Rescuezilla Naik Kelas ke Ubuntu 26.04 LTS, Kabar Baik untuk PC Baru dan Backup Tanpa Drama

Rescuezilla merilis versi 2.6.2 dengan perubahan yang paling menonjol pada fondasi sistemnya. Distribusi pemulihan ini kini memakai basis Ubuntu 26.04 LTS, sebuah langkah besar yang ditujukan untuk memperluas dukungan perangkat keras yang lebih baru.

Bagi pengguna yang mengandalkan media recovery saat backup, restore, atau migrasi sistem, perubahan ini penting karena langsung menyentuh kompatibilitas perangkat. Basis baru tersebut disebut memberi dukungan terbaik untuk perangkat keras yang beredar hingga sekitar April 2026.

Rescuezilla sendiri dikenal sebagai sistem operasi pemulihan berbasis Linux yang dipakai untuk membuat cadangan dan memulihkan image sistem. Pembaruan kali ini tidak hanya membawa fondasi yang lebih modern, tetapi juga memperbaiki salah satu gangguan yang muncul dalam alur kerja backup dan restore.

Menurut laporan Linuxiac, Rescuezilla v2.6.2 sudah dirilis dan tersedia untuk diunduh melalui GitHub. Fokus utama rilis ini adalah pembaruan basis Ubuntu yang sebelumnya dianggap mulai tertinggal untuk kebutuhan perangkat keras terbaru.

Lompatan basis Ubuntu yang besar

Pada versi baru ini, Rescuezilla beralih ke Ubuntu 26.04 LTS dengan nama kode Resolute. Perubahan ini dinilai penting karena versi sebelumnya masih memakai Ubuntu 24.10 sebagai rilis default.

Kondisi tersebut membuat dukungan perangkat keras pada rilis lama hanya mencakup kisaran perangkat hingga sekitar Oktober 2024. Padahal, Rescuezilla v2.6.1 sebelumnya juga sempat memperkenalkan rilis berbasis Ubuntu 25.04, tetapi bukan sebagai basis default.

Dengan menjadikan Ubuntu 26.04 LTS sebagai inti sistem, Rescuezilla membawa landasan yang lebih segar untuk penggunaan jangka lebih panjang. Ini juga memberi kepastian yang lebih baik bagi pengguna yang menjalankan Rescuezilla di PC atau laptop baru.

Pembaruan basis seperti ini sangat relevan untuk kategori sistem pemulihan. Perangkat recovery sering kali dipakai justru saat pengguna berpindah mesin, mengganti storage, atau harus menangani komputer yang baru dirakit.

Perbaikan bug yang berdampak langsung

Selain fondasi baru, Rescuezilla 2.6.2 juga membawa sejumlah perbaikan bug dan penyempurnaan kecil. Salah satu perbaikan yang paling terasa menyasar proses otomatis setelah backup atau restore selesai dijalankan.

Sebelumnya, pengguna bisa mengatur Rescuezilla agar otomatis restart atau shutdown sesudah pekerjaan selesai. Namun dalam beberapa kasus, proses itu tidak berjalan sebagaimana mestinya karena muncul pesan error kosong meski operasi sebenarnya berhasil.

Bug tersebut kini sudah diperbaiki. Dengan begitu, alur otomatis restart atau shutdown setelah backup maupun restore tidak lagi terhambat oleh error kosong yang seharusnya tidak muncul.

Perbaikan semacam ini mungkin terdengar kecil, tetapi dampaknya cukup besar untuk penggunaan nyata. Banyak pengguna menjalankan backup atau restore dalam waktu lama dan mengandalkan sistem untuk mematikan atau me-restart perangkat secara otomatis setelah selesai.

Mengapa rilis ini layak diperhatikan

Daya tarik utama Rescuezilla selama ini ada pada fungsinya sebagai alat pemulihan yang praktis untuk menyimpan kondisi sistem dalam bentuk image. Pendekatan ini memudahkan pengguna untuk kembali ke keadaan sebelumnya tanpa harus kehilangan data kerja yang penting.

Dalam konteks itu, dukungan perangkat keras yang lebih baru menjadi faktor krusial. Media recovery yang gagal mengenali komponen modern bisa menghambat proses backup, restore, atau sekadar boot ke lingkungan pemulihan.

Karena itu, perpindahan ke Ubuntu 26.04 LTS bukan sekadar pembaruan versi. Langkah ini memperkuat posisi Rescuezilla sebagai alat pemulihan yang tetap relevan ketika perangkat keras baru terus bermunculan.

Yang disiapkan untuk rilis berikutnya

Pengembang juga sudah memberi gambaran mengenai fitur yang sedang disiapkan untuk versi selanjutnya. Dua hal yang disebut paling menonjol adalah build ARM64 dan perombakan besar pada Image Explorer.

Kehadiran build ARM64 akan membuka jalan bagi dukungan arsitektur yang lebih luas. Sementara itu, pembaruan besar pada Image Explorer berpotensi menarik perhatian pengguna yang sering menelusuri atau mengekstrak isi image cadangan.

Belum ada rincian lebih jauh soal implementasi kedua hal tersebut dalam rilis mendatang. Namun penyebutan keduanya menunjukkan bahwa pengembangan Rescuezilla tidak berhenti pada penyegaran basis Ubuntu saja.

Untuk saat ini, Rescuezilla 2.6.2 tampil sebagai pembaruan penting karena menyasar dua area inti sekaligus: kompatibilitas perangkat keras dan keandalan proses kerja. Kombinasi itu membuat rilis terbaru ini relevan bagi pengguna yang membutuhkan alat recovery Linux yang lebih siap menghadapi perangkat modern.

Source: www.xda-developers.com
Exit mobile version