
Meta menambah kemampuan baru pada kacamata pintar Meta Ray-Ban Display yang membuat perangkat ini semakin dekat ke penggunaan sehari-hari. Fitur yang paling menonjol adalah kemampuan mengetik pesan dengan gerakan tangan di udara, tanpa perlu mengeluarkan ponsel atau memakai keyboard fisik maupun digital.
Kemampuan ini hadir lewat fitur yang disebut neural handwriting. Pengguna cukup membuat gerakan halus dengan tangan, lalu sistem akan menerjemahkannya menjadi input teks untuk mengirim pesan di berbagai aplikasi.
Meta menghubungkan fitur tersebut dengan neural wristband yang dirancang untuk mendukung Meta Ray-Ban Display. Perangkat gelang ini melacak gestur tangan pengguna, memahami input yang diberikan, lalu mengubahnya menjadi tindakan seperti mengetik pesan atau mengontrol antarmuka.
Dengan pembaruan terbaru, metode input berbasis gestur itu kini bisa dipakai di WhatsApp, Messenger, Instagram, serta aplikasi pesan bawaan di Android dan iOS. Langkah ini membuat fungsi komunikasi pada kacamata pintar Meta menjadi jauh lebih luas dibanding sekadar perangkat pendamping.
Fitur baru ini muncul sedikit lebih dari enam bulan setelah Meta meluncurkan Meta Ray-Ban Display. Penambahan tersebut menunjukkan dorongan Meta untuk membuat kacamata pintarnya terasa lebih berguna dalam aktivitas harian, bukan hanya tampil futuristis.
Selain mengetik dengan lambaian jari, Meta juga menambahkan beberapa fitur berbasis AI dan komunikasi. Pembaruan itu mencakup perekaman tampilan, peningkatan navigasi, dan perluasan dukungan live captions.
Fokus pada penggunaan harian
Meta memperkenalkan fitur display recording untuk menangkap apa yang dilihat pengguna melalui layar di dalam lensa, sekaligus pemandangan dunia nyata dan audio sekitar dalam satu video. Perusahaan menyebut pendekatan ini ditujukan agar pengguna lebih mudah membuat dan membagikan konten langsung dari kacamata.
Di sisi navigasi, dukungan petunjuk arah untuk berjalan kaki juga diperluas. Fitur ini kini tersedia di seluruh wilayah Amerika Serikat dan di sejumlah kota internasional besar seperti London, Paris, dan Rome.
Meta juga memperluas live captions ke percakapan suara di WhatsApp, Messenger, dan Instagram Direct. Dengan begitu, kacamata dapat menyalin ucapan secara real time saat percakapan berlangsung.
Sebagian dari fitur-fitur ini sebenarnya sudah sempat tersedia dalam akses awal terbatas pada awal tahun ini. Kini Meta mulai mendorongnya sebagai bagian dari pembaruan yang lebih luas untuk perangkat tersebut.
Meta menyatakan sudah mengirim empat pembaruan perangkat lunak besar untuk kacamata ini sejak peluncurannya. Perusahaan juga menambahkan lebih banyak widget seperti Weather, Stocks, Calendar, dan Reminders.
Akses ke Spotify disebut kini lebih cepat dari sebelumnya. Dukungan untuk Instagram Reels juga ikut hadir di AI Glass tersebut, memperkuat posisi perangkat sebagai alat yang bukan hanya untuk melihat informasi, tetapi juga berinteraksi dengan layanan digital yang sudah akrab dipakai pengguna.
Bukan hanya untuk konsumen
Di saat yang sama, Meta juga mulai membuka platform Meta Ray-Ban Display untuk pengembang melalui skema developer preview. Langkah ini memberi sinyal bahwa Meta ingin membangun ekosistem aplikasi yang lebih luas di sekitar perangkat wearable tersebut.
Pengembang kini bisa membuat aplikasi web ringan untuk kacamata dengan HTML, CSS, dan JavaScript. Aplikasi itu dapat dijalankan langsung melalui URL, yang berarti distribusinya dibuat lebih sederhana tanpa harus mengandalkan model aplikasi tradisional.
Meta juga meluncurkan Wearables Device Access Toolkit. Toolkit ini memungkinkan pengembang memperluas aplikasi seluler yang sudah ada ke layar kacamata pintar.
Menurut Meta, pengembang dapat menambahkan elemen antarmuka seperti teks, gambar, tombol, daftar, hingga pemutaran video. Dukungan itu menunjukkan bahwa Meta tidak hanya berfokus pada fitur bawaan, tetapi juga menyiapkan fondasi agar kemampuan perangkat berkembang lewat aplikasi pihak ketiga.
Arah pengembangan ini penting karena kacamata pintar masih mencari bentuk paling relevan untuk pasar massal. Dengan kemampuan mengetik lewat gerakan tangan, navigasi yang lebih luas, transkripsi percakapan real time, dan alat baru untuk pengembang, Meta terlihat ingin mengubah perangkat ini dari sekadar gadget eksperimental menjadi perangkat yang lebih fungsional dalam komunikasi dan aktivitas digital harian.
Source: www.indiatoday.in








