Google memperluas peran kecerdasan buatan di Play Store lewat fitur baru bernama Ask Play. Fitur ini dirancang untuk menjawab salah satu masalah paling umum di toko aplikasi, yakni sulitnya menemukan aplikasi yang benar-benar sesuai kebutuhan lewat pencarian biasa.
Dalam pengumuman di konferensi pengembang I/O, Google menempatkan Ask Play sebagai salah satu perubahan yang langsung menyentuh pengguna. Pendekatannya berbeda dari kolom pencarian konvensional karena pencarian aplikasi kini diubah menjadi percakapan yang mengalir secara alami.
Pencarian aplikasi dibuat seperti percakapan
Ask Play disebut sebagai overlay bertenaga AI yang memahami konteks penuh dari pertanyaan awal dan pertanyaan lanjutan pengguna. Artinya, pencarian tidak lagi berhenti pada satu kata kunci, melainkan bisa berkembang sesuai detail tambahan yang diberikan pengguna.
Google memberi contoh pencarian game fiksi ilmiah strategi yang sangat spesifik, tanpa iklan dan tanpa paywall. Setelah itu, pengguna masih bisa menambahkan syarat lanjutan seperti harus memiliki mode offline, dan sistem akan menyesuaikan rekomendasi berdasarkan gabungan semua permintaan tersebut.
Model seperti ini penting karena kebutuhan pengguna di Play Store sering kali tidak sederhana. Banyak orang mencari aplikasi dengan kombinasi kriteria yang sulit ditangkap oleh pencarian tradisional, seperti genre tertentu, model monetisasi, hingga fitur spesifik.
Google juga menambahkan elemen lain bernama Ask Play highlights. Fitur ini akan menghadirkan ringkasan tingkat tinggi untuk pencarian yang kompleks langsung di halaman hasil pencarian agar pengguna lebih mudah menemukan aplikasi atau game yang tepat.
Ringkasan semacam itu bisa menjadi jawaban atas masalah lama di toko aplikasi, yaitu hasil pencarian yang terlalu luas atau terlalu umum. Dengan bantuan AI, hasil pencarian diharapkan lebih cepat mengerucut ke aplikasi yang relevan tanpa pengguna harus membuka terlalu banyak halaman aplikasi satu per satu.
Gemini ikut membawa aplikasi ke dalam obrolan
Selain perubahan di Play Store, Google juga menyiapkan integrasi baru di Gemini. Asisten AI itu kini akan mampu menampilkan aplikasi dan konten terkait langsung di dalam antarmuka chat miliknya.
Integrasi tersebut akan tersedia di Android dan web. Google menyebut fitur ini akan meluncur dalam beberapa pekan mendatang.
Yang menarik, integrasi ini bersifat proaktif. Pengguna tidak selalu perlu secara eksplisit meminta rekomendasi aplikasi karena Gemini dapat memunculkan aplikasi yang relevan ketika konteks percakapan menunjukkan kebutuhan tersebut.
Google memberi contoh permintaan tentang aplikasi yang bisa menunjukkan jenis ikan yang mungkin terlihat saat perjalanan menyelam scuba. Dalam skenario itu, Gemini akan menyoroti beberapa aplikasi yang dapat membantu mengidentifikasi kehidupan laut.
Contoh lain datang dari tren visual di media sosial. Saat pengguna menanyakan cara mendapatkan tampilan film lawas yang buram dengan nuansa kamera sekali pakai era 90-an di ponsel, Gemini tidak hanya memberi saran umum, tetapi juga menampilkan aplikasi yang menyediakan filter atau mode pemotretan dengan efek serupa.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa rekomendasi aplikasi tidak lagi diposisikan sebagai aktivitas terpisah yang harus dimulai dari membuka toko aplikasi. Sebaliknya, rekomendasi bisa muncul langsung di tengah percakapan saat sistem mendeteksi bahwa sebuah aplikasi dapat membantu menjawab kebutuhan pengguna.
Strategi Google memperbaiki penemuan aplikasi
Langkah Google ini menunjukkan upaya yang lebih besar untuk menyederhanakan proses penemuan aplikasi dan game. Selama ini, menemukan aplikasi yang tepat sering bergantung pada kombinasi pencarian manual, daftar rekomendasi, dan penelusuran kategori yang tidak selalu efisien.
Dengan Ask Play, Google mencoba memindahkan beban pencarian dari pengguna ke sistem AI yang memahami maksud pencarian secara lebih utuh. Sementara lewat Gemini, perusahaan yang sama mencoba membawa rekomendasi aplikasi keluar dari konteks toko aplikasi dan menempatkannya di ruang percakapan sehari-hari.
Dua pendekatan itu saling melengkapi. Ask Play bekerja saat pengguna memang sedang aktif mencari aplikasi di Play Store, sedangkan Gemini menangkap kebutuhan yang muncul secara spontan dalam percakapan dan menghubungkannya dengan aplikasi yang relevan.
Bagi pengguna Android, perubahan ini bisa membuat proses menemukan aplikasi terasa lebih cepat dan lebih presisi. Bagi pengembang, ini juga bisa mengubah cara aplikasi mereka ditemukan, karena konteks, kebutuhan spesifik, dan relevansi percakapan menjadi lebih penting daripada sekadar kecocokan kata kunci.
Google belum merinci lebih jauh seluruh cakupan teknis dari Ask Play, tetapi arah yang diambil sudah cukup jelas. Play Store dan Gemini kini bergerak menuju pengalaman penemuan aplikasi yang lebih kontekstual, lebih interaktif, dan lebih dekat dengan cara orang sebenarnya bertanya saat membutuhkan bantuan digital.
Source: www.androidpolice.com