen mobil listrik kompak. Kombinasi harga rendah, jarak tempuh hingga 405 km, dan fitur keselamatan yang semakin lengkap menjadi nilai jual terbesarnya.

BYD tampak tidak hanya mengejar harga kompetitif, tetapi juga mencoba menaikkan standar fitur di kelas ini. Kehadiran teknologi bantuan berkendara berbasis LiDAR pada varian tertentu menunjukkan arah pengembangan yang lebih serius.

Spesifikasi baterai dan performa

Seluruh varian BYD Seagull 2026 menggunakan motor listrik tunggal. Tenaganya mencapai 55 kW atau setara 74 tk, dengan torsi puncak 135 Nm.

BYD menawarkan dua pilihan baterai untuk model ini. Opsi pertama berkapasitas 30,08 kWh, sedangkan opsi kedua memiliki kapasitas 38,88 kWh.

Varian dengan baterai 30,08 kWh memiliki jarak tempuh hingga 305 km. Sementara itu, versi dengan baterai 38,88 kWh dapat melaju sampai 405 km dalam sekali isi daya.

Angka tersebut mempertegas orientasi Seagull sebagai mobil listrik perkotaan yang tetap efisien untuk penggunaan harian. Dengan dimensi ringkas, model ini memang dirancang untuk mobilitas praktis tanpa mengorbankan kebutuhan jarak tempuh.

Dimensi tetap kompak

Seagull 2026 mempertahankan ukuran bodi yang kompak. Mobil ini memiliki panjang 3.780 mm, lebar 1.715 mm, tinggi 1.540 mm, dan wheelbase 2.500 mm.

Dimensi itu membuatnya tetap berada di kelas city car listrik. Format seperti ini umumnya menarik bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan ringkas untuk area perkotaan yang padat.

Pembaruan desain luar

Pada sisi eksterior, BYD memberi dua pilihan warna baru, yaitu Mango Orange dan Mint Green. Pembaruan ini menambah kesan segar pada model yang sudah dikenal sebagai mobil listrik berdesain mungil.

BYD juga menyematkan pelek 16 inci model Starlight. Selain itu, bagian belakang mendapat desain lampu LED terbaru dengan logo yang dapat menyala.

Sentuhan ini menunjukkan bahwa pembaruan Seagull 2026 tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga penampilan. Meski ukurannya kecil, mobil ini tetap diberi identitas visual yang lebih modern.

Fitur kabin dan teknologi

Masuk ke dalam kabin, BYD menghadirkan tema warna baru bernama Oatmeal Rice. Nuansa ini melengkapi pembaruan interior agar terasa lebih modern dan berbeda dari model sebelumnya.

Sistem infotainment yang digunakan adalah DiLink 150. Perangkat ini hadir dengan layar sentuh 12,8 inci beresolusi tinggi yang mendukung kontrol kendaraan 3D dan navigasi yang bisa dikustomisasi.

BYD juga menambahkan sejumlah fitur kenyamanan. Di antaranya wireless charging 50W, jok depan dengan pemanas, dan kursi pengemudi elektrik 6 arah.

Kelengkapan tersebut cukup menonjol untuk ukuran mobil listrik kompak. BYD tampaknya ingin menempatkan Seagull bukan sekadar sebagai EV murah, tetapi juga sebagai produk dengan fitur yang terasa naik kelas.

Fitur keselamatan dan ADAS

Salah satu pembaruan terbesar pada Seagull 2026 adalah hadirnya LiDAR opsional. Perangkat ini terintegrasi dengan sistem DiPilot 300 pada varian tertentu.

Melalui kombinasi itu, mobil ini mendukung fitur City Navigation on Autopilot atau CNOA. Sistem tersebut juga mencakup pengenalan lampu lalu lintas dan kemampuan navigasi di bundaran jalan.

BYD turut membekali Seagull 2026 dengan Driver Monitoring System atau DMS. Selain itu ada Automatic Emergency Braking dan perekam perjalanan lima arah untuk meningkatkan aspek keselamatan.

Masuknya fitur-fitur ini memperlihatkan bahwa mobil listrik terjangkau kini tidak lagi identik dengan spesifikasi dasar. Pada Seagull 2026, BYD justru mendorong paket teknologi yang lebih lengkap di segmen harga yang tetap agresif.

Exit mobile version