Infinix Tiba-Tiba Jual Ponsel Rp11,9 Juta, Edisi Pininfarina Ini Menyasar Kolektor

Langkah Infinix membanderol Note 60 Ultra Pininfarina di Rp11,9 juta langsung mencuri perhatian pasar. Harga itu menempatkan ponsel ini jauh di atas citra lama Infinix yang selama ini lekat dengan segmen entry-level dan menengah.

Daya tarik utamanya bukan hanya pada spesifikasi, tetapi pada pendekatan yang lebih emosional dan kolektibel. Kolaborasi dengan Pininfarina membuat perangkat ini dibidik untuk penggemar desain premium dan kolektor gadget, bukan semata pemburu rasio harga terhadap performa.

Peluncuran yang berlangsung pada Mei 2026 itu menjadi langkah penting bagi Infinix untuk memperkuat citra premium. Nama Pininfarina juga memberi bobot tersendiri karena studio desain asal Italia tersebut dikenal luas lewat jejaknya di dunia otomotif, termasuk berbagai mobil sport ikonik.

Kesan eksklusif sudah dibangun sejak kotak penjualan dibuka. Infinix menyiapkan kemasan berukuran besar dengan finishing menyerupai kulit serta sistem pengunci magnetik yang menambah nuansa mewah.

Isi paket penjualannya juga tidak biasa untuk sebuah smartphone. Salah satu aksesori yang paling menonjol adalah wireless charger berbentuk mobil sport, lengkap dengan lampu LED dan dukungan pengisian magnetik.

Fokus pada desain dan pengalaman premium

Bagian belakang perangkat menjadi elemen yang paling kuat secara visual. Infinix mengusung desain Unicasis Camera, yang membuat modul kamera terlihat menyatu dengan bodi belakang sehingga tampil lebih bersih dan berbeda dari banyak ponsel lain di pasaran.

Material yang dipakai juga mendukung kesan premium tersebut. Corning Gorilla Glass Victus digunakan pada bodi untuk menambah ketahanan sekaligus menghadirkan efek pantulan cahaya yang elegan.

Sentuhan sporty terlihat pada detail kecil yang dibuat menonjol. Garis antena metal dan logo Pininfarina di bodi mempertegas bahwa perangkat ini memang dirancang untuk tampil berbeda, bukan sekadar menjadi varian warna khusus.

Pendekatan ini membuat posisi Note 60 Ultra Pininfarina cukup jelas di pasar. Produk ini tidak hanya menjual spesifikasi, tetapi juga menawarkan identitas desain yang lebih kuat daripada lini Infinix pada umumnya.

Spesifikasi yang tetap tinggi

Di balik tampilannya, Infinix tetap membekali perangkat ini dengan spesifikasi kelas atas. Chipset yang dipakai adalah Dimensity 8400, dipadukan dengan RAM 12GB dan penyimpanan internal 512GB UFS 4.0.

Layar menjadi salah satu nilai jual utama ponsel ini. Panel AMOLED 1.5K dengan refresh rate 144Hz disiapkan untuk menghadirkan tampilan yang tajam sekaligus mulus saat dipakai bermain gim atau menonton konten.

Kapasitas baterainya juga besar untuk kelas premium. Infinix menanamkan baterai 7.000 mAh dan menyertakan pengisian cepat 100W di dalam paket penjualan.

Kombinasi ini memberi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang menginginkan ponsel tahan lama untuk pemakaian berat. Dengan baterai besar dan pengisian cepat, perangkat ini menekankan kenyamanan penggunaan sehari-hari selain faktor desain.

Kamera besar, tetapi tidak tanpa catatan

Untuk fotografi, kamera utama 200MP menjadi andalan paling menonjol. Kamera ini disebut mampu menghasilkan foto dengan detail tajam dan warna yang cerah.

Infinix juga menyertakan dukungan zoom hingga 100x. Namun, pembesaran optik aslinya hanya mencapai 2x, sehingga kemampuan zoom ekstrem lebih banyak bergantung pada pemrosesan digital.

Di sisi lain, tidak semua kameranya tampil sekuat sensor utama. Kamera ultrawide 8MP dinilai masih menjadi titik lemah karena kualitas detail dan konsistensi warna belum sebaik kamera utamanya.

Kondisi itu membuat pengalaman kamera terasa tidak sepenuhnya merata. Pengguna bisa mendapatkan hasil kuat dari kamera utama, tetapi harus menerima kompromi saat beralih ke lensa ultrawide.

Harga tinggi, pasar lebih sempit

Meski spesifikasinya tergolong tinggi, sejumlah pengamat menilai Dimensity 8400 masih setara dengan perangkat kelas menengah yang dijual lebih murah. Penilaian ini membuat harga Rp11,9 juta menjadi salah satu titik perdebatan utama di sekitar peluncuran produk tersebut.

Sorotan lain datang dari aspek ketahanan. Sertifikasi IP64 yang dibawa perangkat ini hanya memberi perlindungan dasar terhadap debu dan percikan air, sehingga belum setara dengan perlindungan yang biasanya diharapkan di segmen harga premium.

Sistem operasinya juga dianggap belum sepenuhnya mengangkat aura eksklusif perangkat. Antarmukanya masih terasa mirip dengan gaya standar Infinix, sehingga sebagian pengguna mungkin merasa pengalaman premium lebih kuat di desain fisik ketimbang di sisi perangkat lunak.

Namun justru di situlah karakter Note 60 Ultra Pininfarina terlihat. Ponsel ini tampaknya tidak dirancang untuk menjadi pilihan paling rasional di kelas harganya, melainkan untuk pengguna yang menghargai desain unik, kemasan istimewa, dan kedekatan dengan dunia otomotif premium.

Dengan posisi seperti itu, minat kolektor menjadi masuk akal. Bagi pasar yang mencari perangkat berbeda dan punya identitas visual kuat, kolaborasi Infinix dengan Pininfarina memberi alasan tersendiri untuk melirik smartphone ini meski banderolnya menembus Rp11,9 juta.

Exit mobile version