Snapdragon X Akhirnya Lepas dari Windows, Googlebook Siap Bawa AI Lokal ke Laptop Baru

Qualcomm tampaknya mulai membawa lini Snapdragon X keluar dari wilayah eksklusif Windows. Indikasi terbarunya mengarah ke Googlebook, perangkat baru Google yang disebut-sebut akan menjadi rumah pertama Snapdragon X di luar ekosistem Windows.

Kabar ini penting karena memperlihatkan perubahan strategi besar untuk chip laptop Qualcomm. Jika benar terwujud, Googlebook tidak hanya menjadi perangkat baru dari Google, tetapi juga penanda bahwa Snapdragon X mulai diposisikan sebagai platform yang lebih luas untuk komputasi modern berbasis AI.

Informasi awal muncul dari unggahan yang kemudian dihapus di X. Dalam unggahan itu, Qualcomm CMO Don McGuire menyebut Googlebook akan tersedia dengan prosesor Snapdragon X-series.

Meski unggahan tersebut sudah dihapus, sinyal kolaborasi antara kedua perusahaan sebelumnya memang sempat muncul. Akun resmi Qualcomm juga sempat menyatakan sedang “membangun sesuatu yang baru” bersama Google untuk Googlebook.

Snapdragon X dan arah baru Googlebook

Masuknya Snapdragon X ke Googlebook dinilai masuk akal karena fokus perangkat ini tampak kuat pada AI. Chip tersebut memiliki NPU bawaan yang memungkinkan pemrosesan AI dilakukan langsung di perangkat tanpa selalu mengirim data ke server eksternal.

Kemampuan itu membuat beban komputasi AI bisa dijalankan secara lokal. Dalam konteks perangkat laptop baru Google, pendekatan ini relevan karena integrasi Gemini dan masa depan penggunaan large language model menjadi salah satu sorotan utama.

Googlebook sendiri sebelumnya sudah ramai dibicarakan sebagai penerus Chromebook dengan pendekatan berbeda. Perangkat ini disebut berbasis Android dan diarahkan untuk pengalaman yang lebih erat dengan Gemini.

Jika AI diproses langsung di perangkat, Googlebook berpotensi menawarkan pengalaman yang lebih cepat dan lebih mandiri dari cloud untuk tugas tertentu. Ini juga menjadi pembeda penting dibanding perangkat yang hanya mengandalkan pemrosesan AI di server.

Di sisi lain, Snapdragon X juga dikenal membawa efisiensi daya yang baik. Faktor ini bisa menjadi nilai jual utama bila Google ingin menonjolkan daya tahan baterai pada lini perangkat barunya.

Bukan sekadar Chromebook biasa

Sejauh ini Google belum mengungkap banyak detail resmi tentang Googlebook. Perusahaan hanya menyebut perangkat ini akan hadir dengan “premium craftsmanship and materials” serta tersedia dalam beberapa “shapes and sizes”.

Keterangan itu mengisyaratkan bahwa Googlebook tidak akan tampil sebagai satu model tunggal. Google juga tampaknya menyiapkan strategi perangkat yang melibatkan produk buatan sendiri sekaligus kolaborasi dengan sejumlah OEM.

Nama-nama mitra yang sudah dikaitkan dengan proyek ini mencakup HP, Dell, Asus, Acer, dan Lenovo. Di luar itu, pembaruan lain juga menunjukkan bahwa Intel dan MediaTek sama-sama mengonfirmasi kerja sama dengan Google untuk Googlebooks.

Kehadiran banyak mitra chip dan perangkat menunjukkan ekosistem Googlebook kemungkinan tidak akan bergantung pada satu arsitektur saja. Namun, Snapdragon X tetap mencuri perhatian karena membawa dimensi baru: ini adalah kali pertama chip tersebut dikaitkan dengan perangkat yang bukan berbasis Windows.

Google juga belum menjelaskan sistem operasi yang akan dipakai. Meski begitu, perangkat ini luas diperkirakan menjalankan platform laptop berbasis Android yang selama ini sering dirumorkan, dengan nama sandi Aluminum OS.

Belum ada konfirmasi resmi apakah sistem itu akan menjadi OS ringan seperti ChromeOS atau justru lebih lengkap. Namun arah pengembangannya dinilai berbeda dari Chromebook tradisional yang selama ini tidak benar-benar membutuhkan tenaga sebesar Snapdragon X Elite.

Masih banyak detail yang belum diumumkan

Sampai sekarang belum diketahui varian Snapdragon X mana yang akan dipakai di Googlebook. Don McGuire dalam unggahan yang dihapus itu juga tidak merinci model chip yang dimaksud.

Karena sumber awalnya berasal dari unggahan yang kemudian ditarik, ada kemungkinan informasi tersebut muncul lebih cepat dari jadwal pengumuman. Itu membuat pengumuman resmi dari Qualcomm dan Google masih menjadi hal yang dinantikan.

Google disebut kemungkinan akan membagikan lebih banyak informasi tentang Googlebook di I/O 2026 pada akhir bulan ini. Namun, belum ada kepastian bahwa detail lengkap perangkat atau konfigurasi chip akan langsung dibuka saat acara tersebut.

Perkembangan ini datang saat pasar Chromebook tidak lagi sekuat masa lonjakan kerja dari rumah. Dalam konteks itu, Google tampaknya sedang menyiapkan kategori baru yang lebih ambisius, dengan kombinasi perangkat premium, integrasi AI, dan dukungan dari banyak mitra industri.

Bila Snapdragon X benar-benar hadir di Googlebook, langkah itu akan menjadi lebih dari sekadar penambahan opsi prosesor. Ini akan menandai perluasan nyata Qualcomm ke ranah komputasi non-Windows, sekaligus mempertegas bahwa persaingan laptop AI kini tidak lagi hanya berpusat pada satu sistem operasi.

Source: www.xda-developers.com
Exit mobile version